Sejarah Hari Ini (16 Desember): 115 Tahun AC Milan Berdiri

Tepat hari ini, 115 tahun silam, salah satu klub tersukses di dunia yang telah meraih 18 trofi resmi UEFA dan FIFA berdiri.

OLEH DEWI AGRENIAWATI Ikuti di twitterBuon compleanno, AC Milan!
Milan, salah satu klub tersukses di dunia tepat pada hari ini merayakan 115 tahun klub berdiri. Associazione Calcio Milan atau yang lebih dikenal dengan AC Milan, dibentuk pada 1899 oleh pria asal Inggris Herbert Kilpin dan pengusaha Alfred Edwards.
Sejak awal berdiri, merah dan hitam selalu merepresentasikan warna klub. Merah melambangkan semangat pemain dan hitam menggambarkan ketakutan lawan melawan mereka.
I Rossoneri merupakan klub tersukses kedua di dunia sepakbola, bersama dengan Boca Juniors, setelah mengoleksi 18 trofi resmi UEFA dan FIFA. Meski demikian, perjalanan Milan untuk menjadi klub sukses tidak selalu mulus. Pada 1908, Milan menemukan perpecahan karena friksi internal terkait perekrutan pemain asing, yang kemudian menjadi cikal bakal terbentuknya tim lain, FC Internazionale.
Setelah insiden tersebut, Milan mengalami kemunduran hingga memasuki era 1950 yang menjadi salah satu periode tersukses di kompetisi domestik, dengan menyabet Scudetto pada 1951, 1955, 1957, 1957 dan 1962. Milan mulai unjuk gigi di tingkat Eropa pada 1963 dengan membekuk Benfica di final Piala Champions. Setelah menyabet berbagai titel mayor di Benua Biru di era 1970-an, Milan mengalami masa suram karena terlibat skandal Totonero pada 1980 dan mendapat hukuman degradasi ke Serie A B untuk kali pertama sepanjang sejarah.
Bolak-balik degradasi di tahun 1980, pengusaha Silvio Berlusconi mengakuisisi klub pada 20 Februari 1986 dan menyelamatkannya dari kebangkrutan. Milan terus berbenah dan Berlusconi menunjuk Arrigo Sacchi untuk menukangi klub. Urusan transfer, Il Diavolo Rosso merekrut trio Belanda Ruud Gullit, Marco van Basten dan Frank Rijkaard yang dilengkapi bakat-bakat dalam negeri seperti Paolo Maldini, Franco Baresi, Alessandro Costacurta dan Roberto Donadoni. Di era Sacchi, Milan sukses memenangkan Piala Champions dua musim beruntun usai membekuk Steaua Bucuresti dan Benfica.
Setelah Sacchi meninggalkan Milan pada 1991, posisinya digantikan Fabio Capello dan dia sukses membawa tim merebut Serie A tiga musim konsekutif antara 1992 dan 1994. Di bawah komando Capello, Setan Merah mencatat salah satu pertandingan paling memorable, kemenanan 4-0 atas Barcelona di final Liga Champions 1994.
Periode sukses Il Diavolo Rosso berikutnya terjadi di masa polesan Carlo Ancelotti yang ditunjuk pada November 2001. Ancelotti tiga kali membawa Milan ke final Liga Champions, 2003, 2005 dan 2007 namun pada final kedua mereka harus mengakui kemenangan Liverpool melalui drama adu penalti, meski unggul 3-0 saat jeda. Setelah menjadi pelatih terlama kedua Milan, dengan 420 pertandingan, Ancelotti meninggalkan klub pada 2009 untuk gabung Chelsea.
Pada 2006, Milan kembali mengalami periode buruk dengan terlibat skandal Calciopoli, di mana lima tim dinyatakan bersalah dalam pengaturan pertandingan. Klub dihukum pengurangan 15 poin dan sanksi dari Liga Champions 2006/07, namun setelah mengajukan banding penalti dikurangi menjadi delapan poin dan diizinkan berpartisipasi di kompetisi primer Eropa.
Sejak ditinggal Ancelotti, prestasi Milan cenderung menurun. Mereka terakhir kali merebut Scudetto pada musim 2010/11 saat dilatih Massimiliano Allegri yang kini menukangi Juventus.

//

RESPECT dan FAIR PLAY. Mari berikan komentar yang sehat dan bermanfaat dalam kolom komentar yang telah kami sediakan.

Topics