Sikat Persib Bandung, Arema Cronus Kampiun Piala Bhayangkara

Persib terpaksa bermain dengan sepuluh orang di pertengahan babak kedua setelah Yanto Basna diganjar dua kartu kuning.

Arema Cronus tampil sebagai kampiun turnamen Piala Bhayangkara setelah dalam pertandingan final di Stadion Utama Gelora Bung Karno Jakarta, Minggu (3/4) malam WIB, mengalahkan Persib Bandung 2-0.

Pertandingan panas antara Arema dan Persib berlangsung sengit sepanjang 90 menit, dan diwarnai diusirnya Yanto Basna akibat melakukan tindakan tak terpuji di pertengahan babak kedua.

Babak pertama

Arema dan Persib mengawali laga dengan memeragakan permainan terbuka. Namun pertahanan solid masing-masing tim membuat serangan yang dibangun tidak melewati sepertiga akhir. Persib sudah melakukan pergantian pemain di menit ke-12 saat Atep yang mendapatkan cedera digantikan Tantan.

Peluang sempat diperoleh Arema pada menit ke-20. Ahmad Alfarizi menusuk dari sektor kiri serangan Arema melepaskan umpan ke depan kotak penalti, namun dapat dihalau pemain belakang sebelum disambar Cristian Gonzales.

Selang satu menit kemudian, Persib membalasnya lewat serangan balik cepat. Tapi Tantan yang menyusuri sektor kanan pertahanan Arema tidak akurat menendang bola, sehingga mengarah ke kiper Kurnia Meiga.

Persib mendapatkan kesempatan emas untuk membuka keunggulan di menit ke-25. Tony Sucipto melepaskan umpan ke depan kotak penalti, bola sempat disundul Goran Ganchev. Si kulit bundar jatuh ke kaki Juan Belencoso, tapi rekrutan anyar Persib ini gagal memaksimalkan peluang emas tersebut, karena kesulitan mengendalikan bola.

Selepas water break, permainan umpan pendek Arema berubah menjadi umpan panjang. Skema ini tidak berjalan dengan baik. Sebaliknya, serangan Persib yang kerap dilakukan di sektor kiri dapat dibaca pertahanan Arema. Skor imbang tanpa gol akhirnya menutup babak pertama.

Babak kedua

Arema kembali memeragakan permainan umpan pendek di babak kedua. Sedangkan Persib berusaha mengubah permainan dengan memasukkan David Laly menggantikan Samsul Arif yang tidak efektif.

Permainan satu-dua Arema akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-59. Gonzales menyodorkan bola kepada Srdjan Lopicic yang menusuk di sisi kiri. Lopicic kemudian melepaskan umpan ke depan kotak penalti, dan disambut dengan sontekan backheel Raphael Maitimo, sehingga menjebol gawang Persib.

Tertinggal satu gol membuat Persib berada dalam tekanan. Arema nyaris memperbesar keunggulan pada menit ke-62. Esteban Vizcarra melepaskan umpan kepada Dendi Santoso, tapi striker Arema yang berdiri bebas ini terlalu lama memainkan bola, dan tendangannya sudah bisa ditutup Tony.

Upaya Persib mengejar ketertinggalan menjadi berat setelah bermain dengan sepuluh orang di menit ke-70 usai Yanto Basna menerima kartu kuning kedua, karena sengaja menendang botol ke arah Esteban yang sedang terduduk dibandingkan ke tepi lapangan yang lebih dekat dengan bek kanan Maung Bandung tersebut.

Unggul jumlah pemain coba dimaksimalkan Arema. Peluang didapat Dendi Santoso di menit k-e-75 ketika menyambar bola liar di dalam kotak penalti, tapi tendangannya masih menyamping di sisi kiri gawang. Di lain sisi, Persib tetap berusaha mengejar ketertinggalan, walau kalah jumlah pemain.

Arema akhirnya berhasil menggandakan keunggulan sekaligus memastikan kemenangan menjadi 2-0 ketika umpan Gonzales disambar tandukan pemain pengganti Sunarto yang tak bisa dicegah masuk ke dalam gawang. Arema pun memastikan diri menjadi jawara Piala Bhayangkara.

Berikut susunan pemain kedua tim:

Arema: Kurnia Meiga; Ryuji Utomo (Junda 81'), Goran Ganchev, Hamka Hamzah, Ahmad Alfarizie; Raphael Maitimo, Hendro Siswanto, Srdjan Lopicic (Sunarto 81'); Dendi Santoso (Antoni 88'), Cristian Gonzales, Esteban Vizcarra.
Cadangan: Kadek Wardhana, Benny Wahyudi, Junda Irawan, Juan Revi, Ferry Saragih, Sunarto, Antoni Putro.

Persib: I Made Wirawan; Yanto Basna, Purwaka Yudhi, Vladimir Vujovic, Tony Sucipto; Taufiq (Febri 70'), Kim Jeffrey Kurniawan, Hariono; Samsul Arif (David 53'), Juan Belencoso, Atep (Tantan 12').
Cadangan: Nathsir Fadhil, Agung Pribadi, Hermawan, David Laly, Yandi Sofyan, Febri Hariyadi, Tantan.

Topics