SPESIAL: Daftar Pelatih Yang Senasib Dengan Jafri Sastra

Topics

Nasib yang dialami Jafri juga pernah dirasakan beberapa pelatih yang berkiprah di Indonesia.

OLEH MUHAMAD RAIS ADNAN Ikuti di twitter
Klub Semen Padang mengambil langkah ekstrem dengan memecat pelatih Jafri Sastra sebelum musim kompetisi Indonesia Super League (ISL) 2015 bergulir. Tentu saja, ini merupakan kebijakan yang mengejutkan, meski Jafri gagal membawa Semen Padang berprestasi pada dua turnamen pramusim yang mereka ikuti.
Seperti diketahui, pada turnamen Piala Wali Kota Padang 2015 tim Kabau Sirah hanya menduduki peringkat ketiga. Sementara di ajang Piala SCM 2015, mereka menjadi juru kunci grup A dengan tanpa poin.
Namun, pelatih berusia 49 tahun itu juga cukup berjasa saat membawa Semen Padang lolos ke babak delapan besar ISL 2014. Tapi, keputusan sudah diambil dan Semen Padang tentunya akan memburu pelatih baru untuk menukangi Hengki Ardiles dan kawan-kawan.
Di sisi lain, nasib yang dialami oleh Jafri sebenarnya bukan yang pertama kali terjadi di sepakbola Indonesia. Mengingat, ada beberapa pelatih sebelumnya yang juga mengalami nasib serupa, dipecat sebelum kompetisi dimulai.
Pertama, pelatih berdarah Serbia-Perancis, Daniel Darko Janackovic. Ya, Darko adalah pelatih yang dipecat Persib Bandung sebelum kompetisi Indonesia Super League 2010/11 bergulir. Posisinya ketika itu digantikan oleh rekannya Jovo Cuckovic.Nahasnya, Cuckovic juga tak bertahan lama lantaran hanya mengemban tugas dalam enam laga bersama tim Maung Bandung. Peran Cuckovic akhirnya digantikan Daniel Roekito.
Daniel Darko Janackovic hanya menukangi Persib di masa persiapan ISL 2010/11.
Kedua, adalah Luis Manuel Blanco. Pelatih asal Argentina itu belum sempat merasakan manisnya mengomandoi pasukan timnas Indonesia di pertandingan sesungguhnya. Ketika itu, dia hanya sekali memimpin latihan Hamka Hamzah dan kawan-kawan, jelang menghadapi Arab Saudi di ajang Pra Piala Asia 2015.
Lantaran ada perselisihan antara Blanco dan para penggawa tim Garuda usai latihan perdana, Badan Tim Nasional (BTN) akhirnya memutuskan untuk memecat Blanco. Posisi Blanco langsung digantikan oleh duet Jacksen F Tiago-Rahmad Darmawan.
Luis Manuel Blanco belum sempat merasakan memimpin timnas Indonesia di ajang pertandingan resmi.Kondisi serupa sebenarnya juga dialami seorang Nilmaizar pada masa pramusim ini. Bahkan, mantan pelatih timnas Indonesia itu sudah dilengserkan sebelum sempat melatih para pemainnya di Putra Samarinda (Pusam).Seperti diberitakan, dibatalkannya Nilmaizar sebagai pelatih Pusam tidak lepas dari pergantian manajemen tim setelahberganti nama menjadi Bali United Pusam. Manajemen baru Bali United sendiri lebih memilih pelatih asal Sumatera Barat lainnya, Indra Sjafri, untuk menukangi tim.
Nilmaizar kecewa dengan keputusan Pusam (sekarang Bali United Pusam) yang batal mengontraknya sebagai pelatih untuk musim 2015.
Nilmaizar sendiri sebenarnya baru diberikan surat pernyataan resmi oleh Pusam yang ketika itu masih dipimpin sendiri Harbiansyah Hanafiah, sebagai pelatih mereka. Dan, dikabarkan belum ada penandatanganan kontrak secara resmi sampai adanya kepemimpinan baru di tim tersebut. Tapi, yang membuat kecewa Nilmaizar adalah dirinya sudah telanjur menolak beberapa tawaran klub demi komitmennya bersama Pusam.
Menarik menunggu siapa lagi pelatih yang akan menjadi korban berikutnya pada ISL 2015 nanti. Apakah sebelum atau ketika kompetisi berjalan? Mengingat, kick-off ISL 2015 baru akan bergulir kurang lebih sebulan lagi.

//

>
RESPECT dan FAIR PLAY. Mari berikan komentar yang sehat dan bermanfaat dalam kolom komentar yang telah kami sediakan.