ROAD TO BERLIN: Barcelona Libas Para Jawara

Dalam perjalanan sebelum menghadapi sang kampiun Italia di final, El Barca tampil meyakinkan dengan mengeliminasi tiga jawara bertahan dari EPL, Ligue 1, dan Bundesliga.

*) Red.: Artikel ini sebelumnya telah diterbitkan pada 14 Mei 2015

Dominasi Barcelona di era kontemporer sepakbola Eropa masih kuat. Setelah merebut tiga gelar hanya dalam rentang enam musim (2006 hingga 2011), Barcelona tak perlu menunggu terlalu lama untuk kembali menembus final Liga Champions .

Cuma empat tahun usai kejayaan di Wembley bersama Pep Guardiola, The Catalans dipastikan bertanding memperebutkan gelar juara pada laga puncak musim ini di Olympiastadion Berlin kontra Juventus, 6 Juni mendatang.

Perjalanan El Barca menuju final tahun ini sangat gemilang dan meyakinkan, dengan mengeliminasi tiga jawara bertahan dari tiga liga top Eropa: Liga Primer Inggris, Ligue 1 Prancis, dan Bundesliga Jerman, sebelum mengadu kekuatan dengan sang kampiun Serie A Italia, Juventus. Walau sempat diragukan, Luis Enrique sukses menemukan formula pas untuk memaksimalkan potensi lini serang dahsyat dalam rupa trisula MSN - Lionel Messi, Luis Suarez, dan Neymar.

Babak Penyisihan Grup

Sebagai runner-up La Liga musim lalu, Barcelona otomatis lolos ke fase grup dan tergabung dengan Paris Saint-Germain, Ajax Amsterdam, serta APOEL di Grup F. Hasil kurang optimal mewarnai sepasang matchday perdana, saat Barca hanya menang tipis 1-0 kala menjamu APOEL sebelum dipaksa menyerah 3-2 oleh PSG di Parc des Princes.

Namun, setelahnya Blaugrana menyapu bersih poin dalam empat pertandingan tersisa. Berturut-turut Ajax dihantam 3-1 di Camp Nou dan 2-0 di Amsterdam ArenA, lalu APOEL dicukur empat gol tanpa balas di markas lawan, dan terakhir Barca balas mempecundangi PSG 3-1. Skuat Enrique lolos ke fase gugur dengan 15 poin, unggul dua atas Les Parisiens.

16 Besar

Seperti tahun lalu, Barcelona kembali terundi menghadapi Manchester City di fase knock-out pertama, dan mereka sekali lagi menunjukkan hegemoni di hadapan klub kaya Inggris tersebut. Dua kali The Eastlands harus mengakui keunggulan Barca dalam dua leg. Luis Suarez menandai momen kembali ke Inggris dengan dua kali menjebol gawang Joe Hart, yang hanya dibalas oleh satu gol Sergio Aguero. Di Camp Nou, superioritas Barca semakin tampak dengan diorkestrasi oleh kebrilianan Messi, tapi performa istimewa Hart membuat tuan rumah cuma bisa membuat satu gol lewat Ivan Rakitic dari kreasi La Pulga.

Perempat Final

Laga-laga familiar semakin sering tergelar di Liga Champions belakangan ini, dan demikian kasusnya di delapan besar bagi Barca, yang harus bentrok lagi dengan PSG. rival mereka di fase grup musim ini dan di perempat-final dua tahun silam. Kalau pada 2012/13 Barca "hanya" unggul melalui agregat gol tandang, kali ini kemenangan mereka tak terbantahkan. Neymar dan Luis Suarez (2 gol) memberikan keunggulan 3-1 di Paris sebelum Neymar memborong dua gol di Camp Nou untuk menamatkan kans Les Rouge-et-Bleu.

Semi Final

Tema reuni sangat kental mewarnai pertemuan Barcelona dan Bayern Munich pimpinan Pep Guardiola di empat besar, tapi nuansa sentimental dengan sang eks entrenador tak menghalangi Blaugrana untuk tampil digdaya. Die Roten yang dirundung krisis cedera sempat menjaga skor kacamata selama 77 menit duel pertama di Camp Nou sebelum Messi menunjukkan maginya dengan membuat sepasang gol indah dan melepas assist untuk gol pelengkap Neymar. Nama terakhir lantas dua kali lagi memperdaya Manuel Neuer pada second leg di Allianz Arena. Barca pada akhirnya tunduk 3-2 dalam laga tersebut, tapi mereka tetap melenggang ke Berlin dengan keunggulan agregat 5-3, sekaligus membalaskan kekalahan memalukan dengan skor total 7-0 di babak yang sama dari Bayern arahan Jupp Heynckes dua tahun silam.