ROAD TO BASEL: Liverpool Coba Usik Dominasi Sevilla

Lagi dan lagi, Sevilla menembus partai puncak Liga Europa. Namun Liverpool memiliki segala syarat untuk menjegal ambisi tim Spanyol itu.

Tak bisa dibantah, Sevilla adalah Real Madrid-nya Liga Europa. Tim asal Andalusia, Spanyol itu menjadi raja di kasta kedua kompetisi Eropa dengan berhasil merengkuh empat kali juara – perolehan terbanyak ketimbang klub lain. Yang luar biasa, empat titel itu diraih hanya dalam satu dekade terkini. Mereka juga merupakan juara bertahan dalam dua musim terakhir.

Kini, Sevilla berpeluang untuk semakin menancapkan kuku mereka sebagai penguasa Liga Europa dengan merengkuh hat-trick juara. Ya, mereka kembali lolos ke partai puncak turnamen di musim ini. Namun lawan mereka terbilang berat, yakni raksasa Inggris yang punya sejarah besar: Liverpool.

Dengan demikian, final Liga Europa 2015/16 di St Jakob Park, Basel pada Kamis (19/5) dini hari WIB dipastikan akan menyajikan sebuah partai yang sarat gengsi. Namun, seperti apa perjalanan Liverpool dan Sevilla hingga bisa menembus Basel? Simak tabel berikut ini.

PERJALANAN MENUJU FINAL LIGA EUROPA 2015/16


Porto

LIVERPOOL

 




SEVILLA 

 
 Lawan  Hasil Babak  Lawan Hasil
Liga Europa Babak Grup Liga Champions
Bordeaux 1-1 Matchday 1 M'gladbach 3-0
Sion 1-1 Matchday 2 Juventus 0-2
Rubin Kazan 1-1 Matchday 3 Man. City 1-2
 Rubin Kazan 1-0 Matchday 4 Man. City 1-3
 Bordeaux 2-1 Matchday 5  M'gladbach 2-4
Sion 0-0 Matchday 6  Juventus 1-0
  GRUP B

  1. Liverpool | 10 poin

  2. Sion | 9

  3. Rubin Kazan | 6

  4. Bordeaux | 4
Klasemen Akhir

Babak Grup
  GRUP D

  1. Man. City | 12 poin

  2. Juventus | 11

  3. Sevilla | 6

  4. M'gladbach | 5
  Babak Knock-out Liga Europa   
Augsburg 1-0 (0-0 | 1-0) Babak 32 Besar Molde 3-1 (3-0 | 0-1)
Man. United 3-1 (2-0 | 1-1) Babak 16 Besar Basel 3-0 (0-0 | 3-0)
Dortmund 5-4 (1-1 | 4-3) Perempat-final Athletic 3-3 (2-1 | 1-2)
Villarreal 3-1 (0-1 | 3-0) Semi-final Shakhtar 5-3 (2-2 | 3-1)
Menang: 6 | Seri: 7 | Kalah: 1

Selisih Gol: 18-10
TOTAL Menang: 6 | Seri: 2 | Kalah: 6

Selisih Gol: 22-18

Hasil-hasil seri mendominasi perjalanan Liverpool di Liga Europa musim ini, namun sudah cukup untuk mengantar mereka ke final. Progres ini tidak bisa dilepaskan dari pergantian manajer pada Oktober lalu.

Skor imbang 1-1 di Anfield kontra Sion mengakhiri rezim Brendan Rodgers sekaligus menyambut kedatangan Jurgen Klopp. Sejak saat itu, performa The Reds menggelegar hingga berhasil menembus partai puncak Liga Europa untuk pertama kali sejak 2001.

Pengaruh Klopp tersebut diakui oleh James Milner. “Dia seperti bermain bersama Anda di lapangan. Dia bisa memberi suasana positif pada skuat. Ketika Anda merasa lelah saat berlaga, kemudian melihat dia berlonjak-lonjak di pinggir lapangan, maka itu membuat Anda kembali bersemangat,” jelas Milner.

Kenyataannya, aura Klopp tidak hanya menular kepada para pemain, namun juga kepada fans. Anfield terbukti selalu bergelora dan menghadirkan energi positif, terutama selepas fase grup. Liverpool selalu menang di seluruh partai kandang babak knock-out melawan Augsburg, Manchester United, Borussia Dortmund, dan Villarreal.

Dari semuanya, laga versus Dortmund di Anfield pada 14 April lalu menjadi yang paling hebat, paling dramatis, dan paling ajaib. Dalam situasi tertinggal 3-1 di sisa 30 menit, Liverpool mampu bangkit secara luar biasa dan mencetak tiga gol balasan! Mungkin inilah partai kedua yang akan selalu dikenang fans Liverpool setelah Istanbul 2005.

Tujuh bulan sejak Klopp tiba di Merseyside, Liverpool berhasil menembus dua final. Pertama, final Piala Liga yang berakhir dengan kekalahan dari Manchester City. Tentu Klopp dan pasukannya tidak ingin gagal di final kedua pada tengah pekan ini.

Sevilla sendiri bisa dikatakan kurang begitu layak untuk menembus final Liga Europa. Pasukan Unai Emery menelan enam kekalahan dalam proses menuju final dan nyaris tersingkir di perempat-final. Meski demikian, mental juara Sevilla memang tidak bisa dibohongi.

Sevilla mendapat tiket otomatis ke fase grup Liga Champions 2015/16 setelah menjuarai Liga Europa 2014/15, namun mereka tak berdaya di grup neraka melawan tim-tim raksasa seperti Juventus dan Manchester City. Kevin Gameiro dkk. pun hanya finis di urutan ketiga sehingga terpaksa turun kasta ke Liga Europa, kembali ke habitat yang sudah mereka akrabi.

Hasilnya, Sevilla melaju cukup mulus sejak babak 32 besar, kecuali saat bertemu sesama tim Spanyol, Athletic Bilbao, di perempat-final. Beruntung, Athletic bisa disingkirkan lewat adu penalti dengan skor 5-4 di leg kedua setelah bersaing alot hingga babak perpanjangan waktu dengan agregat ketat 3-3.

Pengalaman dan kematangan Sevilla pada akhirnya berbicara. Tanpa kesulitan berarti, Sevillistas melibas Shakhtar Donetsk di semi-final dan kini tinggal berjarak satu pertandingan untuk mengukir sejarah baru sebagai tim pertama yang mencetak hat-trick juara Liga Europa.