Sejarah Hari Ini (1 Juni): Cedera Parah Boaz Solossa, 2007

Boaz harus mengubur mimpi memperkuat timnas Indonesia di ajang Piala Asia 2007 lantaran cedera kaki yang dialaminya sebulan sebelum ajang tersebut.

OLEH MUHAMAD RAIS ADNAN Ikuti di twitter
Pecinta sepakbola nasional tentunya sangat mengenal sosok Boaz Solossa. Bagaimana tidak, pemain asal Papua ini bisa dibilang sebagai salah satu striker terbaik yang dimiliki Indonesia.
Namun begitu, perjalanan karier sepakbola profesional pemain kelahiran Sorong, 16 Maret 1986, ini juga tak selalu mulus. Ya, Boaz juga pernah mengalami masa kelam dalam kariernya.
Salah satunya, saat dia menderita cedera terparah pada 1 Juni 2007. Ya, tepat tujuh tahun lalu kapten Persipura Jayapura ini harus menerima kenyataan pahit mengalami cedera parah pada engkel kaki kanannya.
Tragedi itu terjadi ketika Boaz sedang memperkuat timnas Indonesia yang sedang beruji coba melawan Hong Kong di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta. Saat itu, pertandingan sudah berlangsung 70 menit, dan timnas sedang dalam posisi unggul 2-0.
Dua gol yang diciptakan tim Garuda berasal dari Bambang Pamungkas pada menit ke-54 dan bunuh diri Man Pai Tak (63). Boaz yang melakukan akselerasi dari sayap kiri dihentikan pemain Hong Kong dengan tekel keras dari belakang.
Sontak, Boaz langsung mengiris kesakitan. Firman Utina yang saat itu menghampiri Boaz pun sampai memegang kepalanya sendiri tanda tak percaya, adik Ortizan Solossa itu kakinya bisa cedera separah itu. Firman langsung memberikan kode supaya Boaz segera diganti. Timnas sendiri mengakhiri laga itu dengan kemenangan 3-0, setelah Zaenal Arif menyumbangkan gol penutup pada menit ke-73.
Usai pertandingan, pelatih timnas saat itu Ivan Kolev, mengaku sangat bersedih dengan cederanya Boaz. Terlebih, dia menjadi bagian dari rencana skema 4-3-3 yang diusung Kolev untuk Piala Asia. Apalagi, ajang tertinggi sepakbola Asia itu bakal digelar sekitar sebulan lagi.
Tak pelak, cederanya Boaz membuat pelatih asal Bulgaria tersebut harus memutar otak lebih keras. Pasalnya, Indonesia berada satu grup dengan Korea Selatan, Arab Saudi, dan Bahrain, yang merupakan kekuatan utama sepakbola di Asia.
Masa penyembuhan cedera itu juga membutuhkan perjuangan yang tidak mudah. Sempat merasa tidak diurus proses penyembuhannya oleh timnas, Bochi--sapaan akrab Boaz--mendapatkan perhatian lebih dari Persipura, klub yang membesarkan namanya. Persipura menanggung semua biaya pengobatan Boaz hingga sembuh.
Bahkan usai kejadian itu, sempat diisukan Boaz tak ingin memperkuat timnas lantaran kecewa dengan sikap PSSI yang seakan tidak bertanggung jawab terhadap proses penyembuhan cederanya.
Belum lagi, efek dari cedera tersebut masih dirasakannya hingga sekarang. Beberapa kali Boaz seperti rentan terkena cedera pada kakinya, yang memakan waktu cukup lama penyembuhannya.
Terakhir, pada awal musim kompetisi Indonesia Super League musim ini pemain berusia 28 tahun itu juga kembali mengalami cedera pada bagian kakinya. Itu membuatnya harus absen pada beberapa laga awal bersama tim Mutiara Hitam musim ini.
Tapi, Boaz tetaplah Boaz. Dia mampu menunjukkan sebagai mutiara dari Papua yang selalu bisa memukau lewat aksi dan gol-golnya.

RESPECT dan FAIR PLAY. Mari berikan komentar yang sehat dan bermanfaat dalam kolom komentar yang telah kami sediakan.