Sejarah Hari Ini (15 Agustus): Pemuda Itu Bernama Thomas Muller

Topics

Enam tahun silam Thomas Muller melakukan debutnya di Bundesliga untuk Bayern Munich.

OLEH DEDE SUGITA Ikuti di twitter

Pada 15 Agustus 2008, seorang anak muda jangkung berperawakan ceking memperoleh kesempatan debut untuk Bayern Munich di ajang Bundesliga dari pelatih Jurgen Klinsmann.

Ia tampil menggantikan Miroslav Klose pada sepuluh menit terakhir laga kandang menghadapi Hamburg SV dalam posisi Bayern tertahan imbang 2-2. Tak ada yang istimewa dari aksi perdana sang youngster. Ia gagal membuat impak untuk mengubah skor. Singkatnya, debut yang pantas dilupakan.

Siapa sangka, nantinya pemain tersebut justru menjelma menjadi salah satu pilar penting tak hanya untuk Bayern, tapi juga tim nasional Jerman. Dialah Thomas Muller.

Muller dipromosikan Klinsmann ke skuat utama setelah musim sebelumnya menunjukkan performa cemerlang bersama tim reserve di divisi III Jerman dengan mengemas 15 gol dari 32 partai.

Tampak biasa saja tapi sangat berbahaya

Terlepas dari permainannya yang biasa saja kontra Hamburg, Muller melakoni tiga partai lagi dengan Bayern di Bundesliga 2008/09. Ia juga mengecap laga perdana di Liga Champions dalam kemenangan 7-1 atas Sporting pada leg kedua fase 16 besar. Debut di pentas Eropa itu langsung ditandainya dengan mencetak gol penutup keunggulan komprehensif The Bavarians.

Meski Klinsmann yang memberikan debut, Muller baru menjalani musim breakthrough di bawah asuhan Louis van Gaal, yang memang dikenal piawai membina pemain muda, pada kampanye berikutnya.

Muller selalu turun dalam 34 putaran Bundesliga, 29 di antaranya sebagai starter, dan berperan penting membantu Die Roten merengkuh gelar ganda Deutscher Meister dan DFB-Pokal. Potensi treble Bayern pada musim tersebut hanya kandas lantaran mereka ditundukkan Internazionale di final Liga Champions.

Sinar terang Muller berlanjut ke pentas internasional. Dari semula berada di lis cadangan Joachim Low, Muller akhirnya dipanggil menembus skuat final untuk Piala Dunia 2010 menyusul cederanya Michael Ballack. Seperti diketahui, pada turnamen besar pertamanya itu Muller langsung menjadi topskor dan menyabet gelar Pemain Muda Terbaik.

Muller terus konsisten bermain di level tinggi hingga memborong treble bersama Bayern tahun lalu dan menjadi kampiun Piala Dunia 2014 bersama skuat Jerman di Brasil.

Jadi raja dunia di Brasil

Harus diakui bahwa Muller bukanlah pemain dengan dribel oke atau lihai memainkan trik-trik untuk mengelabui lawan, namun bukan tanpa alasan ia dapat mematenkan tempat inti dalam tim seperti Bayern dan Jerman. Pemain satu ini banyak dipuji karena kematangan, kecepatan, teknik, kewaspadaan, dan pengambilan posisinya. Sekilas Muller seperti tak bisa menciptakan bahaya, tapi saat sudah berpikir seperti itu, kubu lawan hampir pasti bakal celaka.

Berbicara soal posisinya yang tak pernah tetap di lapangan, Muller mendeskripsikan dirinya dengan istilah Raumdeuter alias "penerjemah ruang".

"Muller adalah pemain yang sangat tak ortodoks dan Anda tak bisa memprediksi jalur larinya, tapi dia punya satu tujuan dan itu adalah 'bagaimana saya bisa mencetak gol?'" tutur Jurgen Klopp tentang Muller.

addCustomPlayer('1ab1dwyjh10l41hrbbvt8oavmj', '', '', 620, 540, 'perf1ab1dwyjh10l41hrbbvt8oavmj', 'eplayer4', {age:1407083391090});

RESPECT dan FAIR PLAY. Mari berikan komentar yang sehat dan bermanfaat dalam kolom komentar yang telah kami sediakan.

Topics