Sejarah Hari Ini (26 Mei): Comeback Ajaib Manchester United Di Final Liga Champions

Manchester United bagai menerima mukjizat saat menghadapi Bayern Munich di final Liga Champions 1998/99, membalikkan keadaan dari situasi mustahil menjadi mungkin!

Sulit dipercaya! Apa pun dalam sepakbola memang bisa terjadi! Dan inilah yang dirasakan Manchester United ketika menghadapi Bayern Munich di final Liga Champions 1998/99 di Camp Nou.

The Red Devils bagai mendapat mukjizat untuk memutarbalikkan situasi pertandingan dari yang mustahil menjadi mungkin. Bagaimana tidak, pasukan Sir Alex Ferguson hanya membutuhkan waktu di injury-time untuk menentukan gelar juara.

Petaka muncul ketika kiper legendaris United Peter Schmeichel membuat kesalahan yang memudahkan sepakan jarak 25 meter dari Mario Basler membawa The Bavarian memimpin pertandingan.

Satu jam pertandingan berjalan, seperti tidak tampak tanda-tanda bakal adanya kebangkitan. Namun, takdir juara memang sudah menghampiri United kala Ferguson memasukkan Blomqvist dan Andy Cole untuk menggantinya dengan Teddy Sheringham dan Ole Gunnar Solskjaer di menit ke-66 dan 80.

Meski sudah mendapat suntikan nan lebih segar di lini serang, United terlihat masih berada dalam kesulitan yang berujung pada rasa frsutrasi karena rangkaian serangan yang dibuat untuk mengejar ketinggalan tak jua berbuah gol.

Pertandingan menginjak 90 menit waktu normal. Fans United tampaknya sudah pasrah, sementara di kubu seberang semakin lantang bernyanyi-nyanyi juara Eropa. Apalagi, waktu tambahan yang diberikan wasit hanya tiga menit.

Namun, sekali lagi mukjizat itu benar-benar turun menghampiri Setan Merah. Bola corner yang dieksekusi David Beckham lalu diteruskan oleh Ryan Giggs, menemui sang super-subs Sheringham yang menyonteknya dari jarak delapan meter untuk menyeimbangkan keadaan. Publik Bayern terkaget-kaget, dan seluruh loyalis United seketiak bergemuruh.

Dengan beberapa detik tersisa, semua yang terlibat di pertandingan merasa ini akan berlanjut menuju extra-time. Tapi skenario Tuhan berbicara lain. Di Detik-detik akhir sebelum wasit meniup peluit panjang, si super-subs lainnya, Solksjaer, dengan superdramatis mencetak gol di mulut gawang lagi-lagi lewat situasi tendangan penjuru.

Fans United meledak! Larut dalam euforia pesta. Sementara para suporter Bayern seketika diam seribu bahasa.

Torehan kampiun di Eropa ini semakin terasa istimewa bagi United dan Ferguson karena memastikan mereka menutup musim dengan status treble winner setelah sebelumnya mereka mengamankan gelar Liga Primer Inggris dan Piala FA.

Gelar UCL ini juga menjadi obat kerinduan bagi United yang sudah 31 tahun menantikan kembali prestasi prestisius di pentas Benua Biru ini setelah era Sir Matt Busby.