Sejarah Hari Ini (1 Maret): Sang Pencetus Piala Dunia Terpilih Jadi Presiden FIFA

Jika Jules Rimet tidak menjadi presiden FIFA, mungkin Piala Dunia tidak pernah ada.

OLEH SANDY MARIATNA Ikuti di twitter
Pencinta sepkbola dunia patut mengenang hari ini sebagai salah satu hari bersejarah. 1 Maret 1921 atau tepat 94 tahun yang lalu, seorang pengacara asal Prancis, Jules Rimet, terpilih menjadi presiden FIFA ketiga.
Rimet bukanlah sembarang orang di dunia sepakbola. Pria asal Prancis itu bukan hanya sebagai orang yang terlibat dalam pendirian FIFA, tetapi yang paling dikenang adalah usulannya untuk membuat turnamen antarnegara. Nantinya, turnamen tersebut berkembang menjadi ajang sepakbola paling prestisius di dunia. Piala Dunia adalah nama turnamen itu.
Ya, Rimet memunculkan ide untuk menyelenggarakan Piala Dunia tersebut semasa ia menjabat sebagai presiden FIFA. Usulan itu ia ajukan pada 1928 dan baru terealisasi dua tahun kemudian di mana Piala Dunia pertama kali, Piala Dunia 1930, digelar di Uruguay. Atas jasanya itu, trofi Piala Dunia diberi nama Piala Jules Rimet sebagai penghormatan baginya.
Jauh sebelum usulan Piala Dunia tersebut diterima, Rimet bersama beberapa rekannya berinisiatif untuk mendirikan organisasi yang memayungi sepakbola di seluruh dunia. FIFA pun lahir pada tahun 1904. Kompatriotnya, Robert Guerin, terpilih menjadi presiden FIFA pertama selama dua tahun sebelum digantikan oleh Daniel Woolfal.
Rimet sendiri punya jabatan sebagai presiden Federasi Sepakbola Prancis (FFF) sejak tahun 1919 sebelum terpilih menjadi presiden FIFA dua tahun berikutnya menggantikan Woolfal. Dua jabatan ini ia lakoni secara bebarengan selama 20 tahun ke depan hingga ia memutuskan pensiun sebagai presiden FFF pada 1942 namun tetap melanjutkan jabatannya di FIFA hingga 1954.
Masa jabatannya selama 33 tahun ini menjadikan Rimet sebagai presiden terlama FIFA sepanjang sejarah. Joao Havelange (1974-1998) berada di bawahnya dengan waktu berkuasa selama 24 tahun. Selama kurun waktu lebih dari tiga dekade itu, Rimet juga menambah anggota FIFA dari yang tadinya hanya 12 orang menjadi 85 orang di akhir jabatannya.
Pada 1956, atau dua tahun usai melepaskan jabatannya sebagai presiden FIFA, Rimet meninggal dunia yang terjadi hanya dua hari setelah hari ulang tahunnya yang ke-83.

addCustomPlayer('12vpq2gcav7p4145hxea3k767a', '', '', 620, 540, 'perf12vpq2gcav7p4145hxea3k767a', 'eplayer4', {age:1407084748852});

Topics