SPESIAL: Reaksi Berantai Mega Transfer 2014

Seperti kasus kebanyakan, hanya membutuhkan satu mega transfer untuk memicu transfer-transfer besar lain di bursa.

OLEH TEGAR PARAMARTHA Ikuti di twitter

Transfer terbesar di dunia sepakbola pada 2014 membantu beberapa kesepakatan besar lain, sekali lagi, ini menunjukkan bahwa bursa transfer bekerja seperti reaksi berantai yang kolosal.

Ambil contoh rekrutan termahal: Luis Suarez. Sebagian alasan mengapa Barcelona mampu mengeluarkan dana sekitar €81 juta untuk striker asal Uruguay itu adalah karena mereka mendapatkan dana segar sebesar €37 juta untuk penjualan Cesc Fabregas dan €40 juta untuk Alexis Sanchez.

Tetapi apakah kedatangan Fabregas akan terjadi apabila Manchester United tidak menebar benih pada Januari dengan memboyong Juan Mata? Kemungkinan tidak. Mirip dengan Mario Balotelli yang tidak akan pernah dibeli jika Barca tidak mencuri Suarez dari Liverpool.

Tentu saja, beberapa klub tidak membutuhkan dana tambahan untuk melakukan pembelian besar di sepakbola modern. Paris Saint-Germain adalah klub berkembang yang menunjukkan daya beli hebat di bursa dalam beberapa tahun terakhir.

Meski mereka tidak banyak melakukan pembelian dalam hal jumlah pemain menjelang musim 2014/15, pengeluarkan besar untuk David Luiz (€50 juta) membantu beberapa nama besar ikut hengkang.

Chelsea bergerak cepat menginvestasikan sebagian besar dana itu untuk bintang Atletico Madrid Diego Costa, yang terbukti sesuai dengan banderol mahalnya dengan mencetak 12 gol dalam 13 pertandingan Liga Primer Inggris.

Striker yang kemudian mendapatkan keuntungan dari kekayaan PSG dan respon cepat Chelsea adalah Mario Mandzukic. Terancam menghuni bangku cadangan di Bayern Munich setelah datangnya Robert Lewandowski, pemain asal Kroasia itu dibidik Diego Simeone untuk menggantikan posisi Costa di Vicente Calderon.

Bayern kemudian juga kehilangan Toni Kroos ke Real Madrid, tetapi klub raksasa Bundesliga Jerman tersebut langsung melakukan pembenahan dengan mendatangkan Mehdi Benatia dan juga Xabi Alonso.

Manchester United berada di titik sentral begitu banyak reaksi berantai pada bursa transfer 2014. Dipicu oleh buruknya performa pada Januari, mereka kemudian memboyong Mata, tetapi pengeluaran besar mereka di musim panas yang membuat bursa transfer bergejolak.

Keputusan memboyong Angel Di Maria dari Real Madrid dengan banderol €75 juta membantu Los Blancos menyeimbangkan neraca keuangan setelah menggaet James Rodriguez dengan harga €80 juga dari AS Monaco.

Kemudian di hari terakhir bursa transfer, United kembali beraksi dengan merekrut Radamel Falcao secara pinjaman [yang juga melibatkan pembayaran tunai sebesar €8,5 juta] sehingga Danny Welbeck tidak dibutuhkan lagi dan dilepas ke Arsenal dengan banderol €22 juta.

//

RESPECT dan FAIR PLAY. Mari berikan komentar yang sehat dan bermanfaat dalam kolom komentar yang telah kami sediakan.

Topics