Sejarah Hari Ini (7 Juli): Jerman Barat Taklukkan Belanda

Jerman Barat sukses membendung kekuatan total football ala Belanda, untuk jadi kampiun Piala Dunia 1974.

OLEH AHMAD REZA HIKMATYAR Ikuti @rezahikmatyar di twitter

Piala Dunia 1974 selalu memiliki tempat tersendiri dalam sejarah persepakbolaan dunia. Bagaimana tidak, pada pagelaran pesta sepakbola terbesar saat itulah sebuah revolusi taktik modern yang akan dikenang sepanjang masa tercipta.
Adalah seorang Rinus Michels yang jadi pelopor taktik gila yang dimaksud. Ya, apa lagi jika bukan sistem Total Football ala Belanda. Satu filosofi yang menjadikan permainan Johan Cruyff cs jadi begitu atraktif, menghibur, dan efektif.
Sebuah taktik yang membawa mereka melaju ke final Piala Dunia untuk kali pertama, tepat 40 tahun yang lalu. Dan Jerman Barat adalah lawan sempurna di final, karena secara mengejutkan memiliki ramuan anti-teori untuk Total Football.
Jerbar yang bertindak sebagai tuan rumah lolos ke final lewat porses yang terseok, manakala mereka sempat dihantam saudaranya, Jerman Timur, di babak fase grup. Sementara Belanda melaju dengan mulus, dengan membukukan lima kemenangan dan satu hasil imbang di babak fase grup dan babak grup kedua.
Pada akhirnya partai puncak yang begitu sengit dan tak terlupakan tersaji di Olimpyastadion, Munich. Sebanyak 75 ribu pasang mata jadi saksi duel klasik tersebut.
Gebrakan langsung diberikan The Flying Dutchman dengan tak membiarkan Jerbar menyentuh bola sama sekali selepas sepakan mula dilakukan. Bola berpindah dari kaki ke kaki pemain Belanda sebanyak 17 kali sebelum sampai ke kaki Cruyff, yang berada di kotak penalti. Ia kemudian dijatuhkan oleh Uli Hoeness sehingga wasit memberikan hukuman penalti! Tak pelak, Belanda unggul cepat di menit kedua lewat eksekusi sempurna sang eksekutor, Johan Neeskens.
Terlalu jemawa dengan dominasi dan keunggulan satu gol yang dimiliki, The Dutch Eleven mendapat hukumannya. Dua penggawa tuan rumah, Paul Bretner dan Gerd Muller, secara heroik mampu membalikkan keadaan menjadi 2-1, dalam rentang sisa babak pertama.
Kedudukan 2-1 gagal diubah tim tamu hingga 90 menit pertandingan berakhir. Tim Panser akhirnya berhak mencium trofi Piala Dunia untuk kedua kalinya, sementara predikat "Juara Tanpa Mahkota", kemudian disematkan pada Belanda.

RESPECT dan FAIR PLAY. Mari berikan komentar yang sehat dan bermanfaat dalam kolom komentar yang telah kami sediakan.

Topics