Sejarah Hari Ini (26 Juni): Tragedi Kelabu Marc-Vivien Foe

Topics

Awan hitam menyelimuti semi-final Piala Konfederasi 2003 di mana warga Kamerun menangis ketika berpulangnya sang pahlawan mereka.

OLEH ANUGERAH PAMUJI Ikuti Anugerah Pamuji di twitterPublik Kamerun berduka. 26 Juni 2003 silam menjadi momen yang paling kelam sekaligus mengharukan karena salah satu pemain andalan mereka, Marc-Vivien Foe, wafat. Ironisnya, sang pemain mengembuskan nafas terakhirnya dalam sebuah pertandingan internasional.Foe merupakan bagian dari skuat Kamerun untuk Piala Konfederasi 2003. Dia sempat bermain saat memenangkan laga kontra Brasil dan Turkey sebelum diisitirahatkan kontra Amerika Serikat lantaran mereka sudah memastikan lolos.Dan tepat hari ini, 11 tahun silam, Kamerun berjumpa Kolombia di semi-final dan berduel di Stade de Gerland, Lyon, Prancis. Di sinilah tragedi memilukan itu terjadi. Pada menit ke-72, Foe kolaps di lingkaran tengah lapangan tanpa ada satu pun pemain yang dekat dengannya.Beberapa penggawa lalu sempat berusaha menyadarkannya sebelum dia ditandu keluar lapangan. Pertolongan pertama pun diupayakan dengan memberinya nafas buatan dan oksigen. Tim medis bahkan sampai membutuhkan waktu 45 menit untuk mencoba memompa jantungnya. Nahas, meski dia masih hidup setelah tiba di pusat medis stadion, tak lama kemudian dia mengembuskan nafas terakhirnya. Usaha keras tak mampu menyelamatkan nyawanya.Marc-Vivien Foe - tergolek tak sadarkan diriOtopsi pertama tidak menemukan penyebab pasti kematiannya, namun yang kedua kalinya ditarik kesimpulan jika Foe memiliki masalah dengan jantungnya setelah ditemukan kondisi kardiomiopati hipertrofik, pembengkakan pada jantung. Kondisi turunan seperti ini diketahui bisa meningkatkan risiko kematian ketika berlatih secara fisik.Tak hanya warga Kamerun, kematian Foe juga mengejutkan publik sepabkola dunia. Pasca-kematian sang pemain, sejumlah penghormatan atas perjalanan kariernya dan kepribadiannya yang humoris dituangkan di berbagai media. Thierry Henry dan beberapa pemain dunia lainnya menunjuk jari ke langit dalam rangka memberi penghormatan pada Foe setelah striker Prancis itu mencetak gol pembuka menghadapi Turki di semi-final Piala Konfederasi malam itu.Foe adalah sosok pemain yang kontributif di setiap klub yang dibelanya. Tak heran, sejumlah wujud penghargaan diberikan ketika dia menutup usia. Manchester City membuatkan lambang memorial untuk Foe di taman stadion terdahulu The Citizens, Maine Road, dan di lorong pemain yang bertuliskan "Marc Vivien Foe - 1975-2003". Selain itu, sebagai bentuk penghormatan lainnya, jersey nomor 23 yang dikenakan dia selama masa gemilangnya di City tidak lagi digunakan.Klub pertamanya, Lens, menjadikan Foe sebagai nama jalanan yang dekat dengan Felix Bollaert Stadium. Untuk menghormatinya, kostum nomor 17 yang dipakainya di klub itu dipensiunkan.Lyon, klub yang juga pernah disinggahinya, turut memutuskan menarik nomor 17, seragam yang dipakai Foe selama bernaung di kubu Gerland. Orang-orang di Lyon terkejut karena dia sempat menerima sambutan hangat saat kembali ke stadion. Namun saat transfer pemain Kamerun lainnya, Jean Il Makoun, ke Lyon terlaksana, jersey nomor 17 lantas dikenakan olehnya.Dengan seragam itu, Makoun berharap: "Dalam kenangan Marc, bagi saya dan bagi seluruh warga Kamerun, ini akan menjadi sesuatu."Di Kamerun, Foe dikebumikan di pemakaman kenegaraan.

RESPECT dan FAIR PLAY. Mari berikan komentar yang sehat dan bermanfaat dalam kolom komentar yang telah kami sediakan.

Topics