Sejarah Hari Ini (16 Juni): Caps Internasional Ke-100 Andrea Pirlo

16 Juni 2013, Andrea Pirlo mencatatkan caps ke-100 bersama Italia dan mencetak gol spektakuler sebagai penyedap rekornya tersebut.

Sambil mengunyah permen karet, Andrea Pirlo yang ditemani berewok lebatnya bersandar di kursi, rileks – seperti biasa – sepanjang konferensi pers jelang laga fase grup di Piala Konfederasi 2013. Padahal laga tersebut jadi laga spesial bagi sang maestro Italia karena caps ke-100 akan segera ia lakoni.

Namun sang gelandang bersikap seolah hari itu tidaklah spesial. Perangainya begitu rileks, tak ada ketegangan sedikitpun terlihat dari wajahnya. Ketika diminta bicara, tepatnya ditanya soal pendapatnya pasca dipuji oleh pelatih Meksiko, Pirlo bahkan menjawab apa adanya.

“Sangat senang ketika pelatih tim lain mewaspadai saya, tapi saya sudah terbiasa dengan hal seperti itu,” jawab Pirlo. “Dan sialnya, saya tak bermain sendirian. Kami akan menemukan solusi yang diperlukan.”

Sang gelandang kembali ditanya soal pendapatnya. Kali ini tentang Maracana, caps ke-100 yang bakal ia lakoni saat itu, serta Juninho Pernambucano. Lagi-lagi, ia menyampaikan jawabannya dengan rileks sembari memangku tangannya di meja.

“Semua anak pasti bermimpi main di sini, jadi bisa melakoni laga ke-100 bersama tim nasional di sini adalah hal spesial. Semoga saja saya bisa merayakannya dengan indah. “

“Saya pernah melihatnya menendang bola ketika bermain bagi Lyon dan pelan tapi pasti, saya mencobanya ketika latihan. Saya menirukannya di latihan agar bisa menendang bola sepertinya.”

Sekian konferensi pers jelang laga kontra Meksiko yang dilakoni oleh Pirlo. Namun jika menyaksikan laga yang terjadi keesokan harinya dan teringat kata-kata Pirlo di konferensi pers, mungkin beberapa dari kita bakal bergumam, “Dasar cenayang.”

Pasalnya, apa yang dikatakan oleh Pirlo ternyata terwujud di lapangan.

Di menit 28, Andrea Pirlo mengeksekusi tendangan bebas dari jarak 25 meter dan melengkungkan bola ke sudut gawang Meksiko. Tendangan bebas yang sempat ia pelajari dari Juninho itu ternyata ia praktekkan, seiring gol spektakuler tersebut membawa Azzurri unggul.

Sayang, keunggulan tersebut tak bertahan lama karena Meksiko langsung membalas lewat eksekusi penalti Javier Hernandez sepuluh menit kemudian. Hasil imbang 1-1 pun menutup babak pertama.

Lalu, apa yang dikatakan oleh Pirlo kembali terwujud – tentang kerja sama tim dan solusi. Walau sang maestro mulai kehabisan daya dan mulai diredam permainannya, Mario Balotelli berhasil melepas tendangan keras ke gawang Meksiko dan memenangkan Italia.

Adapun kemenangan 2-1 atas Meksiko siang itu menjadi milik Pirlo sepenuhnya. Ia baru saja mencatatkan caps ke-100 di Maracana, mencetak gol spektakuler, dan membawa timnas Italia menang. Nikmat dunia mana lagi yang kau (Pirlo) dustakan!