Sejarah Hari Ini (29 Juni): Gilas Argentina, Brasil Juara Piala Konferderasi 2005

Topics

Sepuluh tahun silam Brasil sukses jadi kampiun Piala Konferderasi 2006, dengan menggilas musuh bebuyutannya, Argentina.

Brasil memang jadi kiblat sepakbola dunia. Mereka jadi negara dengan koleksi gelar juara dunia terbanyak, konsisten menembus dominasi sepakbola Eropa, dan generasi emas pemainnya tak pernah putus. Sudah begitu banyak pembuktian yang Tim Samba lakukan atas pernyataaan tersebut. Salah satunya terjadi tepat sepuluh tahun lalu, kala mereka jadi juara Piala Konferderasi 2005 di Jerman. Turut serta dalam turnamen lewat status sebagai juara Copa America 2004, Brasil kala itu diperkuat oleh deretan bintang legendaris, macam Dida, Lucio, Kaka, Ronaldinho, hingga Adriano. Meski sedikit tertatih di babak grup, performa tim asuhan Carlos Alberto Pereira meningkat signifikan di fase semi-final. Tim Samba berhasil menghantam tuan rumah, Jerman, lewat skor dramatis 3-2. Performa mereka lantas meledak di partai puncak dengan menghadapi musuh bebuyutannya, Argentina.

Final Piala Konferderasi 2005 Brasil 4-1 Argentina

29 Juni 2004 Waldstadion, Frankfurt Wasit: Lubos Michel (Slowakia)

Gol: 1-0 Adriano 11' 2-0 Kaka 16' 3-0 Ronaldinho 47' 4-0 Adriano 63' 4-1 Aimar 65'

Brasil: Dida; Cicinho (Maicon 86'), Lucio, Roque Junior, Gilberto; Emerson, Kaka (Renato 86'), Ze Roberto; Ronaldinho; Robinho (Juninho 90'), Adriano Pelatih: Carlos Alberto Pereira Argentina: Lux; Zanetti, Coloccini, Heinze, Placente; Delgado (Galetti 81'), Cambiasso (Aimar 56'), Bernardi, Sorin; Riquelme; Figueroa (Tevez 72') Pelatih: Jose Pekerman  

Bermain di Waldstadion, Frankfurt, Brasil mendominasi jalannya laga sejak sepakan mula dilakukan. Kombinasi gelandang tengah Argentina, Esteban Cambiasso dan Lucas Bernardi, gagal mengontrol tempo ajakan permainan cepat Emerson cs.Imbasnya Brasil pun berhasil meraih keunggulan cepat di menit ke-11. Berawal dari penetrasi Cicinho di sisi kiri pertahanan Argentina, sodoran bolanya dimaksimalkan Adriano lewat tendangan halilintar yang mengoyak jala kiper utama Tim Tango, German Lux! Skor 1-0 untuk Seleccao.Belum sempat menghela nafas, lima menit berselang, Kaka, lewat sepakan melengkungnya, mengubah kedudukan menjadi 2-0. Kali ini Lux hanya bisa melongo melihat putaran bola cantik Il Devastante.Untungnya tempo laga yang begitu cepat berhasil dinetralkan Argentina, hingga turun minum. Namun setelahnya, Brasil kembali membabi buta.Dua menit berjalan, pemain terbaik dunia kala itu, Ronaldinho, semakin memperlebar jarak keunggulan 3-0 untuk Brasil, seiring dirinya yang sukses memaksimalkan umpan manis Cicinho di mulut gawang.Tertinggal 3-0, pelatih Argentina kala itu, Jose Pekerman, memasukkan tiga pemain bertipe menyerang secara berdekatan, yakni Luciano Galetti, Pablo Aimar, dan Carlos Tevez. Efeknya terasa dengan serangan Tango yang lebih mengigit. Namun respons luar biasa kiper Brasil, Dida, mementahkan segalanya.Di tengah gempuran Argentina, Brasil malah kembali memperbesar keunggulannya menjadi 4-0 lewat skema seranga balik di menit ke-63. Lewat aksi individu luar biasa Cicinho, bek kanan handal itu kemudian menciptakan assist ketiganya untuk gol kedua Adriano. Torehan tersebut sekaligus menasbihkan The Fallen Emperor sebagai top skor turnamen, dengan torehan lima gol.Albiceleste sendiri akhirnya berhasil memperkecil kekalahan dua menit pasca gol Adriano. Adalah tandukan Aimar yang menyambut umpan cerdik Cesar Delgado yang jadi penyebabnya. Skor berubah 4-1, yang bertahan hingga pertandingan usai.Brasil akhirnya keluar sebagai kampiun Copa America 2005, yang jadi torehan keduanya selepas pagelaran 1997. Sayang performa apik di ajang pemanasan Piala Dunia 2006 itu tak berlanjut di ajang sesungguhnya. Mereka gagal jadi juara karena kalah dari Prancis di babak perempat-final.

Topics