Sejarah Hari Ini (9 Juni): Kedatangan Kapten Masa Depan Liverpool

Ketika musim 2010/11 berakhir, rasa sakit hati masih mengguncang Liverpool. Bukan cuma karena mereka kembali finis di luar empat besar dan harus berganti manajer di tengah musim, namun juga karena The Reds merasa dikhianati oleh kepergian sang bintang pujaan, Fernando Torres, yang baru saja hijrah ke Chelsea beberapa bulan sebelumnya.

Namun, Kenny Dalglish, yang baru saja dinaikkan statusnya dari caretaker menjadi pelatih tetap, mengusung misi baru di Anfield untuk menghadapi musim 2011/12. Dalglish pun bergerak cepat ketika transfer musim panas 2011 dibuka. Salah satu transfer yang ia lakukan adalah merekrut gelandang muda asal Sunderland. Dialah Jordan Henderson.

Kepindahan ini terjadi tepat pada empat tahun lalu. Fans Liverpool tentu tahu bahwa transfer ini bak perjudian. Henderson saat itu masih berusia 20 tahun dan sudah memiliki banderol cukup mahal dengan laporan menyebutkan ia memiliki rentang harga antara £16 hingga £20 juta.

Performanya di Sunderland memang terbilang bagus dengan tampil sebanyak 70 kali dalam dua musim di Liga Primer Inggris. Henderson pun diganjar debut timnas senior Inggris dalam laga persahabatan melawan Prancis pada November 2010. Liverpool pada akhirnya tergoda untuk memboyong Henderson ke Anfield.

Henderson (paling kiri), diperkenalkan pada Juni 2011 bersama tiga rekrutan Liverpool lainnya.

Ia diperkenalkan ke media bersama rekrutan musim panas lainnya: Stewart Downing, Charlie Adam, dan Alexander Doni. Dalam penutupan transfer, Craig Bellamy, Sebastian Coates, dan Jose Enrique ikut merapat. Dengan demikian, total belanja Liverpool di tahun 2011, termasuk rekrutan musim dingin Luis Suarez dan Andy Carroll, berjumlah lebih dari £110 juta.

Banderol yang terbilang fantastis itu membuat para pemain baru Liverpool tersebut terbebani, tak terkecuali Henderson. Ia sempat mendapat banyak kritik karena tampil kurang memuaskan di musim pertamanya di Anfield. Liverpool juga sempat dirumorkan bakal menjual Henderson ke Fulham meski batal terlaksana.

Barulah di musim 2012/13, Hendo mulai bangkit selepas Brendan Rodgers menggantikan Dalglish pada musim panas 2012 di mana ia mempermanenkan statusnya di lini tengah The Reds. Sejak saat itu, perkembangannya terbilang signifikan dan ia menjadi sosok vokal di lapangan dan ruang ganti.

Barangkali hanya Henderson dan Suarez yang terhitung sebagai pembelian sukses dari delapan rekrutan tahun 2011 itu. Di musim 2013/14, dua sosok ini nyaris mengantar Liverpool menjadi juara Liga Primer. Hingga musim 2014/15, Henderson sudah mencatatkan 186 penampilan dan 20 gol bagi Liverpool - progres luar biasa bagi seorang youngster yang awalnya sempat diragukan.

Grafik penampilan Henderson terus meningkat di tiap musim dan membuatnya muncul menjadi calon terkuat kapten Liverpool setelah kepergian Steven Gerrard.

Kebangkitan Hendo bersama Liverpool ini mengundang decak kagum dari sang kapten karismatik, Steven Gerrard. Bahkan Gerrard sudah menganggapnya sebagai pemain yang paling layak menggantikannya sebagai kapten tim selepas ia hijrah ke LA Galaxy pada musim panas ini.

“Pada awalnya, segalanya terasa sulit bagi Jordan. Dia adalah bocah asli Sunderland dan untuk pertama kali dalam hidupnya ia pergi dari kampung halamannya untuk pindah ke Liverpool. Itu adalah keputusan besar di usianya yang masih sangat muda," tutur Gerrard kepada Liverpool Echo.

"Bermain untuk Liverpool, dengan segala tekanan dan ekspektasinya, adalah sesuatu yang sulit. Namun, Jordan tetap bertahan dan tahan banting. Dalam situasi sulit itulah, Jordan mampu menunjukkan karakternya. Dia adalah seorang profesional sejati yang selalu bekerja keras,” pujinya.

Ketika Gerrard absen di banyak laga di musim 2014/15, Henderson-lah yang mengenakan ban kapten. Banyak pihak sudah sepakat bahwa Henderson bakal menjadi kapten tetap Liverpool setelah era Gerrard berakhir. Musim 2015/16 dan seterusnya bakal menjadi momennya Henderson.