Sejarah Hari Ini (8 September): Debut Manis Claudio Lopez Bersama Lazio

Tepat 14 tahun lalu, Claudio Lopez melakoni debut manisnya bersama Lazio.

OLEH AHMAD REZA HIKMATYAR Ikuti @rezahikmatyar di twitter

Bagi Anda yang sudah menggemari sepakbola sejak akhir 1990-an pasi tak asing dengan nama satu ini, Claudio Lopez. Ya, si mungil dari Argentina yang memiliki gocekan yahud plus tendangan geledek.Karier pemain berjuluk El Piojo itu malang melintang bersama Racing Club, Valencia dan Lazio. Bahkan dirinya sempat masuk buku rekor transfer tatkala klub yang disebut terakhir memboyongnya dari Valencia seharga €35 juta pada musim panas 2000/01. Jumlah yang fantastis saat itu.

Dan 8 September 2000 atau tepatnya 14 tahun yang lalu, mungkin jadi salah satu momen terindah sepanjang karier sepakbola Lopez. Pria yang kini berusia 40 tahun tersebut sukses jadi bintang kemenangan klub anyarnya, Lazio, dalam duel final Piala Super Italia 2000.Tak main-main karena Lopez sukses melesatkan dua gol krusial, pada partai debutnya, dan dalam sebuah laga thriller menghadapi FC Internazionale. Anda bisa membayangkannya karena skor akhir duel tersebut berakhir dengan skor 4-3 untuk I Biancoceleste.Menyandang gelar scudetto dan Piala Italia di musim 1999/00, Lazio harus menghadapi Inter yang berstatus runner-up Piala Italia di musim yang sama, dalam tajuk Piala Super Italia. Dipenuhi berbagai bintang mahalnya, Lazio yang kala itu diasuh oleh Sven-Goran Eriksson mendominasi permainan sejak sepakan mula dilakukan.Namun secara tak terduga mereka dikejutkan oleh gol si bocah ingusan, Robbie Keane, kala duel baru berjalan 180 detik! Lazio kemudian dibuat gugup karena kebobolan terlebih dahulu. Gelombang serangan yang mereka bangun hingga mendekati akhir babak pertama menemui jalan buntu.Saat itulah sang debutan, Lopez, meledak dengan memimpin Tim Elang Biru membalikkan keadaan hanya dalam rentang lima menit. Menerima umpan manis Pavel Nedved di sisi kiri, kontrol bola menakjubkan pemain bernomor punggung tujuh itu diakhiri dengan sepakan geledeknya! Bola melesat tanpa mampu dihalau kiper lawan, Marco Balotta. Kedudukan lantas berbah 1-1 di menit ke-33.Tak berhenti sampai di situ, berselang lima menit kerja sama ciamiknya dengan Hernan Crespo berakhir dengan cara yang sama. Lazio pun menutup babak pertama lewat keunggulan 2-1.Mental La Beneamata jatuh di titik tersebut. Lazio pun membabi buta pada babak kedua. Penalti Sinisa Mihajlovic lantas memperbesar keunggulan menjadi 3-1. Gol Francisco Farinos untuk Inter sempat membuat duel kembali tegang, namun chip indah Dejan Stankovic menegaskan siapa yang layak merengkuh Piala Italia saat itu, meski Vempeta bisa menyempitkan jarak.Lazio akhirnya keluar sebagai juara Piala Super Italia 2000 dan Claudio Lopez jadi man of the match. Dalam perjalanannya ia lantas jadi pujaan publik Olimpico Roma selama empat musim lamanya, lewat 106 penampilan dan torehan 29 gol. Tak lupa ia menambahkan gelar Piala Italia di musim terakhirnya bersama Gli Aquilotti.

addCustomPlayer('k7utgr4os0yd1grp4y3npwrlj', '', '', 620, 540, 'perfk7utgr4os0yd1grp4y3npwrlj', 'eplayer4', {age:1407083307651});

RESPECT dan FAIR PLAY. Mari berikan komentar yang sehat dan bermanfaat dalam kolom komentar yang telah kami sediakan.

Topics