Sekilas Pandang Sepakbola Di Olimpiade 2016

Topics

Rangkuman informasi yang Anda butuhkan untuk merayakan kesemarakan Olimpiade 2016, khususnya di cabang sepakbola.

Mengapa Neymar lebih memilih berlaga di Olimpiade ketimbang Copa America Centenario? Mengapa sepakbola di Olimpiade kerap dipandang sebagai kompetisi yang kurang bergengsi? Mengapa jersey timnas sepakbola di Olimpiade berbeda dengan jersey timnas di kompetisi lain?

Semua jawaban di atas bisa ditemukan di bawah ini. Kami mengajak pembaca untuk menyelami lebih dalam tentang beragam informasi terkait cabang sepakbola di Olimpiade yang akan dipertandingkan pada musim panas ini di Brasil.

TEMPAT & WAKTU

Sepakbola di Olimpiade 2016 akan berlangsung mulai dari tanggal 3 hingga 20 Agustus 2016. Final sepakbola putra akan digelar pada 20 Agustus, sedangkan final sepakbola putri digelar satu hari sebelumnya.

Sebagai kota tuan rumah, Rio de Janeiro tidak sendirian sebagai tempat penyelenggara laga-laga sepakbola Olimpiade. Mengingat ada banyak partai dan dengan waktu yang terbatas, terdapat enam kota di Brasil, termasuk Rio, yang akan menyajikan partai sepakbola, yaitu:

  • Brasilia – Estadio Nacional Mane Garrincha (kapasitas 69.349 penonton)
  • Sao Paulo – Arena Corinthians (48.234)
  • Belo Horizonte – Mineirao (58.170)
  • Salvador – Arena Fonte Nova (51.900)
  • Manaus – Arena da Amazonia (40.549)
  • Rio de Janeiro – Maracana (74.738), Estadio Olimpico Joao Havelange (60.000)

Familiar dengan nama-nama di atas? Ya, kecuali Estadio Olimpico Joao Havelange, semua stadion di atas pernah digunakan di Piala Dunia 2014. Tentu saja termasuk Mineirao, tempat ketika tuan rumah Brasil dibantai Jerman 7-1 di semi-final. Ups!

PARA PESERTA & GRUP

PRIA WANITA
GRUP A

        

Brasil | Afrika Selatan | Denmark | Irak

 
GRUP E

        

Brasil | Afrika Selatan | Swedia | Tiongkok
GRUP B

        


Nigeria | Kolombia | Swedia | Jepang

 
 GRUP F

        

Jerman | Kanada | Australia | Zimbabwe
 GRUP C

        

Korea Selatan | Fiji | Meksiko | Jerman

 
GRUP G

        


Amerika Serikat | Prancis | Selandia Baru | Kolombia
 GRUP D

        

Argentina | Portugal | Aljazair | Honduras

 


 

REGULASI

Pada dasarnya, cabang olahraga sepakbola di Olimpiade memiliki peraturan yang sama dengan turnamen-turnamen yang diselenggarakan oleh FIFA. Namun terdapat beberapa peraturan yang sedikit berbeda, di antaranya.

  • FIFA tidak mewajibkan klub untuk melepas pemainnya berpartisipasi di Olimpiade. Alasannya, Olimpiade bukan agenda resmi FIFA.
  • Pembatasan usia untuk sepakbola pria. Timnas sepakbola pria hanya boleh memainkan tim U-23 mereka (dalam hal ini pemain yang lahir setelah 1 Januari 1993) namun tetap boleh memainkan maksimal tiga pemain senior. Sementara di sepakbola wanita tidak ada pembatasan usia.
  • Pada Olimpiade 2016 ini, akan dilakukan uji coba terkait aturan pemain pengganti keempat. Rinciannya, jika pertandingan memasuki babak perpanjangan waktu setelah kedua tim bermain imbang selama 90 menit, maka setiap tim boleh menurunkan pemain pengganti keempat.
  • International Olympic Comittee (IOC) terbilang ketat dalam mengatur jersey pemain. Yang paling kentara adalah logo perusahaan apparel yang dibatasi maksimal 20 sentimeter persegi. Artinya, apparel seperti Adidas hanya diperkenankan mencantumkan logonya pada satu titik dan tidak diizinkan menggunakan elemen tiga garis dalam desain jersey.
  • Masih soal jersey, yakni penghilangan logo federasi sepakbola. Mengingat Olimpiade bukan ajang resmi FIFA, maka logo federasi harus ditanggalkan dan digantikan dengan bendera negara yang dikombinasikan dengan logo Olimpiade.
  • Dalam beberapa kasus, adanya kesepakatan eksklusif antara negara peserta Olimpiade dengan sponsor membuat jersey tim di Olimpiade dan kompetisi lain bisa berbeda. Misalnya, Australia di Olimpiade 2016 menggunakan jersey Adidas, padahal di turnamen lain mereka mengenakan jersey Nike. Contoh lain: timnas Swedia di Olimpade 2016 yang menggunakan jersey H&M.

SEJARAH SINGKAT

  • Sepakbola belum dikenal saat diresmikannya Olimpiade pertama di Athena pada 1896. Baru empat tahun kemudian, sepakbola mendapatkan tempat di Olimpiade Paris 1900, namun hanya diperlakukan sebagai pertandingan persahabatan yang hanya melibatkan tiga negara.
  • Pertama kalinya sepakbola menjadi salah satu cabang yang dipertandingkan di Olimpiade, serta diakui oleh FIFA, adalah pada Olimpiade London 1908. Namun pada 1932, sepakbola sempat dihilangkan, sebelum kemudian terus digelar dalam setiap Olimpade hingga sekarang.
  • Pamor sepakbola merosot secara signifikan sejak Piala Dunia FIFA digelar pertama kali pada 1930. Tidak banyak lagi tim-tim yang mau menurunkan pemain bintangnya di Olimpiade. Hal ini membuat IOC membuat keputusan pada Olimpade 1984 di mana pemain profesional harus disertakan.
  • Sejak Olimpiade 1992, peserta tim sepakbola hanya boleh mengirimkan timnas U-23 dengan kompensasi terdapat maksimal tiga pemain senior (di atas usia 23 tahun).
  • Format baru ini membuat tim-tim bersaing secara seimbang sehingga negara yang tidak punya sejarah apik di Piala Dunia bisa berbicara banyak di Olimpiade, seperti Nigeria dan Kamerun yang berhasil merengkuh medali emas pada 1996 dan 2000.
  • Sepakbola wanita pertama kali diperkenalkan pada Olimpiade Atlanta 1996.
  • Timnas sepakbola tersukses di dunia, Brasil, yang telah memenangi lima gelar Piala Dunia, ternyata belum pernah sekalipun meraih medali emas di Olimpiade. Gelar terbaik Brasil adalah medali perak (1984, 1988, 2012). Oleh karena itu, Neymar dkk. berharap bisa memperbaiki catatan itu di Rio 2016.
  • Negara tersukses di sepakbola pria Olimpiade adalah Hongaria (3 medali emas, 1 perak), disusul Britania Raya (3 emas), Argentina (2 emas, 2 perak), Uni Soviet (2 emas, 3 perunggu), dan Uruguay (2 emas). Sedangkan Amerika Serikat menjadi negara tersukses di sepakbola wanita (4 emas).
Topics