Sriwijaya FC Akan Revisi Durasi Kontrak Pemain

Kontrak seluruh penggawa, pelatih, dan ofisial Sriwijaya FC sebelumnya berakhir pada November 2015.

LIPUTAN MUHAMMAD IQBAL DARI PALEMBANG Manajemen Sriwijaya FC berencana melakukan revisi durasi kontrak pemain dan pelatih akibat penundaan kick-off Indonesia Super League (ISL) 2015. Hal itu diungkapkan sekretaris tim Achamd Haris di sela latihan Sriwijaya FC di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring kemarin.

Menurut Haris, Sriwijaya FC mengalami kerugian hingga Rp3 miliar akibat penundaan tersebut. Haris menambahkan, jika ISL dimulai awal April, bisa dipastikan liga baru akan selesai pada akhir Desember 2015. Artinya mereka harus merevisi kontrak pemain, maupun pelatih yang berakhir pada 30 November 2015.

“Secara finansial kerugian materi akibat ditundanya ISL ini sekitar Rp2 sampai 3 miliar lah. Karena liga ini tertunda hingga April, tentu akan ada tambahan biaya untuk konsumsi, dan sebagainya," kata Haris.

“Kalau April dimulai, tentu durasi kontrak termasuk gaji pelatih, ofisial, dan pemain harus kita revisi. Nanti akan kita rundingkan lagi sama-sama, biar ketemu kesamaannya. Reschedule kontrak ini belum ada pembicaraan dengan pemain maupun pelatih, karena mereka baru berkumpul hari ini [kemarin]. Mudah-mudahan mereka bisa mengerti.”

Menanggapi rencana ini, gelandang Asri Akbar mengatakan, jika liga nanti berakhir Desember, atau awal Januari, tentu mereka akan melakukan pembicaraan lagi dengan manajemen soal kontrak mereka yang akan berakhir November.

“Tergantung dengan manajemen, semua bisa dibicarakan dan harus saling memahami. Tapi mudah-mudahan liga paling lambat selesai Desember,” ujar mantan penggawa Persib Bandung itu.

Hal senada diungkapkan Dodi Reza Alex. Presiden Sriwijaya FC ini menyatakan, persiapan tim menghadapi ISL 2015 menjadi sia-sia akibat penundaan, mengingat mereka sudah mengeluarkan anggaran besar.

“Kami tim yang paling siap. Sejak berakhir musim lalu, SFC langsung menyusun target besar. Tapi apa yang sudah kami lakukan terkesan sia-sia. Anggaran sudah banyak kami keluarkan, namun kompetisi tidak berjalan,” kata Dodi.

“Bayangkan saja, kami harus membayar pemain, tapi kompetisi belum berjalan. Di saat kompetisi belum selesai, kontrak kerja mereka habis, dan manajemen harus memperbaiki kontrak itu. Sekarang apa mau Menpora dan BOPI menanggung pengeluaran klub atas penundaan itu.” (gk-55) addCustomPlayer('o0nj4a7l8zom1cxl39osncdku', '', '', 620, 540, 'perfo0nj4a7l8zom1cxl39osncdku', 'eplayer4', {age:1407083524494});

>
RESPECT dan FAIR PLAY. Mari berikan komentar yang sehat dan bermanfaat dalam kolom komentar yang telah kami sediakan.