Sejarah Hari Ini (22 Juni): Kejutan Jerman Timur

Jerman Timur sukses membungkam "saudara tua" mereka dalam satu-satunya partisipasi di Piala Dunia.

OLEH DEDE SUGITA Ikuti di twitter

Pada 22 Juni 1974, Jerman Timur mencetak kejutan besar di Piala Dunia dengan membungkam tuan rumah Jerman Barat 1-0 di Volkparkstadion, Hamburg.

Gol Jurgen Sparwasser di menit ke-77 menjadi penentu partai bersejarah ini. Ini adalah satu-satunya pertemuan Jerbar dan Jertim di turnamen Piala Dunia sebelum bersatu kembali pada 1990.

Sebelum kick-off, kedua kubu yang terpisah oleh Tembok Berlin ini sudah dipastikan melangkah ke putaran kedua. Namun bukan berarti tak ada pertaruhan lagi karena mereka masih memperebutkan status juara grup serta tentunya prestise tinggi.

Mengalahkan Cili 1-0 dan Australia 3-0 dalam dua laga awal, Jerbar cuma butuh hasil imbang, sementara Jertim hanya dapat memuncaki grup bila mengepak kemenangan. Sebelumnya Jertim menggasak Ausralia dua gol tanpa balas dan imbang 1-1 dengan Cili.

Jurgen Sparwasser selalu dikenang sebagai penentu kemenangan Jertim di Hamburg

Dengan prestasi bertolak belakang -- Jerbar (kala itu) punya koleksi satu trofi Piala Dunia 1954 dan berstatus juara bertahan Eropa, sementara Jertim berpredikat debutan turnamen -- jelas tuan rumah dijagokan keluar sebagai pemenang.

Prediksi sukses dibalikkan tim besutan Georg Buschner. Dalam laga yang sejatinya banyak diwarnai dengan permainan hati-hati dan respek mutual dari kedua tim, Jertm mencuri kemenangan berkat aksi Sparwasser mengonversi umpan silang Erich Hamann 13 menit jelang bubaran.

"Kalau suatu hari batu nisan saya hanya bertuliskan 'Hamburg 74', semua orang akan tetap tahu siapa yang berbaring di bawah tanah," kata Sparwasser, yang namanya hingga kini memang masih sinonim dengan gol penentu tersebut.

Sayangnya, status juara grup di babak awal ternyata malah jadi awal petaka buat Jertim. Di putaran kedua yang juga menggunakan format grup, mereka cuma mengumpulkan satu angka dari hasil seri 1-1 versus Argentina serta dua kekalahan kontra Belanda dan Brasil dengan skor sama, 2-0, dan finis ketiga. Ironisnya, edisi 1974 ternyata menjadi partisipasi tunggal Jertim di putaran final PD. Setelahnya mereka selalu gagal lolos hingga Jerman kembali tampil sebagai negara bersatu di Italia 1990.

Sementara Jerbar dapat menjadikan kekalahan kontra Jertim sebagai pelajaran. Mereka berjaya di babak selanjutnya dan finis pertama dengan nilai sempurna usai mengalahkan Yugoslavia 2-0, Swedia 4-2, dan Polandia 1-0.

Di turnamen ini, kedua pemuncak babak grup putaran II langsung beradu di final dan Franz Beckenbauer cs. sukses mengatasi perlawanan Oranje 2-1 untuk merebut mahkota juara dunia kedua sepanjang sejarah.

"Gol dari Sparwasser membangunkan kami. Kalau tidak kami mungkin tak akan menjadi juara dunia," tutur Beckenbauer, sang kapten Jerbar.

RESPECT dan FAIR PLAY. Mari berikan komentar yang sehat dan bermanfaat dalam kolom komentar yang telah kami sediakan.

Topics