Salam Perpisahan Iker Casillas Untuk Real Madrid

Casillas ingin dikenang sebagai sosok yang baik sebagaimana ia yang tak kuasa menitikkan air mata saat mengucapkan salam perpisahan.

Iker Casillas tak kuasa menahan tangis saat mengucapkan salam perpisahan kepada Real Madrid pada Minggu (12/7) sebagaimana ia mengonfirmasi bahwa dirinya merupakan pemain FC Porto.Sang kiper mengakhiri 25 tahun kariernya di Santiago Bernabeu untuk bergabung dengan raksasa Portugal tersebut setelah terjadi kesepakatan pada Sabtu (11/7) malam.Dalam tangisnya, Casillas berterima kasih kepada suporter klub yang telah mendukungnya selama ia berkarier untuk Los Blancos selagi ia tak sabar untuk memasuki babak baru dalam kariernya.“Saya harus datang ke stadion hebat ini untuk mengucapkan salam perpisahan kepada kalian semua,” ujarnya. “Terutama untuk fans Madrid. Sebagaimana Sabtu kemarin saya sudah tidak lagi menjadi pemain Real Madrid, kini saya akan adalah pemain Porto.“Saya pindah ke Porto untuk sejumlah alasan. Yang pertama saya bergabung dengan Porto karena ambisi yang disampaikan sang pelatih kepada saya.“Yang kedua, karena perhatian mereka, mereka memenangkan hati saya. Saya akan melakukan segala yang saya bisa untuk tidak mengecewakan mereka dan berjuang sekeras mungkin untuk memenangkan banyak gelar yang bisa saya raih di sana.”Kesulitan untuk berkata-kata, kiper pemenang Piala Dunia itu tak lupa berbicara soal pengaruh Madrid terhadapnya sebagai manusia dan atlet, dan meminta para suporter untuk mengenangnya sebagai ‘sosok baik’ alih-alih seorang kiper.“Klub ini tidak hanya mengajarkan saya bagaimana untuk menjadi olahragawan, mereka juga mengajarkan saya bagaimana untuk menjadi manusia.“Saya belajar banyak dari semua pelatih saya. Mereka sangat penting dalam perkembangan dan karier saya. Setiap hari kami sudah membentuk bagian dari Real Madrid dan mereka selalu mendukung saya.“Saya ingin mengucapkan terima kasih kepada orang tau saya dan keluarga saya.“Terima kasih kepada fans Madrid atas dukungannya, [terima kasih karena telah] membantu saya mengangkat setiap piala, setiap kesuksesan. Terima kasih atas kebersamaannya dalam momen yang baik dan buruk.“Terima kasih pula karena memberikan tangannya ketika saya membutuhkan bantuan. Saya tidak ingin diingat sebagai kiper yang bagus atau buruk, saya hanya ingin dikenang sebagai manusia yang baik, beserta kesalahan-kesalahan saya.“Terima kasih. Terima kasih. Beribu-ribu terima kasih. Kemana pun saya pergi, saya akan selalu meneriakkan ‘Hala Madrid’.“Saya yakin di masa depan kita akan saling bertemu lagi. Saya takkan mengucapkan selamat tinggal karena ini bukan perpisahan. Saya harap untuk bisa bertemu kalian lagi. Termia kasih, kepada kalian semua.”