Sejarah Hari Ini (3 September): Feliz Anniversario Julio Cesar!

Kiper legendaris FC Internazionale asal Brasil, Julio Cesar, merayakan hari ulang tahunnya yang ke-36 tepat hari ini.

Anda tentu masih belum lupa dengan Julio Cesar bukan? Apalagi bagi Anda yang mengaku sebagai Interisti sejati. Sosok legendaris ini merupakan salah satu kiper paling ikonik, yang memiliki respons luar biasa, lincah, dan begitu vokal di atas lapangan.Tepat hari ini, 3 September 2015, Cesar merayakan hari ulang tahunnya yang ke-36. Di usia yang masih tergolong matang bagi seorang kiper, pemain asal Brasil itu sukses menjaga level permainannya di kasta prestis sepakbola dunia. Ya, dirinya kini jadi penjaga gawang utama salah satu klub terbesar Eropa, Benfica.Dalam catatan kariernya, Cesar sudah merasakan berbagai gelar termasyhur sepakbola. Mulai dari gelar lokal di Brasil, jadi yang terbaik di Italia, menembus Eropa, hingga menggapai puncak dunia. Menilik torehan tersebut, tentu menarik melihat kembali perjalanan karier kiper yang disebut Marco Materazzi memiliki nafas paling bau sepanjang masa di Inter ini. Simak!                                     Cesar meraih puncak kejayaan bersama InterCesar memulai karier profesionalnya di salah satu klub terbesar Serie A Brasil, Flamengo, pada 1997 silam. Tiga musim jadi cadangan, ia akhirnya meraih tempat sebagai penjaga gawang utama pada 2000. Hingga hijrah pada 2005, pemain bertinggi badan 187 centimeter itu sukses mempersembahkan sepuluh trofi lokal.Direkrut FC Internazionale pada Juli 2005, Cesar harus bersabar memulai petualangannya di Eropa. Hal itu terjadi lantaran pada saat itu kuota pemain non-Uni Eropa La Beneamata sudah penuh. Dirinya pun harus bersabar dititipkan ke Chievo Verona hingga musim 2004/05 berakhir.Barulah di musim 2005/06, petualangan Cesar di Eropa benar-benar dimulai. Secara luar biasa ia sanggup menggeser posisi kiper legendari Italia juga Inter tentunya, Francesco Toldo. Namun status legendaris itu akhirnya juga tersemat pada Cesar, seiring kesuksesannya mengantar I Nerazzurri meraih segudang gelar juara.Puncaknya terjadi pada musim 2009/10, di mana Inter diantarkannya meraih gelar treble winners. Cesar tampil spektakuler di musim tersebut, dengan UEFA mengganjarnya sebagai kiper tebaik Eropa di musim tersebut. Namun setelah itu prestasi Inter terus menurun hingga memaksanya pergi di akhir musim 2011/12. "Saya tahu masa saya di Inter akan usai. Terima kasih bagi klub dan Interisti untuk kisah indah selama tujuh tahun ini!" ucap Cesar dalam perpisahannya. Kiper yang menganggap Francesco Totti sebagai mimpi buruk terbesarnya itu pergi dengan rekor 128 clean sheet dari 300 penampilannya di semua ajang resmi.Di usia yang menginjak 32 tahun, Cesar kemudian memutuskan hengkang ke liga termahal dunia, Liga Primer Inggris, untuk bergabung dengan klub promosi, Queens Park Rangers. Sayang waktunya di sana tidak berjalan baik dan akhirnya hengkang pada Juli 2014, setelah diselingi peminjaman ke Major League Soccer Amerika Serikat, bersama Toronto FC.Berlabuh ke Benfica pada Agustus 2014 lalu, Cesar berhasil bangkit dari keterpurukan. Tampil 34 kali di semua kompetisi resmi musim lalu, secara fantastis ia menorehkan 21 clean sheet. Dirinya pun sukses mengantarkan As Aguias meraih gelar juara Liga Primer Portugal dan Piala Portugal, plus apresiasi individu sebagai kiper terbaik liga.                                 Karier Cesar di Brasil gagal mencapai kesempurnaanBerbicara tentang kariernya di timnas Brasil, Cesar memulainya dengan disertakan dalam 23 nama final skuat Tim Samba untuk Piala Konferderasi 2003. Dirinya kemudian baru mencatatkan debut bermain pada duel perdana Copa America 2004 menghadapi Cile.Secara mengejutkan pelatih Brasil saat itu, Carlos Alberto Parreira, memilihnya sebagai kiper utama kompetisi kendati sebelumnya tak memiliki cpas sebiji pun. Cesar menggantikan tugas Dida yang kala itu tak disertakan akibat cedera. Ajaib! Cesar tampil spektakuler dengan jadi pahlawan di babak adu penalti, pada fase semi-final dan final. Seleccao pun keluar sebagai kampiun.Namanya kemudian disertakan pada Piala Dunia 2006, namun hanya jadi pelapis Dida. Seiring menurunnya performa kiper ikonik AC Milan tersebut, Cesar lantas mematenkan tempat utama sebagai kiper Brasil sejak Piala Konferderasi 2009, di mana Canarinho diantarkannya jadi juara. Sayangnya hasil apik itu tak berlanjut di Piala Dunia 2010, tatkala Cesar cs terhenti di babak perempat-final oleh Belanda.Status Cesar sebagai kiper nomor satu Brasil tak juga goyah di Copa America 2011, Piala Konferderasi 2013, hingga dipaksakan Luiz Felipe Scolari untuk ikut Piala Dunia 2014 lalu. Sayang pada kesempatan terakhirnya di Piala Dunia tersebut, Cesar gagal mengantarkan Pentacampeões meraih gelar keenam, yang mana dirinya dicap masuk sebagai generasi gagal lantaran gagal memenangi Piala Dunia untuk Brasil.Dua laga terakhirnya bersama timnas bahkan jadi tragedi terburuk sepanjang karier emasnya, di mana Brasil yang jadi tuan rumah Piala Dunia 2014 dibantai 7-1 oleh Jerman pada babak semi-final dan 3-0 oleh Belanda pada perebutan tempat ketiga. Pasca peristiwa tersebut, Cesar lantas mengungkapkan bahwa dirinya mungkin tak akan lagi membela Brasil. "Bermain di Copa America 2015 pada usia 35 tahun terasa rumit. Apalagi untuk pergi ke turnamen itu tanpa Piala Dunia 2018 sebagai jaminan, akan sangat egois bagi saya," pungkas sang penjaga gawang.

JULIO CESAR

Nama lengkap: Júlio César Soares de Espíndola Posisi: Penjaga gawang Tempat, tanggal lahir: Duque de Caxias, Brasil, 3 September 1979
Koleksi Gelar (Klub):Prestasi (Timnas Brasil)Copa America: 2004Piala Konferderasi: 2009 & 2013 

Karier pemain:1998-2005: Flamengo2005-2012: FC Internazionale2005: Chievo Verona2012-2014: Queens Park Rangers2014 -...: Benfica   Karier timnas:2004-2014: Brasil
  130 laga300 laga0 laga27 laga34 laga87 laga