Sejarah Hari Ini (8 Juli): Panser Rebut Mahkota Juara Dunia Ketiga

Pada 8 Juli 1990 di Olimpico, Jerman Barat melampiaskan dendam pada Argentina untuk mengangkat trofi Piala Dunia ketiga mereka.

OLEH DEDE SUGITA Ikuti di twitter

Timnas Jerman masih berpeluang menuntaskan dahaga trofi Piala Dunia pada tahun ini usai menembus partai semi-final kontra tuan rumah Brasil, Selasa (8/7) esok.

Gelar terakhir sendiri, alias yang ketiga, jatuh ke dekapan Tim Panser tepat pada hari ini 24 tahun silam, setelah skuat besutan Franz Beckenbauer menundukkan Argentina 1-0 pada laga puncak di Olimpico, Roma. Seperti dua titel sebelumnya, trofi ini juga direngkuh oleh Jerman Barat.

Pertandingan pamungkas gelaran Italia '90 merupakan ulangan final empat tahun sebelumnya, ketika Los Albicelestes unggul 3-2 atas Die Nationalmannschaft.

Andreas Brehme, kiri, berselebrasi dengan Jurgen Klinsmann usai mengonversi penalti.

Kedua negara sama-sama lolos dengan mengeliminasi lawan mereka melalui drama adu penalti di putaran empat besar. Jerman menghentikan Inggris, sementara Argentina mengungguli tim tuan rumah Gli Azzurri.

Bertolak belakang dengan pertemuan terdahulu, partai kali ini berjalan sangat menjemukan, bahkan hingga sekarang dikenang sebagai laga final terburuk dalam sejarah Piala Dunia.

73.603 orang yang memadati Olimpico dipaksa melihat duel dua tim yang sama-sama memainkan gaya defensif cenderung negatif kendati terdapat bintang-bintang bertalenta di lapangan, contohnya Diego Maradona di pihak Argentina dan Rudi Voller di kubu Jerman.

Menyusul skor imbang tanpa gol di babak pertama, permainan makin tak enak ditonton setelah bek Argentina Pedro Monzon, yang sebetulnya baru masuk saat jeda, menerima kartu merah langsung akibat pelanggaran keras terhadap Jurgen Klinsmannn di menit ke-65 dan menjadi pemain pertama yang diusir dalam sebuah laga final PD.

Kendati mengantungi surplus jumlah personel, Jerman tak mampu menerobos pertahanan Argentina lewat permainan terbuka dan baru memecahkan kebuntuan lima menit jelang bubaran berkat eksekusi penalti Andreas Brehme, yang dihadiahkan wasit menyusul aksi Roberto Sensini menghentikan Voller secara ilegal di kotak terlarang.

Franz Beckenbauer, kanan, mencetak sejarah di Olimpico.

Di sisa waktu, kembali terdapat insiden pengusiran setelah Gustavo Dezotti diganjar kartu kuning kedua dan memaksa Argentina menyudahi laga dengan sembilan orang.

Terlepas dari jalannya laga yang mengecewakan buat penonton netral, Jerman bersuka cita merayakan penuntasan misi balas dendam empat tahun silam dan keberhasilan mengangkat trofi ketiga PD, yang saat itu membawa mereka sejajar dengan Brasil sebagai kolektor juara terbanyak.

Prestasi ini juga menandai catatan sejarah buat Beckenbauer, yang menjadi orang kedua setelah Mario Zagallo yang memenangi PD sebagai pemain dan pelatih. Der Kaiser boleh lebih berbangga karena dialah yang pertama melakukannya sebagai kapten tim (1974) dan pelatih (1990).

RESPECT dan FAIR PLAY. Mari berikan komentar yang sehat dan bermanfaat dalam kolom komentar yang telah kami sediakan.

Topics