SPESIAL: Brasil 2014, Pentas Heroik Para Penjaga Gawang

Navas, Howard, Enyeama, dan Ochoa. Nama-nama tersebut telah memenangkan hati publik sepakbola dengan performa heroik di bawah mistar.

OLEH YUDHA DANUJATMIKA Ikuti di twitter

Sejak dimulai tiga pekan lalu, Piala Dunia 2014 menjadi satu ajang yang tak pantas untuk dilewatkan. Betapa tidak, begitu banyak permainan terbuka dan menghibur disajikan, sebagai buktinya, 154 gol lahir dari 56 pertandingan yang telah digelar. Ya, hampir setiap pertandingan berjalan dengan tensi yang tinggi, tak terkecuali pertandingan kuda hitam antara Kosta Rika dan Yunani. Semua laga menjadi berkelas di Brasil!

Sebagai dampak dari pertandingan terbuka dan bertensi tinggi itu, mau tak mau ada lini belakang yang jadi 'korban'. Bisa kita saksikan dalam pertandingan antara Brasil dan Meksiko atau Belanda dan Spanyol, bagaimana lini belakang dieksploitasi oleh rentetan penyerang kelas dunia. Namun ada pembeda dari dua laga itu, yakni sosok pemain yang selalu berdiri di bawah mistar sepanjang laga alias penjaga gawang.

Spanyol harus kalah 5-1 dari Belanda karena performa buruk Iker Casillas, namun Meksiko mampu menahan imbang Brasil 0-0, berkat aksi Guillermo Ochoa. Ketika menghadapi gempuran, peran kiper sebagai lapis terakhir pertahanan jadi begitu krusial.

Hal tersebut semakin ditegaskan di Piala Dunia2014 dan setelah Ochoa mencuat ke permukaan, muncul nama-nama seperti Rais M'Bolhi, Tim Howard, Keylor Navas, dll. Ya, masing-masing dari mereka jadi pahlawan di bawah mistar bagi negaranya dan PD 2014 pun jadi ajang kepahlawanan bagi para kiper.
Goal Indonesia pun menyajikan barisan kiper heroik di Brasil 2014, hanya untuk Anda!

Siapa yang kenal dengan Guillermo Ochoa sebelum PD 2014 digulirkan? Mungkin tidak banyak, tapi penggawa Meksiko ini adalah perintis kegemilangan kiper di Piala Dunia 2014. Kemampuannya untuk mengawal gawang sudah tampak di laga kedua fase grup melawan Brasil.

Dalam laga itu, Ochoa sukses menghalau serbuan Brasil dan membuat negaranya bermain imbang tanpa gol dengan sang unggulan. Perannya jelas tak bisa dibantah, ia melakukan rentetan penyelamatan ditambah antisipasi krusial dari tandukan Thiago Silva dan Neymar. Pengambilan posisi dan reflek yang ia tunjukkan jelas masuk jajaran kelas atas.

Ochoa kembali unjuk gigi dalam laga melawan Belanda di 16 besar. Walau di paruh kedua timnya digempur oleh Arjen Robben dkk, ia mampu menanganinya dengan tenang. Tandukan keras Stevan de Vrij serta spekulasi Wesley Sneijder di menit akhir pun mampu ia redam.

Sayang, sehebat-hebatnya Ochoa akhirnya kebobolan juga, sepakan keras Sneijder akhirnya tak mampu ia cegah dan satu penalti dari Klaas Jan Huntelaar memastikan timnya harus angkat kaki dari Brasil. Adapun, karir kiper ini pasti melejit, mengingat kontraknya dengan Ajaccio telah jatuh tempo dan ia berada dalam status bebas transfer! Klub-klub raksasa pun mulai melirik kiper 28 tahun ini...

Sempat jadi bulan-bulanan karena Brasil tersingkir di PD 2010, Julio Cesar kini kembali jadi bahan pembicaraan. Bukan, bukan karena blunder ataupun kesalahan kecil, melainkan karena aksi gemilangnya membawa Brasil ke perempat-final.

Cesar tampil begitu heroik di bawah mistar gawang Brasil. Menghadapi Cili yang bermain begitu ngotot, lini belakang sempat kewalahan dan Cesar terpaksa melakukan aksi-aksi gemilang. Kiper veteran ini pun semakin jemawa ketika Brasil harus menghadapi drama adu penalti.

Ketika adu penalti, Cesar menunjukkan ketenangan dan kepiawaian dalam menghalau bola. Dua penalti dari Mauricio Pinilla dan Alexis Sanchez ia gagalkan dan Cesar hadir sebagai pahlawan ketika gawangnya ikut membantu Brasil menggagalkan sepakan Gonzalo Jara.

Semoga saja kiper 34 tahun ini tetap prima dan membawa Brasil terus melaju di Piala Dunia.

Kalau Anda menyaksikan laga antara Belgia dan Amerika Serikat, tentu sosok berjenggot lebat ini takkan lepas dari pengamatan. Ya, Tim Howard nyaris mengisi seluruh highlight pertandingan 16 besar di Salvador itu dengan penyelamatan-penyelamatan gemilangnya.

Selain akrobatik, aksi kiper Everton ini juga memaksa Belgia gigit jari berkali-kali. Betapa tidak, 16 penyelamatan krusial ia lakukan di bawah mistar dan dalam laga itu ia pun memecah rekor penyelamatan di PD. Bombardir dari Kevin de Bruyne, Eden Hazard, dan Divock Origi tak mampu membuahkan gol hingga 90 menit waktu normal.

Namun semua berubah ketika Romelu Lukaku menyerang. Bakat muda Belgia ini jadi ancaman serius bagi Howard, mantan rekannya di Everton, dan akhirnya harus takluk lewat dua kegemilangan Lukaku. Pertama, Lukaku memberikan assist pada De Bruyne. Kedua, Lukaku membobol sendiri gawang Howard dengan sepakan geledeknya. AS mampu membalas dengan satu gol lewat Julian Green, tapi apa daya.

AS memang tersingkir, tapi kepahlawanan Howard tentu takkan mudah hilang dari ingatan. Vincent Kompany, kapten Belgia, juga mengakuinya dan turut memberikan penghormatan pada sang kiper lewat akun twitter-nya: "Dua kata... TIM HOWARD #respect".

Keylor Navas, penjaga gawang Kosta Rika, juga jadi sosok heroik di bawah mistar. Laju Kosta Rika hingga babak perempat-final pun tak pernah lepas dari peran besarnya menjaga keperawanan gawang.

Sejak babak grup saja, ia jadi sosok sentral yang membuat negaranya mampu membungkam negara sekelas Italia, Uruguay, dan Inggris. Di babak 16 besar, ia semakin dielu-elukan saat melawan Yunani. Navas melakukan tujuh penyelamatan dan memaksa kedua tim memainkan babak tambahan, bahkan hingga adu penalti.

Sempat terlihat kesakitan karena berbenturan di babak ekstra, Navas tetap tampil menjaga gawang Kosta Rika di adu tos-tosan. Tiga sepakan pemain Yunani tak mampu ia halau, tapi satu penyelamatan terbang sukses menepis sepakan Theofanis Gekas. Kegemilangan Navas pun mengkristal dalam momen itu dan sukacita menaungu publik Kosta Rika setelah memastikan diri ke babak perempat-final.

Bermain di Levante, beberapa klub Inggris juga mulai melirik Navas. Adapun, presiden Levante sempat mengatakan bahwa klausul transfer Navas sekarang adalah 10 juta Euro. Ada yang minat?

Lagi-lagi ada sosok berjanggut lebat yang gemilang di bawah mistar. Setelah tadi ada Howard, sekarang giliran Rais M'bolhi yang juga memenuhi highlight pertandingan babak enam belas besar Piala Dunia.

Penjaga gawang berdarah Prancis ini membela CSKA Sofia dan namanya tidak banyak dikenal oleh publik sepakbola. Namun sejak tampil ciamik bersama Aljazair, namanya kembali mencuat ke permukaan dan ikut memanaskan bursa transfer.

FIFA pun mengakui kehebatan M'bolhi. Dalam laga kontra Jerman, yang akhirnya dimenangkan oleh Jerman dengan skor 2-1, kiper Aljazair ini dinobatkan sebagai pemain terbaik pertandingan berkat 10 penyelamatan yang ia lakukan.

Ketika mendengar nama Manuel Neuer masuk ke daftar ini, tentu takkan ada yang terkejut. Wajar saja, kiper Bayern Munich ini memang sudah gemilang sejak dulu kala.

Tapi kalau orang-orang membandingkannya dengan Franz Beckenbauer dan Lothar Matthaus, tentu telinga Anda juga akan tergelitik. Ya, walau disertai sedikit unsur bercanda, tapi kiper ini memang menunjukkan aksi tangguh dalam menyapu bola. Dalam laga kontra Aljazair misalnya, ia mengantisipasi kecepatan lini depan lawannya dengan keluar dari kotak penalti dan melakukan clearance.

Reflek dan penyelamatan Neuer dalam laga itu memang tak mendapat banyak sorotan. Yang jadi sorotan kala itu adalah keberanian Neuer untuk ambil risiko dan menutup pergerakan lawan dengan keluar dari zona aman. Cara ini terbukti ampuh, bahkan salah satu umpan panjangnya hampir berbuah gol Andre Schurrle. Secara tidak langsung, sweeper-keeper ini jadi 'libero' baru Nationalmannschaft. Penerus Beckenbauer dan Matthaus...tapi tidak dalam arti sebenarnya.

Berbahagialah Barcelona karena telah mendapatkan tanda tangan Claudio Bravo. Setelah kehilangan Victor Valdes, Blaugrana memang lebih dulu mendatangkan Marc-Andre ter Stegen dan Bravo diplot jadi pelapis atau pesaing Ter Stegen.Namun setelah melihat performa Bravo bersama Cili, tentu Luis Enrique akan berpikir berulang kali untuk mencadangkan Bravo.

Betapa tidak, eks penggawa Real Sociedad ini tampil begitu kokoh di depan gawang. Ia melakukan lima penyelamatan gemilang dan menepis sepakan keras Hulk berkali-kali, termasuk dalam adu penalti.

Sayang, Cili tetap harus pulang malam itu karena Cesar juga tampil gemilang di bawah mistar. Namun tentunya kiper 31 tahun ini bisa angkat koper dengan kepala tegak, menuju masa depan cerah berama Barcelona.

Di babak enam belas besar, performa kiper veteran Nigeria ini sebenarnya patut diacungi jempol. Enyeama sukses menepis empat peluang bersih dari Prancis dan jadi pahlawan di babak pertama. Satu momen yang patut diingat, tentunya adalah momen menghadang sepakan voli Paul Pogba dari jarak dekat.

Enyeama terus tampil brilian hampir di sepanjang laga. Lini depan Prancis dibuatnya frustasi dan sepakan spekulatif dari luar kotak penalti tak pernah jadi masalah bagi kiper Lille ini. Sayang, karena nila setitik, rusak susu sebelanga. Kegemilangannya harus tercoreng berkat satu blunder yang berbuah gol Pogba. Namun, total 22 penyelamatan yang ia lakukan hanya tersaingi oleh aksi gemilang Tim Howard.

RESPECT dan FAIR PLAY. Mari berikan komentar yang sehat dan bermanfaat dalam kolom komentar yang telah kami sediakan.

Topics