Siapa Kampiun La Liga Spanyol Musim 2015/16?

Barcelona, Atletico Madrid, dan Real Madrid membuat malaikat sekalipun sulit menebak siapa yang akan jadi kampiun La Liga Spanyol musim ini!

Hingga jelang dihelatnya El Clasico pada jornada 30, khalayak sepakbola sejatinya sudah dibuat percaya bahwa La Liga Spanyol musim 2015/16 bakal kembali jadi milik Barcelona.

Nyaris segala hal mendukung hipotesis tersebut. Mulai dari kualitas dan kesatuan para penggawanya, euforia treble winners yang seakan tak kunjung berakhir, hingga performa puncak dengan catatan 39 laga beruntun tak terkalahkan di semua ajang.

Dua antagonis utamanya, Atletico Madrid dan Real Madrid, bahkan nyaris dipaksa mengibarkan bendera putih untuk mengejar Barca di puncak klasemen. Maklum, pada momen itu duo klub ibu kota, yang ada di pos kedua dan ketiga klasemen, tertinggal hingga sembilan dan 10 poin jauhnya.

Karenanya hanya keajaiban yang bisa membuat Barca ditelikung Atletico dan Madrid. Lebih-lebih mengharapkan titik kejatuhan Blaugrana pada El Clasico yang digelar di Camp Nou, juga tampak sebagai kemustahilan.

Namun seperti ditegaskan oleh banyak tokoh sepakbola dunia, bahwa tak pernah ada yang mustahil di olahraga terpopuler dunia ini. Ketika hitungan matematis mengatakan masih ada kemungkinan sekalipun di bawah 1 persen, maka selalu ada ruang buat keajaiban.

Kilmaks itu pun hadir dengan amat dahsyat di El Clasico. Madrid berhasil membungkam publik Camp Nou dengan kemenangan 2-1. Efek dari kekalahan itu membuat Barca masuk dalam periode terkelamnya musim ini. Bak kehabisan bensin jelang etape final, mereka kalah empat kali dari enam laga terakhirnya di semua kompetisi!

Imbasnya, selain dipastikan gagal mempertahankan gelar Liga Champions, takhta La Liga yang sudah di depan mata juga berpotensi lenyap dari pandangan Barca. Dengan Atletico dan Madrid yang terus berlari, kini pada jornada 33 perolehan poin Los Cules berhasil disamai Los Rojiblancos dan hanya terpisah sebiji poin dari Los Blancos.

Dengan La Liga musim ini yang tinggal menyisakan lima jornada saja, Barca, Atletico, dan Madrid kini membuat malaikat sekalipun sulit menebak siapa yang akan jadi juaranya. 

Masih duduk di puncak klasemen jadi keuntungan tersendiri buat Barcelona. Meski koleksi poinnya saat ini sama dengan Atletico, mereka berhak jadi kampiun bila kondisi tersebut berlangsung hingga akhir musim. Patut diketaui, La Liga menentukan peringkat di akhir musim berdasar head to head semusim tim yang terlibat. Dalam kasus ini Azulgrana unggul karena menang di dua pertemuan liga kontra sang pesaing.

Menilik lawan di lima jornada ke depan, di atas kertas, Barca juga seharusnya tak mendapat kesulitan berarti. Terlebih dibanding Atletico dan Madrid, mereka punya fokus yang lebih lantaran sekarang hanya berkompetisi di level domestik.

Namun bila dilihat dari situasi negatif Barca sekarang, segalanya jadi samar. Kekalahan yang mereka dapat dari tim seperti Real Sociedad dan Valencia dua pekan terakhir, membuat kans kalima calon lawan untuk menyakiti Lionel Messi cs membesar. Utamanya Deportivo La Coruna dan Derby Barceloni hadapi Espanyol. Pada pertemuan pertama, pengoleksi 23 gelar La Liga ini gagal menang atas kedua tim tersebut.

Pembenahan mental atas periode kelam Barca jadi tugas utama sang pelatih, Luis Enrique. Jika tak mampu melakukannya, bukan tak mungkin Atletico dan Madrid siap menelikung bahkan sebelum memasuki jornada pamungkas. Untungnya rasa optimistis tetap diapungkan.

“Butuh lima kemenangan lagi untuk memenangkan gelar dan jika ada tim yang mampu melakukan hal itu, maka tim itu adalah Barcelona. Kami mendapat tantangan sulit, tetapi kami akan juara jika mampu memenangi lima partai berikut,” tegas Enrique.

Kesuksesan Atletico Madrid melaju ke semi-final Liga Champions dengan mengalahkan Barca dan kini bersama-sama memuncaki klasemen sementara La Liga, merupakan sokongan mental luar biasa buat Antoine Griezmann cs. Hasrat untuk menyempurnakan mimpi dua musim silam, di mana mereka jadi kampiun La Liga dan masuk final Liga Champions, kian menggebu untuk diwujudkan.

Namun situasi itu juga bisa jadi bumerang. Terbaginya fokus antara La Liga dan Liga Champions, bukan tak mungkin mengorbankan salah satu target. Dua musim silam, kesalahan itulah yang Atletico lakukan. Mati-matian hingga jadi kampiun La Liga, tapi kehabisan bensin di final Liga Champions sehingga gagal jadi juara.

Untungnya lawan Atletico di lima jornada terakhir tak serumit situasi terdahulu, di mana mereka harus saling berhadapan dengan kandidat juara. Meski begitu, pengkhususan patut diletakkan pada duel kontra Athletic Bilbao dan Celta Vigo.

Duel kontra Bilbao yang brilian musim ini di San Mames, berdekatan dengan jadwal Liga Champions. Sementara Celta kerap menyulitkan tiga besar klasemen di mana mereka juga jadi aktor utama tersingkirnya Los Colchoneros dari Copa del Rey musim ini.

"Ada kemungkinan memiliki laga penting di Bilbao dan terus bersaing dalam empat laga sesudahnya. Akan sulit memenangi semua pertandingan itu, tetapi kami akan melakukan apa yang dituntut jadwal tersebut dari kami, yaitu menang, menang, menang," seru pelatihnya, Diego Simeone, seperti dikutip AS.

Meski disebabkan oleh dirinya sendiri, keputusan sang presiden, Florentino Perez, memecat pelatih kepala, Rafael Benitez, dan menggantinya dengan Zinedine Zidane tergolong tepat. Real Madrid yang mulanya tanpa harapan, kini telah kembali ke jalur yang benar, jalur juara!

Lewat cara yang mengagumkan, Madrid sukses melaju ke babak semi-final Liga Champions dan kini hanya terpaut sebiji poin dari Barca di puncak klasemen La Liga. Double Winners impian pun tak lagi samar, justru makin tampak bisa diwujudkan.

Salah satu kunci kebangkitan Madrid musim ini adalah kemampuan Zidane menghidupkan kembali trio BBC, di saat yang tepat. Utamanya tentu saja Cristiano Ronaldo. Ia merupakan protagonis tim, lewat gelontoran gol krusialnya, yang musim ini sudah menyentuh angka 46.

Namun hambatan Madrid sama dengan Atletico, yakni fokus mereka terbagi dengan Liga Champions. Hal itu membuat duel menghadapi lawan kuat, Villarreal, punya arti yang sangat krusial dalam ambisi raih poin sempurna di lima jornada terakhir. Selain itu kejutan Sociedad dan Valencia yang sanggup mengalahkan Barca juga patut diwaspadai.

"Pilih La Liga atau Liga Champions? Kami tidak mau menyepelekan apapun. Kami hanya ingin melakukan tugas kami dengan baik karena La Liga juga sangat penting. Tapi kami juga tidak akan melupakan tugas kami di kompetisi lainnya. Madrid selalu haus gelar!" papar Zidane, seperti dikutip Marca.