Siapa Bisa Jegal Bayern Munich Ukir Sejarah?

Bayern Munich membidik rekor historis empat kali juara Bundesliga berurutan. Tim mana saja yang punya kapasitas memadai untuk menggagalkan target Die Rekordmeister?

Tidaklah sukar menebak isi kepala mayoritas publik sepakbola setiap kali perhelatan musim baru Bundesliga hendak dimulai. Isi prediksi di media massa pun satu suara: Bayern Munich bakal meraja. Lagi.

Itu menjadi hal yang lumrah karena memang mustahil menangkis keidentikan Bayern dengan status penguasa Jerman. Bayangkan, dari  52 edisi Bundesliga yang sudah digelar, 24 di antaranya alias nyaris separuhnya rampung dengan Bayern nangkring di pucuk klasemen.

Ditambah satu titel sebelum era Bundesliga, The Bavarians telah mengoleksi 25 trofi Liga Jerman. Terdekat dari mereka adalah Nurnberg yang “hanya” memiliki sembilan mahkota juara, dengan yang terakhir hadir pada 1967/68!

Build-up jelang bergulirnya gelaran 2015/16 pun tak berbeda. Bayern, yang akan membuka musim dengan menjamu Hamburg SV di Allianz Arena, Jumat (14/8) malam waktu lokal, lagi-lagi menjadi favorit terkuat.

Pelatih Pep Guardiola melepas seorang legenda dalam diri Bastian Schweinsteiger, tetapi kualitas penggantinya tidak main-main: Arturo Vidal, buruan lawas klub yang akhirnya sukses didapatkan. Plus winger Douglas Costa yang sudah sering unjuk gigi selama pramusim, rising star Joshua Kimmich, serta Sven Ulreich, kiper yang sejatinya bisa menjadi nomor satu di banyak klub lain.

Di atas kertas perjalanan Die Roten untuk mengangkat kembali Meisterschale alias perisai juara pada akhir musim tak akan terhadang. Namun, sepakbola tidak jarang melahirkan kejutan. Lagi pula ada catatan menarik menyangkut hegemoni Bayern di Bundesliga.

Sejago-jagonya Si Merah, dominasi mereka paling lama bertahan tiga musim. Ya, sepanjang sejarah Bayern belum pernah sekali pun mengukir quat-trick juara. Akankah hal serupa tetap berlaku musim ini? Siapa saja yang berpotensi menjegal Die Rekordmeister menuliskan lagi rekor baru?

 

WOLFSBURG

MUSIM 2014/15
Bundesliga:
Runner-up
Eropa: Perempat-final Liga Europa

Pelatih: Dieter Hecking

Bertugas sejak: 2012

Stadion: Volkswagen Arena

Kapasitas: 30.000

Prestasi terbaik Bundesliga: Sekali juara

TRANSFER

Masuk:
Max Kruse (Borussia Monchengladbach), Carlos Ascues (Melgar), Francisco Rodriguez (FC Zurich), Koen Casteels (Werder Bremen)*

Keluar:
Xizhe Zhang (Beijing Guoan), Stefan Kutschke (Nurnberg), Patrick Ochs (habis kontrak), Vaclav Vilar (Viktoria Plzen)

*) Kembali dari masa peminjaman **) Pinjam

Wolfsburg bagai langsung tertidur selepas menggebrak melalui raihan trofi Bundesliga pertama enam tahun silam. Namun, kini sinyal-sinyal kebangkitan terpancar jelas di Volkwagen Arena.

Setelah finis sebagai runner-up sekaligus menyabet trofi DFB-Pokal musim lalu, pasukan Serigala juga melakoni start positif menghadapi kampanye baru dengan menggondol DFL-Supercup berkat kemenangan adu penalti kontra Bayern.

Racikan pelatih Dieter Hecking dan kebrilianan Kevin De Bruyne, yang dipinang dari Chelsea pada Januari 2014, berandil besar dalam sukses Die Wolfe. Kini mereka pun memiliki tambahan striker berkualitas usai mendatangkan Max Kruse dari Borussia Monchengladbach, dan kembalinya Koen Casteels dari masa peminjaman di Werder Bremen menghadirkan kover mumpuni untuk kiper utama dan kapten Diego Benaglio. Wolfsburg berpeluang besar kembali meramaikan persaingan di papan atas, bahkan menyodok posisi Bayern, terlebih jika De Bruyne bisa dipertahankan dari godaan Manchester City.

 

BORUSSIA DORTMUND

MUSIM 2014/15
Bundesliga:
Peringkat 7
Eropa: 16 besar Liga Champions

Pelatih: Thomas Tuchel

Bertugas sejak: 2015

Stadion: Signal Iduna Park

Kapasitas: 81.359

Prestasi terbaik Bundesliga: 8 kali juara

TRANSFER

Masuk:
Gonzalo Castro (Bayer Leverkusen), Roman Burki (Freiburg), Julian Weigl (1860 Munich), Moritz Leitner (Stuttgart)*, Marvin Ducksch (Paderborn)*, Jonas Hofmann (Mainz)*

Keluar:
Mitchell Langerak (Stuttgart), Milos Jojic (Koln) Zlatan Alomerovic (Kaiserslautern), Ciro Immobile (Sevilla)**, Sebastian Kehl (pensiun)

*) Kembali dari masa peminjaman **) Pinjam

Seiring berakhirnya kebersamaan selama tujuh tahun dengan Jurgen Klopp, datang Thomas Tuchel sebagai nakhoda baru Borussia Dortmund. Seperti Klopp, nama Tuchel juga melejit berkat kiprahnya dengan Mainz.

Kisah sukses Klopp di Westfalen juga amat mungkin diulangi Tuchel, yang dikenal sangat detail dalam menyiapkan tim plus mempunyai fleksibilitas taktik tinggi. Ini akan sangat berguna untuk menambah variasi terhadap high-pressing game Dortmund peninggalan Klopp. Awal perjalanan dengan sang pelatih baru dilewati dengan mantap oleh Marco Reus cs. Dalam tiga laga kompetitif yang telah dijalani – dua di babak kualifikasi III Liga Europa dan satu di DFB-Pokal – Die Schwarzgelben selalu menang tanpa pernah kebobolan dan membukukan delapan gol.

Setelah musim lalu sibuk berjibaku di papan bawah sebelum finis di paruh atas klasemen, musim ini Si Hitam-Kuning tampak siap kembali tampil menjadi salah satu rival utama Bayern.

 

BAYER LEVERKUSEN

MUSIM 2014/15
Bundesliga:
Peringkat 4
Eropa: 16 besar Liga Champions

Pelatih: Roger Schmidt

Bertugas sejak: 2014

Stadion: BayArena

Kapasitas: 30.210

Prestasi terbaik Bundesliga: 5 kali runner-up

TRANSFER

Masuk:
Admir Mehmedi (Freiburg), Jonathan Tah (Hamburg), Kyriakos Papadopoulos (Schalke), Andre Ramalho (RB Salzburg), Charles Aranguiz (Internacional), Christoph Kramer (Borussia Monchengladbach)*

Keluar:
Gonzalo Castro (Borussia Dortmund), Josip Drmic (Borussia Monchengladbach), Arkadiusz Milik (Ajax), Dominik Kohr (Augsburg), Philipp Wollscheid (Stoke City), Stefan Reinartz (Eintracht Frankfurt)

*) Kembali dari masa peminjaman **) Pinjam

Kedatangan pelatih Roger Schmidt musim lalu memberikan angin segar bagi Bayer Leverkusen. Pria 48 tahun itu melakoni kampanye debut nan impresif di BayArena , dengan membawa tim finis di empat besar, dan hanya kalah beruntung dalam dua ajang piala. Die Werkself tersingkir melalui adu penalti baik di Liga Champions maupun DFB-Pokal.

Gaya main energik amat pas untuk skuat Leverkusen yang banyak dihuni pemain usia muda seperti Son Heung-Min dan Hakan Calhanoglu, dan pada musim kedua Schmidt penerapan permainan tersebut diharapkan makin moncer

Perekrutan Admir Mehmedi dari Freiburg dan kepulangan Christoph Kramer dari periode peminjaman di Monchengladbach menambah garang kekuatan pasukan Schmidt. Die Werkself lebih pas dikategorikan kuda hitam, namun yang pasti mereka punya alasan untuk optimistis bisa menghapus julukan jelek Neverkusen.

 

BORUSSIA M'GLADBACH

MUSIM 2014/15
Bundesliga:
Peringkat 3
Eropa: 32 besar Liga Europa

Pelatih: Lucien Favre

Bertugas sejak: 2011

Stadion: Borussia-Park

Kapasitas: 54.057

Prestasi terbaik Bundesliga: 5 kali juara

TRANSFER

Masuk:
Josip Drmic (Bayer Leverkusen), Thorgan Hazard (Chelsea), Nico Elvedi (FC Zurich), Lars Stindl (Hannover), Andreas Christensen (Chelsea)**, Tobias Sippel (Kaiserslautern)

Keluar:
Max Kruse (Wolfsburg), Amin Younes (Ajax), Filip Daems (KVC Westerlo), Thorben Marx (pensiun), Christoph Kramer (Bayer Leverkusen)*

*) Kembali dari masa peminjaman **) Pinjam

Upaya Borussia Monchengladbach membangun kembali nama besar klub yang pernah begitu berjaya di era 1970-an terus menunjukkan progres signifikan. Sempat terdegradasi delapan tahun silam, Die Fohlen sekarang langganan finis di papan atas klasemen. Teristimewa tentu musim lalu ketika mereka finis ketiga untuk menyegel jatah otomatis lolos ke fase grup Liga Champions.

Anak-anak asuhan Lucien Favre juga boleh menepuk dada karena menjadi satu-satunya tim yang tak terkalahkan dalam dua pertemuan menghadapi Bayern di Bundesliga 2014/15. Setelah bermain imbang tanpa gol saat menjadi tuan rumah, Gladbach memberikan kekalahan perdana 2-0 untuk tim Pep Guardiola di Allianz Arena. Nostalgia Der Klassiker “orisinal” seakan membayang, saat dua tim ini menjadi musuh sengit beberapa dekade lalu.

Meski kehilangan Max Kruse dan Christoph Kramer, Favre tidak perlu terlalu cemas karena mereka yang mendarat di Borussia-Park musim panas ini juga jempolan. Gelandang Lars Stindl, rekrutan dari Hannover, bahkan menandai debut resminya di DFB-Pokal dengan dwigol dalam kemenangan 4-1 versus St. Pauli. Potensi Gladbach untuk kembali meramaikan persaingan di musim baru bisa segera disimak saat mereka menantang Dortmund di Signal Iduna Park pada Spieltag perdana.