Sejarah Hari Ini (8 November): Saat George Weah Gagal Jadi Presiden Liberia

Meski hebat di lapangan hijau, eks striker Milan ini gagal merebut hati mayoritas rakyat Liberia untuk menjadikannya pemimpin mereka.

OLEH DEDE SUGITA Ikuti di twitter

Pada 8 November sembilan tahun silam, George Weah harus mengakui panggung politik lebih keras daripada sepakbola. Di hari itu, salah satu legenda hidup Afrika ini kalah dalam pemilihan umum buat menjadi presiden Liberia.

Semasa berkarier di lapangan hijau, Weah menikmati periode sukses di Afrika, Eropa, hingga Timur Tengah. Khusus di Benua Biru, ia di antaranya pernah mengusung panji AS Monaco, Paris Saint-Germain, AC Milan, Chelsea, dan Manchester City. Sementara di pentas internasional Weah mengumpulkan 60 penampilan untuk timnas Liberia dari 1988 hingga 2007.

1995 menjadi tahun kejayaan Weah. Ia menuntaskan musim 1994/95, kampanye terakhirnya bersama PSG sebelum digaet AC Milan, dengan menjuarai Coupe de France dan Coupe de la Ligue, juga menjadi topskor Liga Champions dengan tujuh gol.

Beberapa bulan setelahnya Weah dianugerahi gelar Pemain Terbaik Dunia versi FIFA, dan juga Ballon d'Or. Hingga detik ini ia masih menjadi satu-satunya pemain dari Benua Hitam yang pernah merengkuh kedua titel individual paling bergengsi tersebut.

Satu-satunya Pemain Terbaik Dunia dari Afrika

Usai undur diri dari sepakbola klub pada 2005, Weah langsung mengutarakan niatan untuk mencalonkan diri sebagai presiden Liberia.

Kendati mendapat kritikan tajam akibat kurangnya pendidikan formal yang ditempuhnya, Weah sukses menempati posisi teratas di antara seluruh kandidat pada pemilihan umum awal, 11 Oktober, dengan perolehan 28,3 persen suara untuk kemudian bersaing dengan Ellen Johnson Sirleaf, kandidat peringkat kedua, dalam pemilu penentuan.

Dalam pertarungan langsung memenangi hati rakyat dengan Sirleaf, Weah mesti mengakui keunggulan sang oposisi. Pada pemilu tanggal 8 November 2005, Weah "hanya" mendulang 40,6 persen suara berbanding 59,4 persen untuk Sirleaf. Mulanya ia tak terima dengan hasil tersebut dan mengklaim terjadi kecurangan, tapi lalu mencabut tudingan itu.

Terlepas dari kekalahan tersebut, Weah tetap aktif berkecimpung di dunia politik Liberia. Ia lagi-lagi bersaing dengan Sirleaf pada 2011, kali ini sebagai calon wakil presiden, dan kembali Weah harus mengaku kalah. Sirleaf unggul telak dengan 90,7 persen suara.

addCustomPlayer('k7utgr4os0yd1grp4y3npwrlj', '', '', 620, 540, 'perfk7utgr4os0yd1grp4y3npwrlj', 'eplayer4', {age:1407083307651});

RESPECT dan FAIR PLAY. Mari berikan komentar yang sehat dan bermanfaat dalam kolom komentar yang telah kami sediakan.