Sejarah Hari Ini (5 April): Kepahlawanan Bert Trautmann

Kalau menjuarai Piala FA, tentu sudah banyak yang merasakannya. Namun kalau juara saat leher mengalami patah tulang? Itu adalah perkara spesial bagi seorang Bert Trautmann.

OLEH YUDHA DANUJATMIKA Ikuti di twitterEmpat hari setelah final Piala FA 1956 digelar, eks bintang Manchester City, Bert Trautmann, mengunjungi Manchester Royal Infirmary karena sakit di leher yang berkelanjutan. Di sana, seorang dokter merujuknya untuk menjalani pemeriksaan X-ray dan hasil menunjukkan, adanya dislokasi lima tulang belakang, di mana yang kedua patah menjadi dua bagian. Menurut sang dokter, sedikit guncangan saja bisa membuat Trautman kehilangan nyawanya."Gila!" mungkin begitulah yang terbesit dalam pikiran sang dokter. Memang, sekilas laporan tersebut hanya tampak seperti laporan kecelakaan pada umumnya. Namun, jika melihat sedikit ke belakang, ada kisah heroik sekaligus "mengerikan" di balik laporan kesehatan tersebut. Dan setelah membaca kilas balik final Piala FA yang terjadi empat hari sebelumnya, mungkin kita juga akan bereaksi seperti sang dokter: Gila!Final Piala FA, 5 Mei 1956Musim 1955/56 menjadi musim yang impresif bagi Manchester City. Mereka finis di peringkat empat Liga Inggris dan mengamankan tiket ke final Piala FA menantang Birmingham City. Kegemilangan City juga dilengkapi dengan momen di mana Trautmann dinobatkan sebagai pemain terbaik musim itu, sekaligus jadi kiper pertama yang mampu meraih penghargaan tersebut. Namun, kepahlawanan Trautmann – yang membuatnya dikenang sepanjang masa – baru terjadi dua hari setelahnya.

Tepat pada tanggal 5 Mei 1956, di Wembley Stadium, Manchester City menghadiri final Piala FA kedua mereka secara berurutan. Setahun sebelumnya, mereka juga melakoni atmosfer yang sama, hanya saja mereka kalah 3-1 dari Newcastle United. Adapun tahun itu, Birmingham justru jadi favorit, yang oleh media disebut-sebut sebagai jagoan karena hanya kebobolan dua gol dan mencetak delapan belas gol dalam perjalanan ke partai puncak turnamen akbar Inggris tersebut. Pencapaian tersebut berkebalikan dengan City yang selalu menang dengan marjin satu gol di setiap laganya.Ketika laga dimulai, Manchester City langsung menggempur pertahanan Birmingham. Gempuran ini pun membuahkan gol pertama bagi City yang dicetak oleh Joe Hayes di menit ketiga. Kendati begitu, Birmingham hanya butuh 12 menit untuk menyamakan kedudukan lewat Noel Kinsey. Gol baru kembali ditorehkan setelah melewati menit ke-60. Tak tanggung-tanggung, dua gol cepatlah yang tercipta saat itu. Bobby Johnstone mencetak gol di menit ke-62 dan dua menit setelahnya giliran Jack Dyson yang menggandakan keunggulan City. The Citizens ada di atas angin, sementara Birmingham masih mencoba membalikkan keadaan.Leher Patah & Kepahlawanan TrautmannDi sisa 17 menit, Birmingham melahirkan satu peluang saat Murphy mampu melewati Dave Ewing. Berhadapan dengan Trautmann, Murphy kalah cepat sehingga bola lebih dulu diamankan sang kiper sebelum ia menendangnya. Malang bagi Trautmann, lutut kanan Murphy yang sedang berlari kencang membentur lehernya, dengan kencang pula!Trautmann langsung tak sadarkan diri dan wasit langsung menghentikkan pertandingan. Tim medis berlari memasuki lapangan dan untuk beberapa menit sang kiper menerima perawatan. Mengingat peraturan saat itu tak mengizinkan adanya pergantian pemain, mau tak mau City harus bermain dengan 10 orang dan hal itu bisa menjadi fatal bagi keunggulan mereka.Kapten Roy Paul menyadari hal tersebut dan menunjuk Roy Little untuk menjaga mistar. Kendati begitu, Trautmann tiba-tiba masuk ke lapangan dengan sempoyongan dan meyakinkan sang kapten bahwa dirinya masih mampu bertugas. Sang kapten pun luluh dan akhirnya Trautmann tetap menjaga gawangnya.Trautmann melakoni final dengan leher yang patah, bahkan melakukan dua penyelamatan gemilang.Kala itu tampak jelas, sang kiper bermain dengan rasa sakit luar biasa dan bek City berusaha keras menjaga gawang agar ia tak semakin menderita. Kendati begitu, tetap saja gawang terancam dan di tengah “keadaan sekarat”, Trautmann mampu mengamankan gawangnya dengan dua penyelamatan gemilang, menggagalkan peluang Brown dan Murphy. Penyelamatannya yang kedua, memaksanya untuk kembali tergeletak karena berbenturan dengan Ewing. Ia bahkan butuh bantuan untuk berdiri setelahnya.Tidak ada gol tercipta selanjutnya dan wasit meniup pelut tanda bubaran dengan skor 3-1 untuk kemenangan Manchester City. Seiring para pemain meninggalkan lapangan, para fans mengelu-elukan nama Trautmann, menyanjung keberaniannya. Roy Paul pun memimpin timnya untuk naik podium juara dan menerima Piala FA ketiga Manchester City, sembari beberapa pemain memanggul Trautmann yang masih kesakitan.Kemenangan City saat itu tentu tak lepas dari pengorbanan Trautmann. Setelah momen tersebut, ia harus menjalani masa rehabilitasi selama beberapa bulang, bahkan mengenakan penyangga leher dan punggung untuk waktu yang lama. Trautman pun jadi pahlawan di Manchester City dan setelah pulih, ia mampu mengklaim kembali posisi utama, mencatatkan lebih dari 500 penampilan bagi City hingga 1964.

RESPECT dan FAIR PLAY. Mari berikan komentar yang sehat dan bermanfaat dalam kolom komentar yang telah kami sediakan.

Topics