Sejarah Hari Ini (29 April): Gelar Juara Pertama Liverpool

Sempat terperosok hingga ke posisi delapan, Liverpool secara dramatis akhirnya menyabet titel pertama mereka.

OLEH DEWI AGRENIAWATI Ikuti di twitterSetelah delapan tahun manggung di Football League, Liverpool mencapai puncak kejayaan dengan menyabet titel pertama.Benih-benih kesuksesan ini mulai ditanam pada 1896 ketika legenda Tom Watson direkrut untuk menduduki kursi pelatih. Dampak yang dia berikan kepada klub tidak langsung terasa. Salah satu rekrutan pertamanya adalah Alex Raisbeck, dua tahun setelah ditunjuk menjabat pelatih dan bersamanyalah tim utama Liverpool dibangun untuk menyabet gelar.Dengan Raisbeck memimpin di lini belakang, Bill Perkins menjaga gawang, pemain internasional Skotlandia Billy Dunlop sebagai full-back, winger Jack Cox dan bomber Sam Raybould dalam tim, Liverpool memulai musim 1900/01 yang disebut-sebut sebagai salah satu yang terbaik. Gol dari Robertson, Satterhwaite dan Raybould menjadi start sempurna bagi Liverpool ketika mereka mengalahkan Blackburn Rovers tiga gol tanpa balas di laga perdana di Anfield. Laju The Reds tak terbendung dan menyusul kemenangan 2-1 di Stoke City, serta West Brom yang dibekuk dengan skor masif 5-0, tim Watson menyabet tiga kemenangan beruntun dan kokoh di puncak klasemen. Penyerang tengah Raybould, bersama dengan Tommy Robertson, berhasil mencetak gol di tiga laga perdana dan mereka kembali menjebol gawang lawan di Goodison Park dalam derby Merseyside. Golnya di menit 46 membatalkan gol pembuka Everton di pertengahan babak pertama, tapi tidak ada tambahan gol tercipta sehingga rekor 100 persen kemenangan The Reds harus berakhir. Penampilan Liverpool mulai tampak inkonsisten menjelang akhir tahun dan mereka harus menelan pil pahit melawan klub Sheffield Wednesday dan United, sebelum akhirnya bangkit dengan menaklukkan Manchester City 4-3, di mana Andy McGuigan menjadi bintang di laga itu.Saat pergantian tahun, Liverpudlian mulai kehilangan asa dalam persaingan gelar. Meski memulai abad baru dengan kemenangan kandang 3-1 atas Stoke, kekalahan beruntun di liga dari Everton dan Bolton tampaknya memupus harapan berpesta di akhir musim. The Reds bahkan tercecer di peringkat delapan pada pertengahan Februari, tertinggal sembilan poin dari pemimpin tabel Nottingham Forest. Tapi, Liverpool tidak menyerah begitu saja. Mereka terus berusaha bangkit menaiki anak tangga untuk kembali masuk dalam peta persaingan. Pada 23 Februari, Watson memimpin timnya menyambangi Roker Park, markas Sunderland dulu. Gol tunggal Jack Cox membuat Watson kembali tersenyum karena The Reds menyabet kemenangan krusial.Wolves, Villa dan Newcastle semua dikalahkan dan The Reds perlahan kembali menaiki tabel dan gol Raybould di menit 75 melawan peringkat kedua Notts County di Anfield pada 8 April sangat krusial. Tambahan angka itu menempatkan mereka lima poin dari pemimpin sementara Sunderland dan dengan tiga laga tersisa, tekad untuk meraih kemenangan kian terasa. Kemenangan atas Sheffield United, lagi-lagi berkat gol Raybould membuat Liverpool kini selevel dengan Rokerites di pucuk klasemen. Setelahnya, Liverpool bertanding dengan Nottingham Forest, yang juga mengejar gelar, tapi gol dari Cox dan Goldie mengakhiri ambisi titel juara mereka dan sebaliknya, The Reds terus menatap juara. Tiga hari sebelumnya, Sunderland merampungkan misi kemenangan 2-0 dengan Newcastle dan masih memuncaki tabel dengan keunggulan selisih gol, jadi penentu juara 1990/01 akan ditentukan di laga terakhir Liverpool melawan West Brom pada Senin, 29 April. Tambahan satu angka akan cukup bagi The Reds melawan tim yang sudah terdegradasi, Albion. Sejak menit awal pertandingan, mereka bertarung habis-habisan dan Liverpool bisa bernapas lega saat jeda dengan mendapatkan keunggulan melalui Walker setelah sepakan Raybould ditepis kiper The Baggies. Babak kedua Liverpool terus menggempur pertahanan lawan dan meski tidak mendapat tambahan gol, kemenangan ini cukup memetik poin sempurna dan terpenting, menyabet gelar pertama mereka. Ini kemenangan yang pantas dan balasan sempurna kepada mereka yang mencoret Liverpool dalam persaingan gelar di awal musim. Sukses Liverpool dilengkapi dengan Raybould yang memuncaki daftar top skor dengan 16 gol. “Ini persaingan ketat antara Liverpol dan Sunderland hingga hari terakhir musim, tapi Anfield tidak pernah patah semangat. Sejak awal tahun, mereka hanya dua kali kalah. Liverpool satu-satunya tim yang mencetak gol lebih banyak di markas lawan (23 dari 22) dibandingkan tim kandang. Ini pencapaian luar biasa,” tulis Liverpool Echo. Setelah kemenangan di West Brom, sang juara kembali ke stasiun pusat malam itu di mana ribuan fans siap menyambut pahlawan mereka. Setelah berpesta, para pemain dan direktur kembali ke Anfield dan dengan bangga mengisi lemari dengan trofi pertama mereka.

RESPECT dan FAIR PLAY. Mari berikan komentar yang sehat dan bermanfaat dalam kolom komentar yang telah kami sediakan.

Topics