Sejarah Hari Ini (15 Februari): Kerusuhan Lansdowne Road

Duel antara timnas Republik Irlandia dan timnas Inggris pada 15 Februari 1995 di Lansdowne Road, ternyata memiliki arti lebih dari sekadar pertandingan bertajuk 'persahabatan'.

OLEH AHMAD REZA HIKMATYAR Ikuti @rezahikmatyar di twitterAviva Stadium merupakan stadion kebanggaan Republik Irlandia, yang jadi kandang tim nasional dua cabang, yakni rugby dan sepakbola. Dahulu nama stadion berkapasitas 50 ribu tempat duduk tersebut adalah Lansdowne Road, mengacu pada lokasi berdirinya bangunan di ibu kota negara, Dublin. Namun siapa sangka jika Lansdowne Road dahulu pernah jadi arena perkelahian hebat antara dua suporter sepakbola, yakni Rep. Irlandia sendiri dengan negara serumpunnya, Inggris. Tragedi itu meledak tepat 20 tahun lalu, yang ironisnya terjadi dalam duel bertajuk persahabatan antara kedua timnas.

"Anak saya melakukan perjalanan menggunakan kapal dari pelabuhan Liverpool, khusus untuk laga ini. Kemudian dirinya bercerita soal atmosfer mengecam yang hadir dari sekumpulan suporter timnas Inggris, yang berada satu kapal dengannya. Saya rasa itu bukan sesuatu yang normal," ujar pelatih Rep. Irlandia, Jack Charlton, sebelum laga berlangsung. Kekhawatiran Charlton ternyata jadi kenyataan. Hal itu sudah nampak samar-samar dari mata merah para Hooligans yang memasuki Lansdowne Road, akibat kebiasaan mereka mengonsumsi bir secara berlebihan. Pekikan suara mereka yang dalam jumlah minor di stadion, secara luar biasa begitu menggema selepas sepakan mula dilakukan. Berbagai chant lantas dinyanyikan, untuk menyaingi auman suara suporter tuan rumah. Namun suara para Hooligans seketika terdiam sejenak memasuki menit ke-22. Saat itu umpan manis John Sheridan mampu diteruskan David Kelly, lewat sepakan kaki kiri yang keras menembus jala David Seaman! Kedudukan di papan skor berubah 1-0 untuk sang tuan rumah, The Boys in Green. Setelahnya, sebuah kejadian yang tak terbayangkan terjadi begitu saja. Suporter The Three Lions mengamuk sejadi-jadinya, diawali dengan menyanyikan chant anti-IRA, yang menjurus ke aliran Nazi. Mereka lantas merusak fasilitas stadion dan menghantam para suporter Irlandia secara membabi buta. Serentak nyaris seluruh penonton seisi stadion tenggelam dalam kerusuhan hingga menjalar ke dalam lapangan. Wasit pertandingan dalam laga itu, Dick Jol, spontan langsung menghentikan jalannya pertandingan, tepatnya di menit ke-27. Jol lantas memerintahkan seluruh pemain dan staf yang terlibat dalam pertandingan agar segera masuk ke dalam ruang ganti, untuk menghindari mimpi buruk yang lebih kelam. Pada akhirnya kerusuhan terhenti dua jam berselang dengan penanganan heroik polisi. Tercatat 20 penonton mengalami luka-luka dan 40 orang yang disinyalir jadi biangkerok kerusuhan ditangkap. Dilaporkan BBC, bahwa bentrokan itu terjadi akibat ulah sekumpulan suporter Inggris yang disebut Combat 18. Mereka merupakan aliran Neo-Nazi yang sangat frontal terhadap kasus The Troubles, yang melibatkan Rep. Irlandia dan Inggris pada 1922 hingga 1998. Kasus itu merupakan lanjutan dari pengakuan kerajaan Inggris pada kemerdekaan tanah Irlandia, yang mana Negeri Ratu Elizabeth tetap tak mau melepas wilayah Irlandia Utara sebagai koloni mereka. Kedua tim kemudian baru bertemu lagi pada 30 Mei 2013 di Wembley, Inggris. addCustomPlayer('1qf27stvxh8r71az2qpbo5isho', '', '', 620, 540, 'perf1qf27stvxh8r71az2qpbo5isho', 'eplayer4', {age:1407083158258});RESPECT dan FAIR PLAY. Mari berikan komentar yang sehat dan bermanfaat dalam kolom komentar yang telah kami sediakan.

Topics