Rishadi Fauzi Jadi Opsi Terakhir Tutup Lubang Di Pertahanan

Subangkit menyatakan, dirinya hanya perlu mengubah kebiasaan Rishadi sebagai seorang penyerang.

LIPUTAN MUHAMMAD IQBAL DARI PALEMBANG Pelatih Sriwijaya FC Subangkit mengaku tidak mempunyai pilihan lain kecuali menjadikan striker Rishadi Fauzi sebagai bek tengah untuk menutupi lubang di sektor pertahanan.

Cedera pemain di tembok belakang membuat Subangkit melakukan eksperimen untuk mengatasinya. Dalam latih tanding melawan tim Ramadhan yang dimenangi anak asuhnya dengan skor 4-0, Subangkit mencoba Rishadi sebagai bek tengah berduet dengan Ahmad Sumardi dari menit awal hingga akhir.

Subangkit merasa puas dengan performa Rishadi, dan bakal menjadikan striker tersebut sebagai bek saat menghadapi Persijap Jepara ketika Indonesia Super League (ISL) 2014 kembali bergulir.

Sebab, melawan Laskar Kalinyamat, Sriwijaya FC dipastikan tidak bisa menurunkan stopper asing Abdoulaye Maiga akibat akumulasi kartu kuning. Selain Maiga, bek sayap Jecky Arisandi juga dipastikan karena akumulasi kartu.

“Kita tidak punya pilihan lain [kecuali Rizhadi] untuk menutup kekurangan pemain di lini belakang. Bisa jadi posisi Rishadi [sebagai stopper] ini akan kita permanenkan, karena kita tidak ada pilihan pemain lagi,” kata Subangkit.

Subangkit menilai Rizhadi memiliki potensi sebagai pemain bertahan, meskipun masih ada beberapa kelemahan. Keunggulan yang dilihat paling menonjol yakni dari segi postur tubuh yang ideal. Sebab, pemain berpostur 180 cm itu bisa diandalkan untuk mengantisipasi bola-bola atas. Terlebih, di awal karirnya Rishadi juga sempat berperan sebagai stopper.

“Dia memiliki potensi, meskipun masih butuh adaptasi. Sebab, terkadang kalau dapat bola, dia sering menggiringnya ke depan. Kemudian, cara merebut bola dari lawan pun masih terlalu kasar, hal inilah yang mesti terus kita benahi dari Rizhadi,” terangnya.

Mengenai peluang Asri Akbar yang juga sempat dicoba sebagai bek, Subangkit menyatakan, secara pengalaman Asri pun layak menempati posisi alternatif itu. Hanya saja jika itu direalisasikan, konsekuensinya Sriwijaya FC akan mengalami kerugian, karena kehilangan sosok penyeimbang di lini tengah.

“Asri tetap kita tempatkan sebagai gelandang,” tegas mantan pelatih Persela Lamongan tersebut.

Sementara itu, Rizhadi mengakui tidak keberatan jika memang tenaganya dibutuhkan untuk membentengi pertahanan.

“Sekarang saya masih adaptasi, tapi kalau memang nantinya betul-betul disuruh jadi stopper, saya siap,” kata mantan pemain Persita Tangerang itu. (gk-55)

>
RESPECT dan FAIR PLAY. Mari berikan komentar yang sehat dan bermanfaat dalam kolom komentar yang telah kami sediakan.