Sejarah Hari Ini (31 Oktober): Bukan Debut Kepelatihan Idaman Antonio Conte

Conte sempat memiliki catatan buruk di awal kariernya di dunia kepelatihan dengan mengalami pemecatan dari kursi kepemimpinan Arezzo di Serie B.

OLEH ERIC NOVEANTO Ikuti di twitter

Tepat pada 31 October 2006, menjadi hari yang tak menyenangkan bagi Antonio Conte. Hari tersebut merupakan catatan buruk bagi Conte di awal karienya yang baru terjun dunia kepelatihan dengan mengalami pemecatan sebagai dari kursi kepemimpinan Arezzo.

Ya, Conte memulai kiprah barunya sebagai juru taktik sejak memutuskan gantung sepatu setelah menjalani 13 musim sebagai gelandang andalan Juventus. Sebelum alih profesi sebagai allenatore, pria kelahiran Lecce itu sempat menjabat sebagai asisten pelatih Luigi Di Canio di Siena.

Kesukesannya bersama Di Canio dalam membantu Siena lolos dari jerat degradasi Serie A musim 2005/06 rupanya membuat Arezzo kepincut dan meminang Conte sebagai pelatih kepala mereka untuk mengarungi persaingan di kancah Serie B semusim berikutnya.

Berbekal dengan torehan positf saat bersama Siena, manajemen Amaranto menatuh harapan tinggi pada sosok mantan penggawa skuat nasional Italia tersebut. Namun ekspektasi yang diusung Arezzo terhadap Conte harus dihadapkan pada kenyataan yang berbeda.

Arezzo mengawali kampanye Serie B musim 2006/07 dengan pencapaian buruk, mereka melewati sembilan pertandingan tanpa kemenangan dengan hanya sanggup mendapatkan lima hasil imbang. Terlebih sebagai klub yang mendapatkan pengurangan enam poin di awal akibat keterlibatan Calciopoli, jelas itu bukanlah awal baik.

Tak ayal, kinerja Conte pun mendapat sorotan tajam. Hingga puncaknya pada laga Giornata kesepuluh musim tersebut, di mana Arezzo menelan kekalahan 2-0 di markas Cesena. Momen itu sekaligus mengakhiri kiprah singkatnya usai melakoni debut sebagai pelatih.

Kendati sempat merasakan pahit di awal kiprahnya, itu tak menyurutkan asa Conte untuk berkembang menjadi juru latih berkualitas yang kemudian berhasil mencatatkan prestasi gemilang di Juventus dengan raihan tiga Scudetto, menjadikan namanya sebagai salah satu pelatih muda tersukses yang dimiliki Italia, di usianya yang baru menginjak 45 tahun.

addCustomPlayer('k7utgr4os0yd1grp4y3npwrlj', '', '', 620, 540, 'perfk7utgr4os0yd1grp4y3npwrlj', 'eplayer4', {age:1407083307651});

RESPECT dan FAIR PLAY. Mari berikan komentar yang sehat dan bermanfaat dalam kolom komentar yang telah kami sediakan.

Topics