Sejarah Hari Ini (2 Juli): Ulah Jahil Luis Suarez Pupus Mimpi Ghana

Luis Suarez menjadi penjahat sekaligus pahlawan ketika ia menjadi kiper dadakan yang memberikan nasib kontras bagi Uruguay dan Ghana.

Seandainya terdapat daftar momen terlicik dalam sejarah Piala Dunia, mungkin aksi jahil dari Luis Suarez di perempat-final Piala Dunia 2010 ini layak ditempatkan di urutan teratas.

Terjadi tepat lima tahun lalu di Johannesburg, Afrika Selatan, duel antara Uruguay dan Ghana ini berjalan seru dan menegangkan. Sulley Muntari mencetak gol jarak jauh untuk membawa Ghana unggul 1-0 sebelum turun minum. Namun, Uruguay berhasil menyamakan skor di awal babak kedua berkat tendangan bebas cantik Diego Forlan.

Skor 1-1 ini bertahan hingga waktu normal berakhir sehingga babak perpanjangan waktu dilangsungkan. Saat laga memasuki detik-detik terakhir sebelum memasuki babak adu penalti, Ghana mendapat peluang emas setelah tendangan bebas John Paintsil menghasilkan kemelut hebat di kotak penalti Uruguay.

Sepakan Stephan Appiah berhasil diblok Suarez dengan baik tepat di garis gawang, namun bola masih menggantung liar di udara. Dominic Adiyah kemudian melompat tinggi untuk menanduk bola rebound yang sepertinya bakal menjadi penentu kelolosan Ghana ke semi-final. Sayang, di depan gawang masih ada Jorge Fucile dan Suarez yang mencoba menggagalkan peluang tersebut.

Refleks Suarez terbukti lebih cepat seiring ia menahan bola menggunakan... tangan! Aksi jahil Suarez yang menjadi kiper jadi-jadian itu membuat laga terhenti. Wasit Olegario Benquerenca dari Portugal lantas membuat keputusan tepat dengan menunjuk titik putih dan, tentu saja, memberikan kartu merah kepada striker Ajax itu.

Dengan terisak-isak, Suarez berjalan keluar lapangan. Sementara itu, Ghana di ambang sejarah menjadi wakil Afrika pertama yang sukses menembus semi-final Piala Dunia. Sayang seribu sayang, sepakan penalti Asamoah Gyan ternyata membentur mistar atas gawang. Di pinggir lapangan, pemandangan kontras terjadi tatkala tangis Suarez berubah menjadi tawa penuh kemenangan.  

Penalti gagal tersebut terbukti meruntuhkan mental Ghana saat adu tos-tosan. John Mensah dan Adiyah gagal menunaikan tugasnya sebelum akhirnya sepakan penalti Panenka dari Sebastian Abreau sukses menaklukkan Richard Kingson untuk membawa Uruguay menang 4-2. The Black Stars sebagai satu-satunya tim Afrika yang tersisa di babak knock-out pun batal menorehkan sejarah.

Seusai laga, Suarez mengklaim bahwa dirinya layak mendapat julukan “Tangan Tuhan” seperti Diego Maradona dan menilai bahwa insiden kontroversial itu terjadi murni karena insting. Ia pun dipuja sebagai pahlawan Uruguay. Namun perlakuan berbeda ditunjukkan Ghana yang merasa dirugikan. Pelatih Milovan Rajevac menyebut Suarez sebagai “penjahat” dan “curang”.

Tanpa Suarez di semi-final, Uruguay takluk 3-2 dari tangan Belanda sebelum akhirnya kembali takluk dengan skor yang sama dari Jerman dalam perebutan tempat ketiga.