Sejarah Hari Ini (5 September): Ledakan Bom Pasca Laga Kolombia Vs. Ekuador

Kolombia berhasil meraih kemenangan di kualifikasi PD 2010, tetapi tidak ada pesta karena terjadi ledakan granat yang menewaskan satu orang setelahnya.

Tak selamanya kemenangan ditutup dengan pesta pora. Kadang euforia yang tercipta harus dibendung rapat-rapat oleh sang pemenang karena suatu hal di luar perkiraan. Apalagi kalau hal tersebut berkenaan dengan musibah, seperti yang dialami oleh Kolombia setelah mereka menang atas Ekuador di kualifikasi Piala Dunia 2010.

Kolombia bertemu dengan Ekuador di Estadio Atanasio Girardot pada 5 September 2009, disaksikan oleh 42.000 penonton. Kedua negara sama-sama belum memastikan tiket lolos ke Afrika Selatan dan laga berlangsung ketat sejak menit awal. Transaksi serangan terus terjalin, tetapi ngototnya lini belakang memaksa kedua negara harus bermain imbang tanpa gol hingga menit ke-82.

Adapun situasi berubah drastis ketika penyerang Kolombia, Jackson Martinez, masuk sebagai pemain pengganti. Ia langsung mencetak gol perdananya bagi Kolombia. Sonta, fans tuan rumah langsung menciptakan gemuruh. Gejala itu pun berubah menjadi sorak sorai masif ketika Teofilo Gutierrez menggandakan keunggulan mereka di menit tambahan, mengunci kemenangan Kolombia.

Gemuruh stadion berlanjut, tetapi perayaan atas kemenangan Kolombia turut melebar hingga ke pemukiman. Tak disangka, sebuah granat meledak di salah satu plaza pusat Parque San Antonio. Ledakan tersebut menelan satu korban jiwa, tiga orang dengan luka serius, sementara beberapa orang yang juga cedera, tetapi tidak parah.

Polisi coba menyelidik ledakan tersebut. Sebelumnya, 1995, Parque San Antonio juga pernah menjadi target serangan teroris yang menewaskan 23 orang. Namun setelah penyelidikan lebih lanjut, polisi memastikan kalau ledakan enam tahun lalu itu tidak ada hubungannya. Mereka bahkan mencurigai adanya salah satu suporter yang salah menggunakan granat dan meledakannya secara tidak sengaja.

Kolombia tentu berduka. Kemenangan mereka justru ditutup oleh insiden yang tidak menyenangkan. Mungkin hal ini pula yang menyebabkan mereka kalah dari Cile di laga selanjutnya, sehingga gagal mengamankan tiket ke putaran final PD 2010 di Afrika Selatan.

 

 

Topics