Saatnya Argentina Hentikan Dahaga Trofi Juara Di Copa America?

Dengan skuat mentereng, Argentina yang terakhir kali menjadi juara pada 1993 silam tidak memiliki alasan untuk gagal di kesempatan kali ini.

Timnas Argentina mengusung misi untuk menjadi juara di gelaran Copa America 2015 ini. Bermaterikan pemain-pemain mentereng, tim Tango tidak memiliki alasan untuk gagal di edisi ke-44 kali ini.Sejarah mencatat, La Albiceleste terakhir kali meraih supremasi tertinggi di Amerika Selatan tersebut pada 1993 silam – cukup lama untuk tim yang memiliki reputasi kelas dunia seperti Argentina – dan full-back Pablo Zabaleta, yang gagal meraih trofi bersama Manchester City di level klub, berniat mengubah nasib buruknya menjadi manis dengan tekad membawa negaranya keluar sebagai kampiun.“Ini sudah menjadi musim yang mengecewakan, bagi saya pribadi, karena tidak memenangi apapun dengan Manchester City,” demikian Zabaleta. “Anda lihat pada para pemain yang kami miliki di tim dan Anda berharap untuk memenangkan sesuatu. Hal itu sama dengan yang menimpa tim nasional, namun sepakbola terkadang seperti itu dan itu memang terjadi. Tidak semuanya sempurna. “Setelah apa yang terjadi dengan City, saya harus memastikan kami melakukan sesuatu bersama Argentina,” tutupnya.

Zabaleta bertekad 'melakukan sesuatu' bersama tim nasional.

Sebelum memastikan diri mengangkat trofi, Argentina terlebih dahulu harus melewati hadangan Jamaika, Paraguay dan Uruguay sebagaimana mereka terundi di Grup B.Dua laga pertama terbilang berat untuk pasukan Gerardo Martino, mengingat mereka dipertemukan dengan Paraguay dan Uruguay, yang dianggap sebagai dua kekuatan di zona CONMEBOL. Jika mereka mampu memenangi salah satu dari laga tersebut, besar kemungkinan bagi mereka untuk lolos ke babak perempat-final mengingat di matchday terakhir babak grup mereka dipertemukan tim undangan Jamaika.Dengan skuat yang disesaki bintang, Lionel Messi, yang baru saja mengantar Barcelona meraih treble winners, masih merasa lapar dan memasang target untuk menyabet makhota jawara Copa America."Saya memiliki perasaan lebih baik untuk Copa America ini ketimbang untuk Piala Dunia lalu," tutur Messi dilansir Marca. "Menjadi sebuah mimpi untuk memenangi trofi dengan Argentina. Grup ini pantas meraih sesuatu. Kami sempat sangat down setelah Piala Dunia."Argentina adalah salah satu favorit. [Tapi] ada lawan-lawan hebat dan saya tahu Copa kali ini lebih berimbang ketimbang sebelumnya. Baik saya maupun [Javier] Mascherano sama-sama fokus pada Copa America. Kami menginginkan trofi dengan Argentina," tandasnya.

Messi bertekad mempersembahkan trofi untuk Argentina.

Tekad Messi tersebut bukannya terlalu muluk. Menilik sejarah di masa lalu, Argentina memiliki kenangan manis jika Cile menjadi tuan rumah Copa America. Dari enam penyelenggaraan yang dilangsungkan di Cile, tim Tango sukses meraih empat trofi juara dan berakhir sebagai runner-up sebanyak dua kali. Saat Cile terakhir kali menjadi tuan rumah pada 1991 silam, Argentina yang diperkuat Gabriel Batistuta dan Diego Simeone keluar sebagai yang terbaik di gelaran tersebut.Untuk tahun ini, Martino selaku pelatih bahkan mengaku siap untuk terjun di turnamen akbar tersebut setelah membantai Bolivia 5-0 di partai pemanasan terakhir pada akhir pekan kemarin, dan meyakini timnya akan semakin kuat ketika melakoni Copa America."Saya yakin ada beberapa tim yang mengawali Copa America dengan performa hebat," ujar mantan pelatih Barcelona ini. "Brasil, Cile, Uruguay, Paraguay, Ekuador - semuanya dalam kondisi terbaik. Apa yang kami inginkan adalah berkembangnya performa kami ketika menantang rival kami."Secara umum, saya puas. Dalam pertandingan semacam ini, ada keraguan atau ketakutan akan cedera. Namun di sisi lain, setelah laga persahabatan ini, Anda bisa menjadi makin percaya diri atau mungkin semakin ragu."Jadi kami senang bisa bermain, mengetahui apa yang bisa kami lakukan, dan siap untuk bersaing," tandasnya.Kesempatan Argentina untuk menjadi juara memang sangat terbuka. Dengan rata-rata usia pemain yang berada di kisaran 27,95 tahun, tidak terbantahkan lagi jika ini merupakan generasi emas yang bisa melakukan sesuatu.Messi, Sergio Aguero, Carlos Tevez, Ezequiel Lavezzi hingga Gonzalo Higuain merupakan andalan Albiceleste untuk berbicara banyak sebagaimana Argentina membidik trofi ke-15 nya di turnamen ini.

RESPECT dan FAIR PLAY. Mari berikan komentar yang sehat dan bermanfaat dalam kolom komentar yang telah kami sediakan.