SPESIAL: Kilas Balik Lima Duel Terakhir Arsenal - Manchester City

Lima laga terkini antara The Gunners dan The Citizens berikut menggambarkan bakal sengitnya laga kedua tim pada akhir pekan ini.

OLEH SANDY MARIATNA Ikuti di twitter
Sebelum gelontoran fulus dan masuknya pemain kelas dunia ke Etihad, Manchester City selalu tak berdaya setiap kali bertemu Arsenal. Sejak promosi ke Liga Primer Inggris pada tahun 2000 hingga 2008, City hampir selalu kalah melawan pasukan Arsene Wenger.
Namun, perubahan signifikan terjadi dalam lima tahun belakangan di mana duel kedua tim ini menjadi salah satu partai yang dinantikan oleh pencinta sepakbola Inggris karena selalu menyajikan rivalitas sengit. Maka, laga The Citizens versus The Gunners pada Sabtu (13/9) besok di Emirates dipastikan akan seketat seperti biasanya.
Kendati laga ini dilangsungkan di matchday keempat EPL, aroma persaingan menuju gelar juara sudah terasa. City, sebagai juara bertahan, ingin bangkit secepat mungkin setelah di partai sebelumnya secara mengejutkan ditaklukkan Stoke City. Sementara Arsenal berambisi mempertahankan momentum juara Piala FA dan Community Shield yang baru saja mereka rengkuh.
Menilik beberapa duel terkini, laga akhir pekan nanti adalah jaminan terjadinya banyak gol dan pertarungan ketat. Siapa yang nantinya berhasil belajar dari lima laga berikut ini guna memetik kemenangan krusial?

Setelah di musim 2011/12 saling mengalahkan dengan skor identik 1-0, kedua tim kembali bertemu di markas City. Dan bisa diprediksi, laga berlangsung ketat sepanjang 90 menit. Tuan rumah yang masih dilatih Roberto Mancini, butuh tiga angka untuk bisa menembus posisi empat besar.
Rencana itu berjalan mulus ketika Joleon Lescott sukses menanduk sepak pojok David Silva lima menit menjelang turun minum. Namun Arsenal tak kenal menyerah dan akhirnya menuai hasilnya di menit 81. Sepak pojok Santi Cazorla berhasil membuat kemelut di mulut gawang Joe Hart sebelum Laurent Koscielny menyambarnya guna menyamakan skor.
Memasuki akhir laga, intensitas laga meningkat seiring peluang bertubi-tubi muncul dari kedua kubu melalui tendangan salto Vincent Kompany hingga peluang bersih Gervinho. Namun, skor 1-1 tetap bertahan.

Setelah menyajikan partai sengit dalam duel pertama di musim 2012/13, Arsenal dan City menghadirkan partai keras di dalam duel kedua mereka di Emirates. Dua kartu merah keluar dari saku wasit Mike Dean dan bahkan pengusiran pertama langsung terjadi di menit ke-10 ketika Laurent Koscielny menahan pergerakan Edin Dzeko di kotak penalti. Beruntung, penalti yang dieksekusi sendiri oleh Dzeko bisa ditahan oleh Wojciech Szczesny.
Unggul jumlah pemain, City baru bisa memecah kebuntuan di menit 21. Berawal dari tendangan bebas cepat David Silva kepada Carlos Tevez, penyerang Argentina itu melihat pergerakan James Milner yang tanpa pengawalan di dalam kotak penalti. Tanpa melihat gawang, Milner langsung melepas tembakan menyilang yang sulit dijangkau Szczesny. Kepercayaan City meningkat dan mereka pun bisa menciptakan gol kedua di menit 32 ketika Dzeko sukses menyambar bola muntah Tevez.
Di babak kedua, Arsenal mendapat kesempatan ketika Vincent Kompany dikartu merah setelah melancarkan tekel dua kakinya kepada Jack Wilshere. Namun, hingga laga berakhir, skor 2-0 tetap bertahan. Kendati sukses mencuri kemenangan di Emirates, City tetap tak bisa membendung rival sekotanya, Manchester United, yang menjadi kampiun di akhir musim.

Duel pertama kedua tim pada musim lalu di Etihad akan selalu dikenang sebagai salah satu partai EPL paling seru. Bagaimana tidak, skor tenis tercipta di laga ini dengan total gol mencapai angka sembilan! Kala itu, pasukan Manuel Pellegrini memang tengah on-fire di kandang sendiri sementara Arsenal sedang memuncaki klasemen sementara.
Laga akan tampak seperti laga pada umumnya ketika City unggul 2-1 di babak pertama. Sergio Aguero dan Theo Walcott patut berterima kasih kepada Martin Demichelis setelah gol yang mereka cetak terdefleksi oleh bek City itu. Pablo Zabaleta lalu menuntaskan umpan Yaya Toure untuk mengembalikan keunggulan tuan rumah hingga turun minum.
Setelah itu, laga yang awalnya berjalan relatif seimbang tiba-tiba menjadi timpang. Setelah gol indah Fernandinho di awal babak kedua berhasil diperkecil menjadi 3-2 oleh Walcott, City langsung tampil kesetanan lewat sontekan David Silva dan gol kedua Fernandinho sehingga terciptalah skor mencolok 5-2. Per Mertesacker lalu memperkecil keadaan, namun penalti Yaya Toure di masa injury time akhirnya menutup pesta gol di laga ini dengan skor akhir 6-3.
Hasil ini menjadi salah satu noda besar Arsenal yang di musim 2013/14 kemarin juga merasakan kekalahan telak dari rival juara lain seperti Liverpool (5-1) dan Chelsea (6-0). Sebaliknya, gelontoran enam gol ini menegaskan City tim terproduktif EPL yang sukses mengakhiri musim itu dengan 102 gol dan menjadi juara.

Kekalahan telak 6-3 di pertemuan pertama tentu memacu Arsenal untuk balas dendam di Emirates. Namun, ambisi itu gagal terwujud ketika David Silva langsung membawa tim tamu unggul di menit 18 usai memaksimalkan bola muntah Edin Dzeko.
Arsenal lalu membalasnya beberapa menit berselang via Mathieu Flamini, namun gelandang Prancis itu dalam posisi off-side sehingga gol tersebut dianulir. Flamini baru bisa resmi mencatatkan namanya di papan skor di awal babak kedua ketika ia sukses menyambar umpan silang Lukas Podolski.
Bagi City, satu poin ini tetap krusial mengingat saat itu mereka tengah duduk di posisi kedua dan bersaing ketat dengan Chelsea dan Liverpool.

Partai terkini kedua tim baru terjadi pada bulan lalu dalam ajang Community Shield, ketika City sebagai juara EPL dipertemukan dengan Arsenal sang kampiun Piala FA – trofi pertama mereka sejak sembilan tahun terakhir.
City, yang tidak tampil dalam kekuatan penuh setelah banyak pemainnya masih menjalani masa istirahat selepas Piala Dunia 2014, akhirnya harus merasakan dahsyatnya ambisi The Gunners untuk terus mencium trofi juara. Arsenal tampil agresif sejak menit pertama dan sukses unggul dua gol di babak pertama via Santi Cazorla dan Aaron Ramsey.
Peran penyerang baru Arsenal Alexis Sanchez memang belum kentara di laga ini, justru rekannya Olivier Giroud yang unjuk gigi lewat gol spektakluernya di menit 61. Pada akhirnya, tiga gol ini sukses membuat pasukan Arsene Wenger menang meyakinkan atas City sekaligus menyegel trofi Community Shield untuk pertama kali dalam sepuluh tahun terakhir.

//

RESPECT dan FAIR PLAY. Mari berikan komentar yang sehat dan bermanfaat dalam kolom komentar yang telah kami sediakan.

Topics