RESMI: Michel Platini Maju Jadi Capres FIFA

Legenda sepakbola Prancis ini memastikan diri untuk maju dalam pemilu presiden FIFA yang akan digelar pada 26 Februari 2016.

Presiden UEFA Michel Platini resmi mengumumkan pencalonan dirinya sebagai salah satu kandidat presiden FIFA pada Rabu (29/7) ini.

Spekulasi terus merebak terkait siapa yang akan mengisi posisi nomor satu di FIFA  setelah presiden saat ini, Sepp Blatter, mengumumkan pengunduran dirinya dari jabatannya menyusul skandal korupsi yang menjerat badan sepakbola tertinggi dunia itu pada Mei-Juni lalu.

Platini, yang dijagokan banyak pihak untuk maju dalam pemilu presiden FIFA yang akan digelar pada 26 Februari 2016, akhirnya bersedia meresmikan dirinya sebagai capres FIFA. Dalam surat pengajuan dirinya kepada 209 federasi sepakbola di seluruh dunia, eks playmaker Juventus ini berjanji untuk memperbaiki citra FIFA.

“Ini adalah keputusan yang sangat personal dan sudah dipertimbangkan secara masak-masak. Ada masa di dalam kehidupan di mana Anda harus mengatur sendiri takdir Anda. Saya berada di momen krusial seperti itu sebagaimana momen ini juga menentukan masa depan FIFA,” terang Platini.

“Dalam setengah abad terakhir, FIFA hanya memiliki dua orang presiden. Ini menjadi semacam paradoks di tengah dunia yang berubah secara radikal dan di dalam olahraga yang mengalami perubahan ekonomi secara drastis ini.”

“Akan tetapi, beberapa peristiwa terakhir memaksa para petinggi organisasi sepakbola dunia ini membuka lembar baru dan berpikir ulang tentang pemerintahannya. Saya memohon dukungan Anda dan siapapun yang mencintai sepakbola, sehingga kita secara bersama-sama menjadikan FIFA seperti yang diinginkan jutaan fans: FIFA yang menjadi contoh persatuan dan dihargai,” imbuhnya.

Di tempat terpisah, presiden Federasi Sepakbola Liberia Musa Bility dilaporkan siap bersaing dengan Platini dalam pemilu presiden FIFA. Nama-nama lain yang berniat mencalonkan diri adalah mantan Wapres FIFA Chung Mong-joon, Prince Ali bin Al Hussein asal Yordania, legenda Brasil Zico, dan mantan pemain timnas Prancis, David Ginola.

 

Topics