Sejarah Hari Ini (13 Juli): Jerman Jadi Terbaik Dunia

Jerman mengalahkan mitos tim Eropa di Amerika Selatan sebagaimana Mario Gotze mempersembahkan gelar dunia keempat untuk Der Panzer.

Hari ini setahun yang lalu, Estadio Maracana di Rio de Janeiro menjadi saksi penahbisan pemenang Piala Dunia 2014, di mana waktu itu yang keluar sebagai juara adalah tim nasional Jerman.Di hadapan 74.738 penonton yang memadati stadion tersebut, Mario Gotze dengan kecerdikannya menjadi aktor yang membawa Jerman mengalahkan Argentina untuk kemudian menyegel titel keempat mereka di ajang Piala Dunia sekaligus mengakhiri kututkan tim Eropa yang berlaga di kawasan Amerika Selatan.Di pertandingan itu Jerman mencoba menekan sejak awal, yang mana dibalas instan oleh Argentina lewat akselerasi Lionel Messi. Hilangnya sosok Sami Khedira di lini tengah nampaknya cukup mempengaruhi filter pertahanan Der Panzer, dan petaka terjadi lantaran Christoph Kramer, yang dipercaya menggantikan peran Khedira, justru tersungkur dan tak mampu melanjutkan pertandingan karena cedera.Babak pertama pun berakhir sama kuat 0-0. Baik Argentina dan Jerman sama-sama memiliki peluang emas untuk unggul, namun keduanya tak dapat menembus ketatnya pertahanan masing-masing.Memasuki paruh kedua, Jerman yang berulang kali mencoba menyerang dari sisi kanan pertahanan Argentina kerap menemui kebuntuan karena tak ada umpan silang yang benar-benar bisa dilahap matang oleh Miroslav Klose atau Thomas Muller.Maracana pun terasa lebih tegang untuk Low di sisi lapangan sebagaimana Jerman terus-menerus kandas untuk menciptakan kans matang. Di sisi lain suporter Argentina lebih bergelora di 'tanah' mereka sendiri karena taktik dari Alejandro Sabella masih nampak ampuh hingga menit ke 70'. Enzo Perez yang tak sebaik saat melawan Belanda di semi-final akhirnya harus mengakhiri finalnya di menit ke-86 dan digantikan Fernando Gago. Satu menit berselang, Klose menutup kiprah final Piala Dunia terakhirnya tanpa gol saat harus ditarik keluar dengan tempatnya diisi Gotze.Tiga menit waktu tambahan ditetapkan dengan skor masih imbang tanpa gol .Dan seolah tak terhindarkan, 90 menit waktu normal pun berakhir dengan skor imbang tanpa gol.Di babak perpanjangan waktu Argentina cenderung bermain lebih dalam dan Jerman tak segan menekan. Meski demikian serangan yang nyaris berbuah gol malah lahir dari Argentina di menit ke-97 lewat aksi Rodrigo Palacio. Berhadapan langsung dengan Manuel Neuer di kotak penalti, tendangan Palacio memang mampu mengelabui kiper Bayern Munich tersebut, namun arah bola masih tak bersahabat yang artinya belum mengubah skor.Di paruh kedua kedua perpanjangan waktu Argentina masih terlihat sama dengan 15 menit sebelumnya, mereka sabar dan menunggu Jerman masuk lebih dahulu. Bastian Schweinsteiger beberapa kali jadi korban hantaman di lini tengah hingga ia harus keluar sementara karena mendapati area sekitar matanya berdarah setelah terlibat kontak dengan Sergio Aguero di udara di menit ke-109. Memang permainan Argentina lebih keras kali ini, ofisial di bangku cadangan Jerman pun sempat dibuat meradang hingga wasit Rizzoli meminta agar lebih tenang.Ketika tempo melamban, secara mengejutkan barisan belakang Argentina seakan hilang konsentrasi dan hal tersebut dimanfaatkan oleh Gotze yang lepas dari kawalan. Schurrle mengirim umpan silang dari sisi kiri, Gotze datang dari belakang dan menyambut bola untuk melepaskannya ke mulut gawang Romero dengan posisi menjatuhkan badan. 1-0 akhirnya Jerman unggul di menit ke-113!Tertinggal, Argentina berusaha bangkit. Berulang kali umpan silang dilancarkan namun Neuer sigap meninjunya. Hingga tendangan bebas Messi di penghujung laga pun tak bisa menyelamatkan mereka dari kekalahan yang seolah sudah menjadi suratan takdir.Dan ketika wasit meniupkan peluit akhir, Argentina harus kalah tipis dari Jerman lewat gol semata wayang Gotze.

 

Topics