Sejarah Hari Ini (15 November): Debut Profesional Johan Cruyff

15 November 1964 jadi hari paling bersejarah dalam karier spektakuler Johan Cruyff, saat dirinya menjalani debut sebagai pesepakbola profesional.

OLEH AHMAD REZA HIKMATYAR Ikuti @rezahikmatyar di twitter

Siapa yang tak mengenal Johan Cruyff? Ya, pria kelahiran Amsterdam, 25 April 1947, itu merupakan pesepakbola terbesar yang pernah dimiliki Belanda. Namanya tetap berada di posisi paling atas, meski disandingkan dengan oranye lainnya, macam Marco van Basten, Ruud Gullit, Dennis Bergkamp, hingga Arjen Robben.

Kebesaran Cruyff di dunia sepakbola baik sebagai pemain maupun pelatih tak dapat lagi dibantah. Ajax Amsterdam dan Barcelona -- dua klub yang paling lama dibelanya -- merasakan hal tersebut. Sosoknya juga jadi goresan wajib Rinus Michaels, dalam lukisan indahnya yang beranama Total Football.

Namun siapa sangka jika dahulu Cruyff nyaris saja gagal menjadi pesepakbola, karena memiliki bakat luar biasa di bidang olahraga lain. Ya, menginjak usia sepuluh tahun Pythagorus kecil mulai serius menekuni dua olahraga berbeda, yakni sepakbola dan baseball.

Pilihan untuk fokus pada salah satu bidang tersebut tak kunjung dilakukannya, karena Cruyff memang menunjukkan bakat potensial. Namun menginjak usia 15 tahun pilihan pun harus dibuat, dan cintanya pada sepakbola mengalahkan segumpal hasratnya untuk jadi pemain baseball.

Setelah menentukan pilihan, Cruyff pun bergabung dengan akademi klub terbesar dan terbaik Negeri Kincir Angin, Ajax Amsterdam. Dunia sepakbola mungkin bisa kehilangan kisah fenomenal tentang sosok berjuluk Pangeran itu, andai Cruyff lebih memilih baseball. Cruyff lakoni debut sepakbola profesional 50 tahun lalu

Cukup dua tahun mendalami teknik bermain bola di level akademi, Cruyff yang masih berusia 17 tahun lantas dipromosikan ke skuat utama. Ia melakoni debutnya sebagai pesepakbola profesional pada 15 November 1964 -- tepat 50 tahun lalu -- kala Ajax bertemu GVAV, dalam duel Eredivisie Belanda musim 1964/65.

Sayangnya debut sang calon legenda tak berjalan manis, karena Ajax tampil begitu buruknya dan harus mengakui keunggulan lawan, lewat skor 3-1. Ajaibnya, Cruyff adalah pemain yang jadi pencetak gol semata wayang De Amsterdamers dalam partai menyesakkan itu.

Perlahan namun pasti, bakat luar biasa Cruyff sebagai pesepakbola hebat terus terasah dan berkembang pesat di musim tersebut. Ia terus diberi kepercayaan, meski akhirnya Ajax harus mengakhiri musim 1964/65 sebagai musim terburuk sepanjang sejarah klub, dengan menempati peringkat ke-13 klasemen, semenjak Eredivisie jadi kompetisi profesional.

Dalam perkembangannya El Flaco lantas menjelma jadi legenda Ajax dengan persembahan delapan gelar Eredivisie, lima KNVB Baker, satu Piala Intertoto dan Piala Interkonental, sepasang gelar Piala Super Eropa, dan tiga gelar Piala Champions jadi tinta emasnya untuk klub ibu kota Belanda.

Cruyff bahkan tiga kali dinobatkan sebagai peraih gelar Ballon d'Or untuk tahun 1971, 1972, dan 1974. Tak lupa, kontribusinya untuk timnas Belanda juga mengesankan dengan mengantarkan De Oranje sebagai runner-up Piala Dunia 1974 dan peringkat ketiga Piala Eropa 1976, lewat 48 caps dan 33 gol.

addCustomPlayer('u2wjt2vbhosf1cz4captouqjq', '', '', 620, 540, 'perfu2wjt2vbhosf1cz4captouqjq', 'eplayer4', {age:1407083473877});
RESPECT dan FAIR PLAY. Mari berikan komentar yang sehat dan bermanfaat dalam kolom komentar yang telah kami sediakan.

Topics