SPESIAL: Susunan Tim Terbaik Indonesia Super League Pekan Ini (14-22 Oktober)

Topics

Goal Indonesia kembali menyajikan susunan tim terbaik ISL pekan ini. Siapa saja mereka?

OLEH MUHAMAD RAIS ADNAN Ikuti di twitter
Pertarungan antartim untuk memperebutkan tiket lolos ke babak semi-final Indonesia Super League (ISL) 2014 semakin ketat. Seluruh tim sudah melakoni empat laga di babak delapan besar. Artinya, hanya tersisa dua laga lagi yang sangat krusial bagi delapan peserta yang berjibaku di babak ini.
Berbagai kejutan dan drama terus tersaji di setiap pertandingan. Di grup K, Semen Padang semakin melaju kencang, setelah meraih kemenangan ketiga mereka di babak ini. Ya, mereka mampu menumbangkan Persela Lamongan dengan skor tipis 2-1 di Stadion Surajaya, Lamongan, Selasa (21/10) lalu. Sedangkan langkah Arema Cronus tertahan, setelah ditaklukkan Persipura Jayapura, 2-1, di Stadion Mandala.
Sementara di grup L, persaingan semakin sengit setelah Pelita Bandung Raya mampu menaklukkan Mitra Kukar, 1-0, 21 Oktober lalu. Itu sekaligus membalas kekalahan mereka di kandang Mitra Kukar dengan skor sama, 14 Oktober lalu.
Persebaya Surabaya yang melempem di babak ini kian terpuruk usai menderita kekalahan dari Persib Bandung, skor 3-1, Rabu (22/10). Melihat catatan itu, Goal Indonesia kembali menyajikan susunan tim terbaik ISL pekan ini (14 - 22 Oktober). Berikut ulasannya:
Untuk posisi kiper, nama Jandia Eka Putra dari Semen Padang patut dikedepankan. Beberapa kali dia melakukan penyelamatan penting, saat menahan gempuran dari para pemain Persela, dan memiliki andil besar bagi Semen Padang untuk membawa pulang tiga poin dari Lamongan. Perjuangannya jatuh bangun menepis tendangan para pemain Persela, membuatnya sampai menderita cedera pinggang. Sehingga mesti digantikan oleh Fakhrurrazi.
Di lini belakang, kembali bek Semen Padang, Ricky Ohorella, memang sudah layak diperhitungkan saat ini. Satu assist penting untuk Airlangga Sucipto saat lawan Persela, membuktikan dia adalah tipikal bek modern yang tak hanya pandai bertahan namun juga lihai dalam membantu serangan.
Selanjutnya, ada nama bek Persipura Jayapura, Dominggus Fakdawer, yang tampil lugas dan disiplin dalam mengawal lini pertahanan tim Mutiara Hitam saat menjamu Arema. Bahkan, penampilannya menuai pujian dari mantan pelatih Perseru Serui, Robby Maruanaya.
Nama berikutnya datang dari Persib Bandung. Adalah Vladimir Vujovic yang makin tak tergantikan perannya di lini belakang tim Maung Bandung. Vlado, sapaan akrabnya, selalu menjadi benteng kokoh bagi lawan-lawan Persib. Setidaknya, dia cukup sukses membuat Emmanuel Kenmogne frustrasi.
Dan, yang mengisi posisi terakhir di bek sayap adalah Dias Angga Putra asal Pelita Bandung Raya. Dias tampil solid dalam bertahan maupun menyerang saat PBR mengalahkan Mitra Kukar, serta mampu mematikan pergerakan Zulham Zamrun.
Beralih ke lini tengah, gelandang Persipura, Robertino Pugliara, menjadi yang terdepan. Di tengah tekanan harus menang, Pugliara, benar-benar menjadi penyelamat tim asal Papua lewat gol indahnya di masa injury time untuk membekuk Arema. Pergerakannya yang lincah sangat merepotkan barisan pertahanan tim Singo Edan.
Jangan lupakan juga peran Kim Jeffry Kurniawan di lini tengah PBR. Pemain berdarah Jerman-Indonesia itu tampil dengan mobilitas tinggi saat membawa PBR menang atas Mitra Kukar. Umpan-umpannya kerap memanjakan lini depan tim berjulukan The Boys Are Back itu. Dia juga tak ragu untuk berduel dengan senior macam Bima Sakti maupun Erick Weeks Lewis.
Rasanya tak lengkap jika tak memasukkan nama Makan Konate dalam susunan tim terbaik pekan ini. Bagaimana tidak, Konate adalah pemain kunci bagi Persib saat menaklukkan Persebaya, 3-1. Menyumbangkan dua gol sekaligus menjadi top skor sementara bagi Persib dengan 12 gol.
Untuk lini depan, striker Semen Padang, Osas Saha, lagi-lagi membuktikan bahwa dia adalah penyerang yang haus gol. Dengan ketenangannya, Osas Saha, kembali berhasil menggetarkan jala gawang Persela.
Ada pula nama penyerang Persipura, Ian Louis Kabes, yang tampil impresif untuk membongkar pertahanan Arema. Beberapa kali, pergerakan Kabes selalu menyulitkan pertahanan tim tamu. Namun, hanya satu gol yang bisa disarangkannya di laga itu.
Satu lagi, makin tua makin jadi, mungkin itu ungkapan yang pas bagi penampilan Bambang Pamungkas bersama PBR musim ini. Sekali lagi, dia menjadi penentu kemenangan bagi PBR saat menumbangkan Mitra Kukar. Dengan kematangan bermainnya, pemain yang akrab disapa Bepe itu bisa lepas dari kawalan para pemain belakang Mitra Kukar, untuk dengan tenang menceploskan bola ke gawang Dian Agus Prasetya.
Untuk meracik tim ini, Jafri Sastra menjadi pelatih yang tepat setelah berhasil kembali menunjukkan kecerdikannya untuk membawa Semen Padang menaklukkan Persela. Perjudian apik Eduard Tjong memainkan Addison Alves sebagai pemain pengganti, dibalas kejeniusan Jafri dengan memasukkan Airlangga yang akhirnya mencetak gol kemenangan.

//

>
RESPECT dan FAIR PLAY. Mari berikan komentar yang sehat dan bermanfaat dalam kolom komentar yang telah kami sediakan.