Sejarah Hari Ini (27 Juli): Sergio Aguero Hijrah ke Manchester City

Tepat satu tahun yang lalu, seorang bintang muda asal Argentina jatuh ke pelukan The Citizens.

OLEH SANDY MARIATNA Ikuti di twitter
27 Juli 2011 tercatat sebagai salah satu momen menentukan Manchester City dalam perjalanan mereka meraih titel Liga Primer Inggris di musim 2011/12. Bukan terkait dengan sebuah pertandingan krusial dengan klub lain, melainkan tentang perekrutan seorang pemain kunci The Citizens di musim tersebut: Sergio Aguero.

Begitu transfer kepindahan ini diresmikan, Aguero langsung antusias dengan prospek bermain bagi City. “Saya yakin, kami adalah tim yang akan terus bertarung tiap tahunnya untuk meraih trofi utama. Saya selalu ingin bermain di Liga Primer. Saya merasa baik di sini,” ujar Aguero yang saat itu masih berusia 23 tahun.

Aguero tentu ingin mencari tantangan baru setelah sukses mencetak 75 gol dalam lima musim bersama klub sebelumnya, Atletico Madrid. Ia direkrut City dengan harga cukup mahal, yakni £38 juta (€45 juta). Namun, jumlah uang yang digelontorkan tim Manchester Biru tersebut sepadan dengan hasil di akhir musim 2011/12.

Tak perlu waktu lama bagi pemain kelahiran Buenos Aires, 2 Juni 1988 ini untuk menunjukkan kebintangannya. Dalam debut di partai pembuka EPL musim tersebut, Aguero diturunkan Roberto Mancini di menit 59 dan langsung mencetak dua gol dalam kemenangan 4-0 atas Swansea City. Performanya terus konsisten sepanjang musim dan total mencetak 23 gol dalam musim debutnya di EPL.

Aguero cetak gol penentu titel City kontra QPR di pekan terakhir EPL 2011/12.

Dari 23 gol tersebut, ada satu gol terpenting yang ia buat. Tiada lain tiada bukan adalah lesakan deras kaki kanan Aguero ke gawang Queens Park Rangers di masa injury time yang merupakan momen puncak comeback dramatis City di pekan terakhir EPL 2011/12. Lewat kemenangan 3-2 tersebut, City akhirnya merengkuh titel EPL pertama, atau titel liga keempat, yang mereka raih dalam musim paling dramatis sepanjang 20 tahun terakhir sejak format EPL diperkenalkan.

“Sepanjang karier saya, itu adalah gol terpenting saya: mencetak gol di menit terakhir yang memastikan titel. Saya sempat sangat yakin bahwa Mario [Balotelli] akan menendang bola tersebut, tetapi ia gulirkan bola tersebut dan jatuh ke kaki saya. Saya langsung berpikir: ‘Tembak sekeras-kerasnya hingga masuk ke gawang’. Lalu terjadilah gol itu,” Aguero bercerita tentang gol tersebut.

Di musim selanjutnya, Aguero kembali sukses menembus dua digit gol di liga dengan 12 gol, namun giliran Manchester United yang finis di urutan puncak. Dan pada musim 2013/14 kemarin, Aguero mencatatkan 17 gol dan turut berjasa mengantar City meraih titel kedua mereka dalam tiga musim terakhir. Menarik disimak kiprah selanjutnya sang bomber di musim 2014/15, musim keempatnya di Inggris.

RESPECT dan FAIR PLAY. Mari berikan komentar yang sehat dan bermanfaat dalam kolom komentar yang telah kami sediakan.

Topics