Sejarah Hari Ini (4 Agustus): Debut Ronaldinho Di Paris Saint-Germain

Ronaldinho bergabung dengan PSG sebelum hal itu menjadi suatu tren yang keren dan ia mencatatkan debutnya 14 tahun lalu.

Di kala senggang, coba Anda ketikkan “Paris Saint-Germain” dalam mesin pencari Google dan tekan Enter. Niscaya Anda akan menemukan rentetan berita, informasi, atau sekadar gambar pemain-pemain bintang kelas dunia. Zlatan Ibrahimovic, Edinson Cavani, David Luiz, Thiago Silva jelas tak bakal absen dalam hasil pencarian, sementara Angel Di Maria – salah satu target transfer mereka – juga terdaftar di dalamnya.

PSG sekarang merupakan gudangnya pemain bintang. Sejak kedatangan Nasser Al-Khelaifi, pemain bintang berduyun-duyun datang ke Paris. Uang tidak pernah menjadi masalah dan sebuah klub medioker berhasil disulap menjadi klub tersukses di Prancis. Perlahan tapi pasti, mereka berhasil merebut singgasana Ligue 1, bahkan meraih treble di musim lalu. Seandainya semua berjalan sesuai rencana dan ambisi, bisa saja kompetisi Eropa mereka kangkangi.

Nasser Al-Khelaifi menyulap PSG jadi kekuatan besar di Eropa.

Ya mau apa lagi, mungkin memang uang memiliki pengaruh luar biasa dalam dunia sepak bola. Namun perlu Anda ketahui, dahulu kala sekali, PSG bukan klub raja minyak yang saldo rekeningnya tak pernah habis. Mereka bukan satu kekuatan besar di Eropa, bahkan masih posisi mereka masih labil di Ligue 1. Tetapi ada satu momen di mana semua mata mengarah ke Paris, yakni ketika Ronaldinho Gaucho – yang kelak disebut sebagai dewa sepakbola – menandatangani kontrak di Paris.

Ronaldinho bergabung dengan PSG sebelum hal itu menjadi suatu tren yang keren.

Keputusan sang gelandang untuk pindah ke PSG ini sendiri menyenggol syaraf kaget beberapa pihak. Ia disebut sebagai salah satu pemain berbakat Brasil dan karirnya di Gremio mencerimnkan hal itu. Total 72 gol dalam 145 penampilan ia catatkan, namun performa di Copa America 1999 dan Piala Konfederasi menjadi titik di mana ia menyedot perhatian secara masif. Arsenal, Lazio, Barcelona, dan AC Milan coba mendatangkannya di masa muda, tapi ia menolak tawaran tersebut. Secara mengejutkan, ia malah memilih PSG yang kala itu masih terbilang antah-berantah.

Maklum, di musim sebelumnya PSG hanya finis di peringkat 9 Ligue 1 dan keputusan Ronaldinho ini sedikit tak masuk akal. Konon katanya, Presiden Gremio juga terkejut dengan keputusan Ronaldinho dan baru tahu tentang itu ketika ia membuka situs resmi PSG.

Ronaldinho menjadi salah satu bintang PSG sebelum era Al-Khelaifi.

Namun hitam sudah menindih putih. Ronaldinho meneken kontrak berdurasi lima tahun dengan nilai £5 juta.

4 Agustus 2001, ia mencatatkan debutnya. Penampilan pertama sang gelandang memang tidak spesial. Ia turun sebagai pemain pengganti ketika PSG ditahan imbang 1-1 oleh Auxerre. Hanya saja, karir tidak bisa diramalkan hanya dengan melihat penampilan perdana.

Dua musim bermain di PSG, sang maestro berhasil mencetak 25 gol dan 18 assist dalam 86 penampilan. Piala Intertoto pun berhasil ia amankan bersama PSG. Karirnya bersama PSG berakhir di tahun 2003. Ronaldinho akhirnya bergabung ke Barcelona dengan tebusan €30 juta dan setelah itu ia memenangkan segalanya.

Well, PSG yang dulu bukanlah yang sekarang. Les Parisiens satu dekade lalu harus setengah mati untuk bisa bersaing di Ligue 1, tapi sekarang mereka menjadi raja Prancis dan mungkin sedang menyusun rencana untuk menguasai Eropa. Secara finansial dan performa, PSG yang dulu jelas kalah jauh, tapi perlu digarisbawahi, ada Ronaldinho di sana – dan hal itu sepertinya sudah cukup untuk mendorong orang mengetikkan “Ronaldinho” bin “PSG” di mesin pencari Google.

Topics