SPESIAL: Kilas Balik Duel Terhebat Manchester United - Chelsea

Topics

Dari laga yang dibanjiri gol hingga ke pentas tertinggi Eropa. Inilah duel-duel sengit antara The Red Devils dan The Blues yang sulit dilupakan.

OLEH SANDY MARIATNA Ikuti di twitter
Duel tim kelas berat Liga Primer Inggris akan terhampar pada Minggu (26/10) besok tatkala Manchester United kedatangan tamu agung di Old Trafford: Chelsea, sang pemuncak klasemen sementara.
Partai ini tidak hanya mengerucut pada pertemuan antara sang guru Louis van Gaal dan si murid Jose Mourinho, namun juga mengarah kepada pertarungan sengit kedua tim itu sendiri di lapangan hijau.
Sejarah mencatat, sejak kedua tim pertama kali bertemu pada 1905, United unggul dengan sanggup memenangi 72 dari 170 laga, sementara Chelsea hanya membukukan 48 kemenangan. Namun roda selalu berputar. Kebangkitan Chelsea di era Roman Abramovich telah mengubah peta persaingan dan saat ini The Blues bisa dibilang berada di atas angin ketimbang United.
Tentu saja persaingan selama lebih dari satu abad itu menghadirkan duel-duel sengit yang layak dikenang, bukan hanya karena banyaknya gol yang tercipta, namun juga karena kontroversi dan drama yang mengiringinya. Goal Indonesia merangkum beberapa di antaranya berikut ini. Simak!

Kendati hanya berstatus partai Piala Liga, duel ini menjadi sengit lantaran Chelsea ingin membalas kekalahan kontroversial yang didapat empat hari sebelumnya dari lawan yang sama. Para pemain pelapis banyak diturunkan kedua tim, namun hal tersebut tidak menghindarkan terjadinya hujan gol.
Setan Merah beraksi lebih dulu dan mampu unggul 2-1 di babak pertama berkat sepakan Ryan Giggs dan Javier Hernandez yang hanya bisa dibalas sekali oleh David Luiz lewat titik putih. Namun Chelsea bangkit usai turun minum dengan mampu menyamakan skor via Gary Cahill sebelum langsung dibalas lagi oleh Nani. Namun, penalti Eden Hazard di masa injury time menghapus kemenangan tim tamu yang sudah di depan mata.
Saat kedudukan 3-3 di masa perpanjangan waktu, The Blues mampu menambah dua gol langsung lewat Daniel Sturridge dan Ramires. Sementara United hanya bisa membalas sekali lewat penalti Giggs. Chelsea pun menang 5-4 dan maju ke perempat-final Piala Liga.

Inilah pertandingan paling kontroversial yang pernah dilakoni kedua tim dan mempopulerkan nama wasit Mark Clattenburg. Bukan hanya menghadiahi dua kartu merah kepada duo Chelsea, Branislav Ivanovic dan Fernando Torres, Clattenburg juga mengesahkan gol berbau off-side yang dicetak oleh Javier Hernandez di 15 menit sisa waktu.
United sudah unggul 2-0 sejak menit 12 berkat gol bunuh diri David Luiz dan sontekan manis Robin Van Persie. Chelsea memperkecil kedudukan via tendangan bebas Juan Mata menjelang turun minum dan Ramires menggenapi kebangkitan di awal babak kedua untuk menyamakan skor.
Akan tetapi, keputusan kontroversial Clattenburg mengubah arahnya laga. Chelsea yang hanya bermain dengan sembilan pemain akhirnya kebobolan lewat gol kontroversial Chicharito tersebut dan harus kalah 3-2 dari tamunya itu.

Tahun 2012 memang menjadi tahunnya duel Chelsea dan United. Sebelum dua laga sarat emosi di atas tersebut terjadi, terdapat satu laga di tahun tersebut yang memorable. Ketika itu, United sempat kewalahan di awal laga dan tertinggal tiga gol akibat gol bunuh diri Jonny Evans, tembakan Juan Mata, dan gol David Luiz.
United yang kala itu masih ditangani Sir Alex Ferguson sanggup bangkit. Dua gol penalti Wayne Rooney dalam rentang kurang dari sepuluh menit di pertengahan babak kedua membuka harapan United untuk mengejar. Benar saja, di menit 84 Javier Hernandez mampu menyamakan kedudukan menjadi 3-3.
Namun, drama belum usai sebagaimana David De Gea mampu melakukan penyelamatan gemilang terhadap dua peluang bersih Chelsea melalui tendangan bebas Juan Mata dan sepakan keras Gary Cahill menjelang laga berakhir.

Sebagai final Liga Champions pertama yang mempertemukan sesama tim Inggris, United dan Chelsea sama-sama berambisi untuk menegaskan supremasi mereka di tanah Eropa. Bintang pujaan Setan Merah Cristiano Ronaldo mampu melompat tinggi untuk menaklukkan Petr Cech terlebih dulu, namun legenda klub Frank Lampard mampu membalasnya lewat sontekan manisnya.
Namun, hingga waktu normal plus perpanjangan waktu berakhir, skor 1-1 tetap tersaji di samping terdapat insiden kartu merah Didier Drogba yang menampar wajah Nemanja Vidic. Laga pun dilanjutkan ke adu penalti yang penuh drama.
John Terry, sang eksekutor kelima, sebenarnya bisa menentukan kemenangan The Blues ketika kedudukan 4-4. Tapi sang kapten justru terpeleset dan tembakannya melenceng. Momentum beralih ke United yang ditandai dengan kegagalan Nicolas Anelka menaklukkan Edwin van der Sar. United menang 6-5 dan berhak mencium trofi Eropa ketiganya. Sementara Terry dkk. harus menunggu empat tahun lagi untuk bisa memenangkan turnamen yang nyaris sekali mereka dapatkan di Rusia ini.

Hujan gol lain terjadi pada awal milenium baru di mana kedua tim mampu menampilkan permainan terbuka nan atraktif. Claudio Ranieri, yang saat itu melakoni partai perdana sebagai manajer Chelsea, mampu mengantar timnya unggul cepat berkat gol Jimmy Floyd Hasselbaink.
Setan Merah langsung meresponnya dengan sangat cepat. Hanya dalam tempo 25 menit, United berhasil mencetak tiga gol melalui Paul Scholes, Teddy Sheringham, dan David Beckham. Tertinggal 1-3, Chelsea tetap menunjukkan diri sebagai tim bermental baja. Penyerang jangkung asal Norwegia Tore Andre Flo mampu mencetak sepasang gol untuk menghindarkan timnya dari kekalahan.

Manajer Sir Alex Ferguson mungkin akan menganggap kekalahan dari Chelsea ini sebagai salah satu kekalahan terburuk sepanjang kariernya di United. Bagaimana tidak, United yang bertandang ke Stamford Bridge kebobolan lima gol tanpa balas.
Kala itu, United baru saja keluar sebagai treble winner di musim 1998/99 sehingga kekalahan itu merusak 29 kemenangan beruntun United di EPL. Kemenangan telak Chelsea sudah tercium sejak detik ke-28 ketika Gus Poyet sanggup mencetak gol. United juga harus bermain sepuluh orang akibat kartu merah Nicky Butt. Chelsea lalu menambah empat gol berikutnya masing-masing melalui Chris Sutton, Poyet, gol bunuh diri Henning Berg, dan Jody Morris.

Andai laga ini diperpanjang sepuluh menit saja, partai ini pasti akan menjadi partai Piala FA terbaik sepanjang sejarah. United sanggup tancap gas dengan sangat cepat lewat David Beckham dan Andy Cole yang sama-sama mencetak dua gol. Di sisa 16 menit, United lagi-lagi mampu menjebol gawang Chelsea berkat aksi Teddy Sheringham.
United lima, Chelsea kosong. Laga sepertinya sudah usai, namun Chelsea tiba-tiba bangun di sepuluh menit terakhir ketika Graeme le Saux mengawali kebangkitan timnya. Pemain pengganti Gianluca Vialli lalu sanggup mencetak sepasang gol di sisa waktu sebagai penegas bahwa The Blues mampu memberikan perlawanan berarti. Untung saja wasit segera meniup peluit panjangnya, jika tidak skor akhir mungkin bisa 5-5!

Kemenangan telak di final Piala FA ini menandai double perdana Sir Alex Ferguson bersama United. Chelsea memang sanggup menahan imbang United selama satu jam. Namun Eric Cantona menunjukkan aksinya lewat titik putih di menit 60 sebelum menggandakan keunggulan di menit 66. Mark Hughes dan Brian McClair lalu mencetak gol tambahan untuk melengkapi penderitaan The Blues di Wembley ini.

//

RESPECT dan FAIR PLAY. Mari berikan komentar yang sehat dan bermanfaat dalam kolom komentar yang telah kami sediakan.

Topics