Sejarah Hari Ini (8 Agustus): Kisah Pilu Dani Jarque

Salah satu tribut nan menyentuh untuk mendiang kapten Espanyol ini datang dari sahabatnya, Andres Iniesta, di final Piala Dunia.

Kisah Daniel Jarque i González adalah salah satu cerita pilu dalam belantika sepakbola.

Di saat segala sesuatunya berjalan baik, ajal justu menjemputnya di usia muda. Kematian memang sudah menjadi takdir dari Yang Maha Kuasa, namun kadangkala sulit diterima, terlebih kala maut terasa datang terlampau dini.

Putra asli kota Barcelona, Jarque bergabung ke akademi Espanyol saat berumur 12 tahun hingga akhirnya berkesempatan melakoni debut La Liga tujuh tahun berselang.

Ia terus tumbuh menjadi pilar utama di jantung pertahanan Los Periquitos dan, meski tak pernah bermain untuk timnas senior Spanyol, sang bek sentral mengecap penampilan internasional di level U-17, U-19, U-20, hingga U-21.

Pada musim panas 2009, seiring pengangkatan Mauricio Pochettino, mantan pemain belakang Espanyol, sebagai entrenador anyar di Cornella El-Prat, Jarque ditunjuk menjadi kapten utama menggeser Raul Tamudo.

Dalam kehidupan pribadi, Jarque tengah menantikan kelahiran anak dari tunangannya.

Namun, semua berita gembira itu sekonyong-konyong musnah, berganti duka. Jarque meregang nyawa di sela-sela pemusatan latihan pramusim Blanquiazules di Coverciano, Florence, Italia. Masih sempat mengikuti sesi latihan pagi, Jarque kolaps di kamar hotelnya ketika tengah menelepon sang kekasih di waktu petang.

Menurut kabar, tunangan Jarque langsung menghubungi dua rekan setimnya begitu menyadari ada yang tak beres. Mereka pun bergegas memeriksa dan langsung memanggil petugas medis setelah menemukan Jarque tak sadarkan diri.

Usaha mereka sia-sia. Jarque dinyatakan meninggal dunia akibat serangan jantung. Tepat pada hari ini, enam tahun silam. Ia berpulang di usia 26.

Beragam tribut mengalir untuk Jarque, bahkan hingga bertahun-tahun usai kematiannya.

Cesc Fabregas mengibarkan jersey dengan nama dan nomor punggung 21 yang biasa dikenakan Jarque sebagai tanda penghormatan untuk mantan rekannya di tim Spanyol U-21 itu usai mencetak gol bagi Arsenal pada 17 Agustus 2009. Pemain yang sama juga memakai kaus dengan nama Jarque serta beberapa figur sepakbola Spanyol lain yang telah berpulang akibat sakit jantung dan kanker dalam selebrasi juara Euro 2012.

Terciptanya sejarah baru untuk sepakbola Negeri Matador pun ditandai dengan tribut nan menyentuh untuk Jarque dari Andres Iniesta. Setelah membobol gawang Belanda guna menentukan hadirnya trofi Piala Dunia pertama La Roja pada 2010, Iniesta, yang dikenal sebagai sahabat dekat Jarque, membuka seragamnya dan menunjukkan kaus dalam bertuliskan "Dani Jarque siempre con nosotros".

Artinya: Dani Jarque, selalu bersama kita.