Sejarah Hari Ini (13 November): Hat-trick Milan Baros Buat Liverpool

Tepat sepuluh tahun lalu, Milan Baros mencetak hat-trick pertamanya untuk Liverpool.

OLEH YUDHA DANUJATMIKA Ikuti di twitter

“Milan Baros adalah seorang pemain yang luar biasa. Saya pikir, ia adalah pemain terbaik mereka [Liverpool]. Itulah yang saya pikirkan, ia melukai kami hari ini,” ujar Iain Dowie, manajer Crystal Palace 10 tahun lalu.

Wajar saja kalau pelatih lawan sampai memuji Baros. Dalam laga yang berakhir 3-2 untuk kemenangan Liverpool itu, Baros memborong tiga gol Liverpool dan jadi pemain terbaik dalam laga itu.

Penyerang Republik Ceska itu mencetak dua gol penalti dan satu golnya lagi tercipta dari tendangan bebas yang ia hasilkan. Memang, pihak Palace sempat mengecam Phil Dowd yang terlalu mudah memberikan pelanggaran. Dowie bahkan menyindir aksi ‘teaterikal’ yang dilakukan Baros untuk mendapat pelanggaran. Namun, kritik apapun tetap takkan bisa membantah penampilan ciamik Baros malam itu.

Di menit 23, Baros menerima bola back-heel dari Dietmar Hamann yang baru saja menjalin kerja sama ciamik dengan Xabi Alonso. Penyerang The Reds ini tinggal berhadapan dengan kiper, tapi Mikele Leigertwood menghentikan lajunya dengan menarik dari belakang. Wasit langsung menunjuk titik putih dan Baros membuka keran golnya.

Setelah berkarir di Liga Primer Inggris, Baros melanglangbuana ke Antalyaspor & Banik Ostrava

Jelang bubaran, Jonas Kolkka mampu menyamakan kedudukan, namun ia melanggar Baros dan wasit memberikan hadiah tendangan bebas pada Liverpool.

Alonso memberikan bola pada Harry Kewell yang ada di sisi kanan lapangan dan pemain Australia itu melambungkan umpan silang ke kotak penalti. Ternyata Baros telah memastikan diri di tempat yang tepat dan dengan mudah mencetak gol keduanya.

Delapan menit setelah jeda, tim tamu kembali menyamakan kedudukan secara mengejutkan. Watson memberikan bola pada Kolkka dan Finn memberikan umpan lambung pada Michael Hughes. Penyerang Palace ini dengan mudah menanduk bola ke gawang Chris Kirkland.

Ironisnya, gol penentu Baros merupakan satu-satunya gol yang tidak dipertanyakan. Di menit akhir pertandingan, penyerang Ceko itu mengejar umpan terobosan Kewell, namun ia dijatuhkan oleh Danny Granville. The Reds mendapat hadiah penalti dan Baros menaklukkan Kiraly sekali lagi, lalu meninggalkan lapangan untuk diganti.

“Saat Anda kehilangan penyerang karena cedera, Anda membutuhkan kontribusi semua pemain yang ada,” ujar Benitez mengomentari cedera Michael Owen dan Djibril Cisse. “Kami punya Mellor, Sinama-Pongolle, dan Kewell sebagai penyerang kedua, sama halnya dengan Milan, dan kami akan selalu membutuhkan bantuan mereka.”

“Di kesempatan ini, Milan yang melakukannya. Saya harap di laga besok, ada pemain lain,” tandasnya.

Sejak saat itu, Milan Baros menjadi sosok penting di lini depal Liverpool, apalagi selepas kepergian Michael Owen. Sayang, di tengah puncak karirnya, Baros mengalami cedera dan penampilannya mengalami penurunan setelah itu.

Kini Baros bermain bagi Banik Ostrava, klub dari Republik Ceska.

addCustomPlayer('1qf27stvxh8r71az2qpbo5isho', '', '', 620, 540, 'perf1qf27stvxh8r71az2qpbo5isho', 'eplayer4', {age:1407083158258});

RESPECT dan FAIR PLAY. Mari berikan komentar yang sehat dan bermanfaat dalam kolom komentar yang telah kami sediakan.