Sejarah hari Ini (2 November): Selamat Ulang Tahun Stevan Jovetic!

Salah satu bakat sepakbola terbaik Montenegro, Stevan Jovetic, menginjak usia 25 tahun tepat hari ini.

Menilik sejarahnya, Serie A Italia seakan jadi tujuan utama para pesepakbola terbaik negeri Balkan. Gaya permainan sepakbola Italia yang keras, kaya taktik, namun skillfull seakan cocok dengan mereka.

Tak percaya? Mari sebut deretan legenda Balkan mulai dari Sinisa Mihajlovic, Vladimir Jugovic, Zvonimir Boban, Savo Milosevic, hingga Dejan Stankovic, semuanya meraih puncak karier ketika berkompetisi di Negeri Pizza.

Generasi Balkan terus berlanjut sampai detik ini, di mana muncul sosok-sosk brilian seperti Nikola Kalinic, Milan Badelj, Sime Vrsaljko, hingga Sergej Milinković-Savić. Paling banyak bercokol di FC Internazionale, karena skuatnya musim ini dihuni oleh delapan pemain Balkan sekaligus!

Mereka adalah Samir Handanovic, Nemanja Vidic, Ivan Perisic, Marcelo Brozovic, Boris Rapaic, Rey Manaj, Adem Ljajic, dan Stevan Jovetic. Namun, nama yang disebut terakhirlah yang akan kita bahas, lantaran nama besar, peran penting, dan karena hari ini dirinya tepat berusia 25 tahun.

Jovetic mulai mengorbit bersama Fiorentina

Meski lahir di Montenegro, Jovetic memulai kariernya di klub besar negara tetangga, Serbia, yakni Partizan Belgrade. Jojo -- sapaan akrab sekaligus julukannya -- merintis karier di Partizan sejak usianya masih 12 tahun, dan siapa sangka jika empat tahun berselang ia langsung menorehkan debut profesional.

Jojo yang masih ingusan seketika jadi primadona sepakbola Balkan, karena dirinya kemudian jadi bintang terdepan Partizan. Bahkan di usianya yang masih 17 tahun, gelandang serang yang juga bisa berperan sebagai penyerang itu dipercaya menjabat kapten, menggantikan peran Antonio Rukavina yang pindah ke Borussia Dortmund.

Maniak Playstation itu menjadi kapten termuda sepanjang sejarah klub, tepatnya di usia 17 tahun 10 bulan dan 21 hari menggantikan rekor yang dipegang oleh Albert Nad yang berusia 19 tahun. Namun pada 2012, pemain yang lahir di kota Titograd ini harus rela rekornya dipatahkan Nikola Ninkovic, yang jadi kapten Partizan di usia 17 tahun 10 bulan dan 12 hari. 

Gemilang di Partizan, di usia 18 tahun Jojo dipinang Fiorentina lewat banderol £8 juta. La Viola cukup beruntung mendapatkannya, karena ketika itu mereka harus bersaing ketat dengan Barcelona, Real Madrid, Juventus, Manchester United, Arsenal, dan Tottenham Hotspur.

Berada di salah satu liga tersohor dan terbaik di dunia, nama dan kualitas Jojo makin tampak. Ia langsung jadi pilar inti dalam dua musim perdananya di Fiorentina. Sempat mengalami cedera parah yang membuatnya tak mentas sepanjang musim 2010/11, penggemar berat Andriy Shevchenko itu kembali dengan lebih hebat.

Pada musim 2011/12 dan 2012/13 Jojo tampil luar biasa dengan menorehkan 27 gol dari 63 partai. Ia pun sukses mengantarkan Si Ungu finish dua kali beruntun di posisi empat Serie A. "Periode yang menyenangkan buat Fiorentina. Jovetic kembali ke bentuk permainannya. Kehadirannya meningkatkan kualitas tim ini," sanjung pelatih Il Gigliati kala itu, Vicenzo Montella.

Jojo ingin bangkit bersama FC Internazionale

Merasa cukup dengan petualangannya bersama Fiorentina, di usianya yang menginjak 22 tahun Jojo meminta pihak klub menjualnya ke tim yang tampil di Liga Champions. Persaingan sengit kemudian terjadi saat itu antara Juventus dan Manchester City.

Pada akhirnya The Citizens yang berhasil memboyongnya melalui banderol mahal, £22 juta. Sayang, meski sanggup memenuhi hasratnya tampil di Liga Champions dan turut merasakan dua gelar bergengsi di Inggris, kisah Jojo di Manchester berlangsung pilu.

Alih-alih jadi bintang dan meraih puncak karier di sana, sahabat karib Matija Nastasic itu malah kerap terkapar di meja perawatan dan duduk di bangku cadangan. Dua musim di Etihad Stadium, Jojo hanya mengoleksi 39 penampilan dan 11 gol.

Enggan terus-terusan terpuruk, di bursa musim panas lalu Jojo pun memilih kembali ke liga yang yang membesarkan namanya, Serie A. Ia hijrah ke salah satu klub terbaik Italia, FC Internazionale, lewat status pinjaman disertai opsi permanen.

Percikan kebangkitan pun mulai tampak, karena dari delapan penampilannya, pemain yang diberi kehormatan mengenakan nomor punggung sepuluh itu sudah mencetak tiga. Inter juga dibawanya bercokol di puncak klasemen sementara. "Jovetic sudah menunjukkan kualitasnya sejak pertandingan pertama. Kami menunggu deretan aksi hebat lainnya dari dia," sanjung pelatih La Beneamata, Roberto Mancini

Sementara itu tak banyak yang bisa dibahas soal kiprahnya bersama timnas Montenegro, lantaran negaranya baru merdeka pada 2006 lalu sehingga masih nihil prestasi. Meski begitu Jojo  merupakan pemegang rekor pemain termuda yang membela negaranya, di usia 16 tahun empat bulan dan 21 hari. Kini dirinya sudah mengoleksi 37 caps dan 15 gol, serta menjabat wakil kapten di bawah Mirko Vucinic.