Singo Edan Dijadikan Nama Pulau Di NTT

Pemberian nama itu tak lepas dari peran Aremania yang pernah mengemban misi damai di Flores.

Pemerintah provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) secara mengejutkan telah meresmikan salah satu pulau mereka bernama Singo Edan. Tentunya hal itu mengundang perhatian. Pasalnya, nama tersebut terdengar cukup asing jika dihubungkan dengan NTT.

Tapi, nama itu tentunya sudah sangat familiar di kalangan pencinta sepakbola nasional. Mengingat, itu adalah julukan dari salah satu klub besar di Indonesia, yakni Arema Cronus. Usut punya usut, ternyata pemberian nama itu memang ada hubungannya dengan Arema.

Itu karena, yang mengusulkan nama tersebut adalah salah satu Aremania yang tergabung dalam dKross Community, Ade Herawanto. Ade menjelaskan awal ide penamaan itu terjadi pada 27 Maret 2016 lalu. Ketika itu, dKross Community diundang untuk mengemban misi damai ke Flores, NTT. Pada kesempatan itu, Ade bertemu dengan Gubernur NTT, Frans Lebu Raya.  

Saat itu, ada juga Komandan Lantamal 7 Brigjen (Mar) Siswoyo, yang juga orang Malang. Nah, di saat itulah Brigjen Siswoyo menyampaikan kepada Gubernur NTT bahwa masih banyak pulau di wilayah NTT yang belum memiliki nama. Hal itu sangat rentan dengan pencaplokan oleh negara tetangga Indonesia seperti Timor Leste dan Australia.

Sambil bercanda, Ade pun mengajukan tiga nama untuk salah satu pulau tersebut. Selain Singo Edan, ada juga Arema dan Ongisnade. Tak disangka, ternyata nama Singo Edan dipilih Gubernur NTT untuk salah satu pulau yang diresmikannya.

"Melalui SMS kepada saya (12/5), beliau mengabarkan jika Gubernur NTT akan menandatangani SKEP tertanggal 13 Mei 2016 menyetujui salah satu pulau di wilayahnya diberi nama Singo Edan," ucap Ade, seperti dikutip Wearemania.

"Singo Edan ada di garis depan NKRI, ini sebuah momen bersejarah. Hal ini membuktikan jika Arema ada di mana-mana, dan selayaknya seluruh Aremania sejagad raya patut berbangga. Karena mungkin, mereka satu-satunya suporter sepakbola di Indonesia yang memiliki pulau sendiri," tambahnya.

Topics