Sejarah Hari Ini (18 Mei): AC Milan Hancur Leburkan Barcelona 4-0

Topics

Gelar kelima Milan di Liga Champions direngkuh usai mencukur Barcelona empat gol tanpa balas.

OLEH DEWI AGRENIAWATI Ikuti di twitter Barcelona memang menjadi tim favorit dalam beberapa tahun terakhir. Dominasinya tak terbantahkan bukan hanya di tingkat domestik, tapi juga Eropa. Sebaliknya, penampilan AC Milan justru sedang merosot tajam sejak ditinggal para bintang dan senior sejak terakhir kali merebut Scudetto 2011 silam. I Rososneri bahkan dipastikan tidak manggung di Eropa musim depan lantaran cuma finis di posisi delapan. Tapi, lain dulu lain sekarang. Pada 18 Mei 1994, Milan mempecundangi Barcelona 4-0 di final Liga Champions di Olympic Stadium di Athena. Bagi Milan, itu gelar Champions kelima sepanjang sejarah. Pertemuan kedua tim di partai puncak seperti telah ditakdirkan sejak awal - keduanya memenangkan liga domestik di musim tersebut dan melenggang mulus dari babak sebelumnya dengan mudah, memenangkan grup sebelum membekuk lawan di semi-final dengan skor identik 3-0, Milan menghancurkan Monaco sementara Blaugrana mendepak Porto. Keduanya juga menembus final dalam dua tahun sebelumnya - Milan finis runner-up di musim sebelumnya, sementara Barcelona merebut gelar pertama di Eropa pada final 1992 dengan membekuk Sampdoria. Ketika itu, Blaugrana lebih diunggulkan mengingat Milan kehilangan beberapa pemain kunci akibat cedera seperti Marco van Basten dan Gianluigi Lentini atau Franco Baresi yang terkena suspensi. Tapi Setan Merah, di bawah arahan Fabio Capello, mendominasi laga sejak awal. Mereka unggul melalui Daniele Massaro yang kemudian mencetak gol ganda sebelum jeda (’22, ’45). Sesaat usai turun minum, penyerang Dejan Savicevic - yang memberikan assist untuk gol pertama Milan - menaklukkan penjaga gawang Barca untuk menambah keunggulan menjadi 3-0 di menit 47. Sementara itu skuat Johan Cruyff tak bisa memberikan banyak ancaman dan bek Milan Marcel Desailly - yang membela Marseille di final sebelumnya dan mengalahkan Milan - menambah gol keempat di menit 59 sekaligus menutup pesta.

RESPECT dan FAIR PLAY. Mari berikan komentar yang sehat dan bermanfaat dalam kolom komentar yang telah kami sediakan.