SPESIAL: Lima Pelajaran Penting Dari Duel Manchester City & Chelsea

Topics

Lima hal berikut bisa dijadikan pelajaran bagi The Citizens dan The Blues untuk terus menapaki jalan menuju tangga juara Liga Primer Inggris!

OLEH SANDY MARIATNA Ikuti di twitter
Dua klub dengan amunisi terkuat di Liga Primer Inggris telah rampung berperang pada Minggu (21/9) kemarin. Hasilnya, sang juara bertahan Manchester City bermain sama kuat dengan sang pemuncak klasemen Chelsea di Etihad.

Diwarnai pengusiran Pablo Zabaleta, sorotan di laga ini tetaplah tertuju kepada Frank Lampard. Sang legenda Chelsea tersebut, yang kini berseragam City, turun dari bangku cadangan dan malah menjebol gawang tim yang ia cintai untuk memaksakan kedudukan menjadi 1-1.

Namun, bukan hanya Lamps saja yang patut digarisbawahi. Goal Indonesia menyajikan pelajaran-pelajaran penting lainnya yang bisa dipetik kedua tim untuk terus berpacu menuju tangga juara. Simak!

Mengingat City dan Chelsea adalah dua kandidat terkuat juara EPL, kedua tim langsung menggunakan taktik dan strategi masing-masing untuk menang. City tampil dominan lewat serangan intens, sementara Chelsea memilih bertahan. Bisa diprediksi, taktik yang saling berlawanan ini menimbulkan duel sengit dan tak jarang menjurus ke arah kasar.
Di babak pertama saja, wasit Mike Dean mengeluarkan enam kartu kuning untuk kedua tim. Puncaknya terjadi di babak kedua setelah Pablo Zabaleta melanggar Diego Costa untuk kedua kali. Terjadilah momen panas ketika Costa tampak mencekik leher Zabaleta. Berhubung Zabaleta sudah mengantongi kartu kuning sebelumnya -- juga karena melanggar Costa -- bek Argentina itu mendapat kartu kuning kedua alias diusir. Sementara bomber Spanyol yang tengah on fire itu juga diberi kartu kuning. Total, sembilan kartu kuning plus satu kartu merah keluar dari saku wasit.

Ada yang berbeda dari Chelsea di laga ini. Setelah empat pertandingan sebelumnya tampil nyaman dengan taktik agresif kepada lawan, kini Chelsea kembali ke taktik lama: parkir bus. Hampir sepanjang laga, Jose Mourinho tampak memerintahkan pemainnya bertahan sembari menunggu kesempatan untuk melakukan serangan balik.
“Permainan mereka sangat mirip dengan Stoke City," kata Manuel Pellegrini yang menyindir keras taktik bertahan Mou ini. “Saya tak merasa mereka memiliki keinginan memenangi laga, hanya untuk mencetak gol lewat serangan balik,” tambahnya.

Namun, taktik bertahan ini akhirnya jebol juga, justru setelah pengusiran Zabaleta di mana City hanya bermain dengan sepuluh orang. Hasil seri ini tetap membuat Chelsea duduk di puncak klasemen dengan 13 poin dari lima laga. Tapi satu hal penting tercatat, Chelsea masih belum bisa memperbaiki rapuhnya pertahanan mereka yang sudah terlihat di laga-laga sebelumnya.

Seperti yang sudah diprediksi, rivalitas sengit antara Manuel Pellegrini dan Jose Mourinho kembali tersaji. Setelah sempat berseteru pada musim lalu dan bahkan sejak keduanya masih di Spanyol, kedua pelatih yang sama-sama pernah melatih Real Madrid ini saling unjuk kemampuan di pinggir lapangan.

Mourinho tampil menggebrak lewat permainan defensifnya yang membuat The Citizens frustrasi. Akan tetapi, pengusiran Pablo Zabaleta mengubah jalannya laga. Andre Schurrle, sang pemain pengganti, memang berhasil membawa Chelsea unggul, namun setelahnya, tangan midas Pellegrini berbicara. Perombakan tim ia lakukan dengan tetap mempertahankan serangan kepada tim tamu. Hasilnya, gol penyama tercipta juga melalui pemain pengganti -- Frank Lampard -- yang ironisnya merupakan ikon Chelsea.

James Milner memang tampil luar biasa di laga ini dan didaulat sebagai man of the match setelah tampil di tiga posisi berbeda. Namun, satu pemain lain mampu mencuri perhatian: Eliaquim Mangala.Bek anyar City yang direkrut mahal dari Porto ini tampil begitu impresif dalam debutnya ini

Bersama sang kapten Vincent Kompany, ia begitu kokoh dalam menggalang lini belakan City. Mangala adalah alasan mengapa strategi serangan balik Chelsea selalu gagal. Secara statistik, ia sukses mencatatkan enam tekel dan empat sapuan.

Frank Lampard membuka rekening gol bersama Manchester City yang uniknya terjadi ke gawang mantan klub yang membesarkan namanya: Chelsea. Bahkan, ia hampir dua kali mencetak gol. Selengkapnya: CATATAN: Frank Lampard, Legenda Chelsea Penyelamat Asa Manchester City.

addCustomPlayer('1qf27stvxh8r71az2qpbo5isho', '', '', 620, 540, 'perf1qf27stvxh8r71az2qpbo5isho', 'eplayer4', {age:1407083158258});

RESPECT dan FAIR PLAY. Mari berikan komentar yang sehat dan bermanfaat dalam kolom komentar yang telah kami sediakan.

Topics