Sejarah Hari Ini (10 Februari): Rekor Gol Laszlo Kubala

64 tahun lalu, Laszlo Kubala mencetak tujuh gol dalam satu pertandingan La Liga Spayol dan hingga kini rekor tersebut belum terlampaui.

Pecinta sepakbola era ini, terutama yang mendukung Barcelona, pastinya terkagum-kagum dengan aksi Lionel Messi dalam memecahkan berbagai rekor.Betapa tidak, di usianya yang masih 28 tahun, La Pulga menjadi topskor sepanjang masa Barcelona dan memecahkan berbagai rekor lain di kancah Eropa maupun dunia. Ia merupakan sebuah fenomena bagi Barcelona, lagi sepakbola.

Namun jauh sebelumnya, Barcelona juga pernah melahirkan fenomena lain yang dikenal sebagai Laszlo Kubala Stecz – salah satu penyerang paling berbakat sepanjang sejarah. Dan tepat 64 tahun yang lalu, penyerang dengan tiga kebangsaan itu mencatatkan rekor fenomenal di Spanyol yang hingga kini belum dilampaui, bahkan oleh Messi.

Lahir di Budapest, Hongaria, pada 1927, Kubala mengawali jatuh cintanya dengan sepakbola bersama tim divisi ketiga Ganz TE. Setelah itu kariernya menanjak di Hongaria, namun sedikit terganjal karena ia mengungsi dari satu tempat ke tempat lain. Awalnya ia mengungsi dari Hungaria ke Cekoslowakia (sekarang Republik Ceko), kemudian ia kembali lagi ke Hongaria beberapa tahun setelahnya. Itu semua dilakukan Kubala demi menghindari wajib militer.

Di Januari 1947, Kubala kembali kabur dari negaranya karena ingin bermain sepakbola sekaligus menghindari wajib militer. Ia tiba di Italia, lalu sempat bermain bersama Torino dalam laga persahabatan melawan SL Benfica. Malang bagi Kubala, ia ketahuan oleh negaranya dan akhirnya FIFA yang mendukung Hongaria memberi hukuman pada sang penyerang untuk tidak bermain sepakbola selama setahun.

Adapun dalam periode tersebut, Real Madrid dan Barcelona malah menemukan bakat Kubala. Madrid bergerak lebih dulu untuk mendatangkannya, tetapi Barcelona menjadi pemilik resmi sang penyerang setelah negosiasi lebih lanjut. Penyerang yang pernah bermain bagi tim nasional Hongaria, Cekoslowakia, dan Spanyol itu pun menjadi bagian dari Camp Nou sejak 1950 – namun harus menunggu hukuman satu tahunnya berakhir.

Setelah hukuman satu tahun berakhir, Kubala melakoni debutnya di La Liga musim 1951/52. Musim perdana ini ternyata menjadi salah satu musim spesial sang penyerang bersama Blaugrana. Ia memang tidak langsung tampil maksimal, tetapi memasuki periode 1952, ketajamannya mulai tampak di depan gawang.

Dalam pertandingan melawan Sporting Gijon, tepat 64 tahun lalu di Camp Nou, Kubala turun sebagai starter bersama Barcelona. Penyerang Hongaria tersebut tampil beringas sejak awal hingga akhir pertandingan dan ketika peluit panjang dibunyikan, ia sudah mencetak tujuh gol dalam kemenangan 9-0 atas Gijon!

Rekor tersebut menjadi salah satu rekor yang belum bisa dipatahkan saat ini, tetapi sumbangsih Kubala tidak berhenti sampai di situ. Ia berhasil memboyong empat gelar La Liga, lima trofi Copa del Generalisimo (sekarang Copa del Rey), dan lima trofi domestik lainnya. Ia mengakhiri kariernya di Barcelona setelah mengabdi selama sepuluh tahun dan dalam perjalanan tersebut, Kubala telah mencatatkan 256 penampilan serta 194 gol di semua kompetisi.

Setelah gantung sepatu, Kubala sempat menangani Barcelona sebagai pelatih, tetapi kariernya dalam dunia manajerial tidak sedahsyat karier pemainnya. Kubala jauh lebih dikenal sebagai penyerang mahadahsyat di masanya – yang salah satu rekornya belum dipecahkan oleh siapapun di era ini.