Shinji Kagawa: Cerezo Osaka Bisa Timba Pengalaman Di J2

Kagawa menyatakan, bermain di J2 bukan sesuatu yang sia-sia untuk mengembangkan kemampuan pemain muda.

OLEH DONNY AFRONI Bintang Borussia Dortmund Shinji Kagawa berusaha membesarkan hati penggawa mantan klubnya, Cerezo Osaka, yang berkompetisi di J2 J-League pada musim 2015. Kagawa meminta pemain Cerezo memetik pelajaran saat tampil di J2.Sebelum hijrah ke Dortmund pada 2010, Kagawa berkarir bersama Cerezo selama 4,5 musim. Kendati demikian, Kagawa selalu mengunjungi klub yang telah membesarkan namanya itu setiap kali pulang ke Jepang saat kompetisi Eropa libur. Kagawa juga melihat perjuangan Cerezo di J1 musim 2014, walau akhirnya terdegradasi.Dalam mengarungi J2 2015, Cerezo dipastikan tidak diperkuat Takumi Minamino yang pindah ke klub Austra Salzburg, dan Kenyu Sugimoto ditransfer ke Kawasaki Frontale. Walau begitu, Cerezo masih dibela Kim Jin-Hyeon, dan pemain baru seperti Kunimitsu Sekiguchi dan Keiji Tamada. Para pemain ini diharapkan kembali membawa Cerezo ke J1.“Cerezo biasanya menghadapi berbagai permasalahan setelah menjalani musim yang bagus. Itu merupakan permasalahan yang kerap mereka sulit atasi. Sepertinya permasalahan-permasalahan ini harus bisa diselesaikan klub secara serius,” ujar Kagawa dikutip Goal Jepang.“Sungguh menyedihkan berada dalam situasi seperti itu ketika Anda dianggap mempunyai pemain muda berbakat bagus. Sungguh penting bagi tim untuk mengawali J2 dengan semangat menimba pengalaman.”“Ketika saya berada di posisi yang sama, saya meyakinkan diri bisa mengatasi masalah yang saya hadapi, dan berjanji kepada diri sendiri untuk tidak mengulang kesalahan yang sama. Saya ingin tim ini juga melakukan hal yang sama.”Kagawa menggambarkan permasalahan itu ketika mengalami nasib yang sama di musim 2006. Bermaterikan pemain bagus seperti Yoshito Okubo, Akinori Nishizawa, dan Hiroshi Nanami, Cerezo mengakhiri musim di posisi ke-17, dan terdegradasi.Satoshi Tsunami kemudian ditunjuk sebagai pelatih menggantikan Yuhji Tsukada. Di tengah perjalanan, kembali terjadi pergantian pelatih, dan kali ini Levir Culpi yang mendapat kepercayaan. Kendati demikian, Cerezo gagal promosi ke J1. Setelah tiga tahun di J2 dengan pemain seperti Takashi Inui, Jin-Hyeon, dan Martinez, akhirnya Cerezo pormosi ke J1 pada akhir musim 2009.Walau begitu, tidak menjadi masalah menggunakan pemain muda untuk membangun tim dengan menimba pengalaman di J2. Kagawa mencetak 27 gol bagi Cerezo pada musim 2009. Itu merupakan torehan gol terbanyak Kagawa selama satu musim sejak diplot sebagai striker.“Dari pengalaman pribadi saya, segala sesuatu yang saya dapat di J2 sangat berarti untuk diri saya. Sebuah pengalaman yang tidak sia-sia bagi pemain muda, dan tentunya sangat signifikan,” imbuh Kagawa.“Bagi saya, bertemu pelatih [Levir Culpi] yang bisa mengembangkan keterampilan kita sebagai pemain muda sangat penting. Selain itu, melalui kemauan keras ntuk mengubah situasi sulit menjadi kekuatan, sangat membantu seorang pemain menjadi lebih matang.”Pada musim ini, Cerezo pun lebih banyak berisi pemain di usia awal 20-an. Wajah lama Tukeru Okada, Daichi Akiyama, Daiki Kogure, dan Gu Sung-Yun, dipadu dengan pendatang baru, Hayato Nukui, Masaki Okino, Masaki Sakamoto, Masataka Nishimoto, dan Taiga Maekawa. Bagi mereka yang ingin bersinar seperti Kagawa, memperlihatkan performa luar biasa di J2 sungguh penting.

//

RESPECT dan FAIR PLAY. Mari berikan komentar yang sehat dan bermanfaat dalam kolom komentar yang telah kami sediakan.

Topics